Latest Post
20.10.11
Hasil Reshuffle Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II
Written By Unknown on 20.10.11 | 20.10.11
Presiden Susilo B Yudhoyono mengumumkan perombakan Kabinet
Indonesia Bersatu II di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Selasa
malam. SBY memastikan jumlah menteri kabinetnya tidak akan bertambah,
tetap 34 orang.
Yang menarik, dua kementerian dalam kabinetnya diubah fungsi dan tugas pokoknya. Mereka adalah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata diubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam keterangannya kepada pers itu, Yudhoyono mengurai nama-nama menteri dan wakil menteri pada tiap posisi barunya.
Juga sejumlah nama yang tidak lagi berada di dalam kabinet yaitu Fadel Muhammad, Suharso Monoarfa, dan Sutanto.
Menko Polhukkam, Djoko Suyanto,
Menko Perekonomian, M Hatta Rajasa,
Menko Kesra, R Agung Laksono,
Mensesneg, Sudi Silalahi,
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi,
Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa,
Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro,
Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin,
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, dan
Menteri ESDM, Jero Wacik.
Menteri Perindustrian, MS Hidayat,
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan,
Menteri Pertanian, Suswono,
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan,
Menteri Perhubungan, EE Mangindaan,
Menteri Kelautan & Perikanan, Cicip Syarief Sutardjo,
Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi, Muhaimin Iskandar,
Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto,
Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Setianingsih
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh,
Menteri Sosial, Salim Assegaf Aljufri,
Menteri Agama, Suryadharma Ali,
Menteri PPN/Ka BAPPENAS, Armida Alisjahbana,
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E Pangestu,
Menristek, Gusti Muhammad Hatta,
Menteri Koperasi & UKM, Syarif Hasan,
Menteri Lingkungan Hidup, Prof Dr Berth Kambuaya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar,
Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar,
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini,
Menteri BUMN, Dahlan Iskan,
Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring,
Menteri Pemuda Olahraga, Andi Malarangeng,
Menpera, Djan Farid.
Beberapa kementerian diimbuhkan posisi wakil menteri, yang dikatakan SBY untuk meningkatkan kinerja di kementerian masing-masing. Adapun para wakil menteri itu adalah :
Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar dan Any Rachmawati.
Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim,
Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti.
Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasodjo,
Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi,
Wakil Menteri BUMN, Mahmuddin,
Wakil Menteri Kesehatan, Ali Gufron,
Wakil Menteri Luar Negeri, Wardana,
Wakil Menteri Pariwisata, Sapta Nirwandar,
Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo.
Wakil Menteri Agama, Nazaruddin Umar,
Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana,
Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin,
Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun,
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono,
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Lukita Dinarsyah Tuwo,
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak,
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan.
Presiden juga menunjuk Letnan Jenderal TNI Marciano Noorman sebagai kepala Badan Intelijen Negara.
(P008)
Yang menarik, dua kementerian dalam kabinetnya diubah fungsi dan tugas pokoknya. Mereka adalah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata diubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dalam keterangannya kepada pers itu, Yudhoyono mengurai nama-nama menteri dan wakil menteri pada tiap posisi barunya.
Juga sejumlah nama yang tidak lagi berada di dalam kabinet yaitu Fadel Muhammad, Suharso Monoarfa, dan Sutanto.
Menko Polhukkam, Djoko Suyanto,
Menko Perekonomian, M Hatta Rajasa,
Menko Kesra, R Agung Laksono,
Mensesneg, Sudi Silalahi,
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi,
Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa,
Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro,
Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin,
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, dan
Menteri ESDM, Jero Wacik.
Menteri Perindustrian, MS Hidayat,
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan,
Menteri Pertanian, Suswono,
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan,
Menteri Perhubungan, EE Mangindaan,
Menteri Kelautan & Perikanan, Cicip Syarief Sutardjo,
Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi, Muhaimin Iskandar,
Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto,
Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Setianingsih
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh,
Menteri Sosial, Salim Assegaf Aljufri,
Menteri Agama, Suryadharma Ali,
Menteri PPN/Ka BAPPENAS, Armida Alisjahbana,
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E Pangestu,
Menristek, Gusti Muhammad Hatta,
Menteri Koperasi & UKM, Syarif Hasan,
Menteri Lingkungan Hidup, Prof Dr Berth Kambuaya.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar,
Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar,
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini,
Menteri BUMN, Dahlan Iskan,
Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring,
Menteri Pemuda Olahraga, Andi Malarangeng,
Menpera, Djan Farid.
Beberapa kementerian diimbuhkan posisi wakil menteri, yang dikatakan SBY untuk meningkatkan kinerja di kementerian masing-masing. Adapun para wakil menteri itu adalah :
Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar dan Any Rachmawati.
Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Musliar Kasim,
Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti.
Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasodjo,
Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi,
Wakil Menteri BUMN, Mahmuddin,
Wakil Menteri Kesehatan, Ali Gufron,
Wakil Menteri Luar Negeri, Wardana,
Wakil Menteri Pariwisata, Sapta Nirwandar,
Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo.
Wakil Menteri Agama, Nazaruddin Umar,
Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana,
Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin,
Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun,
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono,
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Lukita Dinarsyah Tuwo,
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak,
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan.
Presiden juga menunjuk Letnan Jenderal TNI Marciano Noorman sebagai kepala Badan Intelijen Negara.
(P008)
Sumber : antaranews.com
Label:
Berita,
Menteri,
Reshufle Kabinet
16.10.11
Donggala, (PKS Donggala) - Jum’at 14/10/2011 sekitar pukul 16.00 Wita 3 Desa di
wilayah Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah yaitu Desa Mbuwu, Ongulara
dan sebagian desa Watatu dilanda banjir bandang yang mengakibatkan 3 orang warga Desa Mbuwu meninggal dunia dan puluhan rumah warga lainya rusak berat.
Hingga saat ini posko yang ada di lokasi banjir
bandang yang terletak di desa Mbuwu masih berasal dari Posko Dinas Sosial dan
Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, bantuan-bantuan yang tersedia masih sangat
minim dan kurang mencukupi bagi para korban banjir.
Banjir Bandang Donggala, 3 Meninggal, Ratusan Rumah Rusak
Written By Unknown on 16.10.11 | 16.10.11
Donggala, (PKS Donggala) - Jum’at 14/10/2011 sekitar pukul 16.00 Wita 3 Desa di
wilayah Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah yaitu Desa Mbuwu, Ongulara
dan sebagian desa Watatu dilanda banjir bandang yang mengakibatkan 3 orang warga Desa Mbuwu meninggal dunia dan puluhan rumah warga lainya rusak berat.
Banjir bandang yang melanda desa tersebut
begitu cepat terjadi sehingga warga tidak sempat untuk menyelamatkan sebagian harta
benda yang dimiliki. Diperkirakan berdasarkan laporan dari kepala dusun di Desa
Mbuwu yang merupakan desa yang berdampak banjir yang cukup parah ada sekitar
400 KK lebih yang mengalami kerusakan rumah dan kehilangan harta benda.
Bantuan-bantuan yang masih sangat dibutuhkan bagi
korban banjir adalah kebutuhan sembako dan pakaian serta penanganan psikologis
warga yang masih merasa was-was apabila di daerah sekitar desa mengalami hujan
lagi.(Kicong)
18.8.11
[AKU] Ingin Jadi Bupati
Written By Unknown on 18.8.11 | 18.8.11
![]() |
ABD. RASYID, A.Md
|
Donggala-Pilkada Donggala masihlah lama… namun
baliho bertebaran sudah… ungkapan ini sering terdengar di setiap pertemuan
beberapa orang di wilayah Kabupaten Donggala. Ada bernada sinis, sindirian
halus hingga nada dukung-mendukung, hal ini tentu bukanlah salah apalagi
musibah. Justru sebaliknya patut mendapat apresiasi positif dari kehendak anak
daerah yang berkeinginan untuk memperbaiki daerahnya.
Keinginan
dan kehendak tersebut sudah menjadi tuntutan fitrawi, di mana subjektivitas
diri yang merasa pantas untuk menjadi pemimpin merupakan Hak Asasi yang tidak
bisa dikungkung apalagi di larang. Sedangkan dalam sejarah kenabian pun
kehendak untuk meminta jabatan mendapat tempat yang terakui dalam kitab suci.
Lihat saja di dalam Al-Qur’an surat Yusuf ayat 55 Dia (Yusuf) berkata : “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (mesir);
karena susungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga dan berpengetahuan”.
Namun
demikian, pengakuan kehendak ini tidaklah dilihat secara sepenggal tetapi harus
dilihat secara utuh dan menyuluruh. Utuh dalam hal pemenuhan
syarat-syarat yang pantas untuk memimpin dan menyeluruh dalam hal proses
hidup yang dialami hingga layak untuk meminta jabatan. Oleh karena itu untuk
melihat secara utuh dan menyeluruh maka syarat-syarat yang dipenuhi hingga sosok
nabi Yusuf pantas untuk meminta jabatan adalah :
Pertama kebaikan
dan kebenaran nabi Yusuf, di mana nabi Yusuf mampu menakwilkan mimpi
(memprediksi, merumuskan, merencanakan program dan agenda kerja masa depan) yang
tepat dan akurat sehingga mesir terhindar dari krisis besar. Kedua
Kejujuran dan Akhlaq mulia, di mana nabi Yusuf mampu menjaga kehormatan
diri dengan tidak tergoda oleh rayuan wanita (istri majikannya) hingga ia rela
untuk memilih hukuman/penjara. Ketiga bertakwa dan bersabar, kisah
nabi Yusuf menggambarkan proses hidup yang berliku, dikhianati saudara sendiri,
dipisahkan dari orang tua, diperjual-belikan sebagai budak, hingga masuk dalam
penjara selama beberapa tahun, namun dikarenakan ketakwaan yang tinggi kepada
Tuhan-Nya maka proses hidup tersebut diterimanya dengan kesabaran &
ketakwaan. Keempat Pemaaf, dan memberi pelajaran sebagai hukuman bukan atas
dasar rasa dendam. Di akhir kisahnya,
nabi Yusuf diceritakan memberi pelajaran kepada saudaranya agar memahami akibat
dari perbuatan jahat yang telah mereka lakukan, dan setelah itu memberi maaf
yang seluas-luasnya demi menyambung kembali tali persaudaraan yang telah lama
terpisah.
Berdasarkan
hal tersebut di atas, maka patutlah kiranya kisah nabi Yusuf dijadikan sebagai
dasar awal untuk melakukan perenungan terhadap kehendak meminta jabatan/menjadi
pemimpin baik sebagai calon pemimpin (bupati/wakil bupati dsb) maupun sebagai
masyarakat pemilih yang akan memilih pemimpin. Adapun pertanyaan yang dapat dijadikan
sebagai bahan renungan adalah :
1.
Sudahkah
terumuskan dengan jelas dan terperinci agenda kerja yang ditawarkan oleh sang
Calon? Masyarakat umum sudah mengetahui bahwa ketepatan dan keakuratan program
pemimpin bukan terlihat dari slogan dan semboyan semata melainkan bukti dan
fakta. Jadi kebenaran seorang calon pemimpin dapat dilihat dari kerja nyata dan
sering berkata benar, bukan janji apalagi sering berkata dusta (lain kata lain
perbuatan) -Silahkan menilai rakam jejak
sang calon yang muncul-
2.
Dapatkah
sang calon terhindar dari godaan harta, tahta dan wanita? Pertanyaan ini
merupakan hal yang mendasar dikarenakan motivasi dan dorongan duniawi terkhusus
wanita selalu menjadi faktor penentu kegagalan seorang pemimpin. Apalagi untuk
konteks zaman ini sosok wanita sudah menjadi bahan komoditas untuk meloloskan
kepentingan-kepentingan tertentu, wanita menjadi pelobi handal yang mampu
menggoyahkan integritas pemimpin –Silahkan
lihat sepak terjang sang calon-
3.
Sejauhmana
aspek keshalehan sang calon yang muncul? Bagaimanapun aspek keshalehan adalah
salah satu indikator memilih pemimpin, yang lebih lanjut secara personal keshalehan
sang calon mesti pula berdimensi sosial. Di mana ukuran keshalehan sang calon
dapat dilihat dari kedekatannya dengan keluarganya, tetangga, dan tingkat
kepeduliaanya dengan masyarakat, serta rutinitas ibadah yang tak pernah putus –
Ketahui secara detil kehidupan
sehari-hari sang calon - .
4.
Dapatkan
sang calon menyanjung atau memuji saingan politiknya? Nah, hal ini terkadang sering
terjadi di mana kompetisi memperebutkan jabatan sering diiringi dengan blac campaign (kampanye hitam) saling
hujat, saling serang, mencari kelemahan, fitnah merajalela, dan menghalalkan
segala cara. – perhatikan setiap kata dan
perbuatan sang calon -.
Akhirnya
setelah melakukan perenungan tersebut di atas dan bersandar pada
sejarah-sejarah yang pernah ada, maka tidak ada salahnya untuk mempersilahkan
setiap orang berkeinginan dan memprokalmirkan diri bahwa: “(AKU) Ingin Menjadi
Bupati”, namun dengan catatan siap pula untuk berkaca diri atas kapasitas yang
dimiliki. Disamping itu haruslah selalu diingat bahwa Tuhan memberikan
kekuasaan kepada siapa yang dikehendakinya.
Oleh
karena itu setalah nantinya mendapatkan kekuasaan/jabatan janganlah lupa untuk
berseru dan berkata “Tuhanku,
sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kekuasaanmu dan
telah mengajarkan kepadaku sebagian takwil mimpi. Wahai Tuhan pencipta langit
dan bumi, Engkaulah pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam
keadaan muslim dan gabungkanlah aku dengan orang yang saleh”. (Q.S. Yusuf :
101).
Wallahu a’lam bisshawab.
Label:
Opini,
Pemilukada,
Pemimpin,
Pemuda
15.8.11
(Dimana) dan (Kemana) Pemuda Donggala ???
Written By Unknown on 15.8.11 | 15.8.11
ABD.
RASYID, A.Md
|
Donggala - Momen peringatan kelahiran
Kabupaten Donggala tahun ini terasa lain dari tahun sebelumnya, hingar-bingar
pesta seromoni seolah teredam oleh kekhusyuan bulan Ramadhan. Setidaknya hal
ini memberi berkah sekaligus Ibroh (pelajaran)
yang sangat besar bagi segenap komponen daerah baik pemda maupun masyarakat
untuk secara bersama melakukan perenungan yang jernih guna menatap masa depan
yang lebih baik.
Tahun ini dua perayaan baik HUT
Kabupaten Donggala maupun HUT Kemerdekaan RI terangkum dalam satu momen
Ramdhan, yang berarti secercah harapan untuk manatap masa depan dapat terwujud
karena grafik ukhuwah lagi meningkat dan kepentingan golongan lebur menjadi
satu. Hal ini menjadi modal yang baik untuk sesegera mungkin mengurai satu demi
satu persoalan yang melilit agar dapat membuat Donggala semakin melejit.
Salah satu hal yang patut
menjadi perhatian serius adalah posisi dan peran pemuda di dalam pembangunan
daerah. Hal ini menjadi penting karena untuk menatap masa depan yang lebih baik
maka syarat utama yang harus dimiliki adalah kemampuan melakukan sintesa-kreatif antara etos masa lalu
(sejarah) dan etos kekinian. Etos masa lalu yang dimaksud adalah semangat yang
melekat pada masa tertentu (sejarah) yang menjadi landasan gerak perkembangan
selanjutnya. Sedangkan etos kekinian adalah semangat yang melekat hari ini
akibat tantangan zaman yang dihadapi.
Jadi singkatnya keberhasilan menatap
masa depan sangat bergantung pada penyikapan terhadap sejarah (masa lalu)
dengan penyikapan kondisi hari ini. Perayaan dan peringatan masa lalu (baik
Ultah/HUT) tidak harus berhenti pada perayaan seremonial belaka, melainkan
dilanjutkan dengan penyikapan secara utuh dan menyeluruh, terprogram dan
terencana serta berani melakukan instropeksi diri. Sehingga berdasarkan hal ini
maka selayaknyalah jika menempatkan peringatan dan perayaan HUT kali ini sedikit memberi perhatian lebih terhadap peran
dan posisi pemuda. Seluruh fakta sejarah telah membuktikan bahwa peran pemuda sangat besar di
dalam sejarah berdirinya sebuah bangsa dan budaya.
Pemuda sangat identik dengan
etos (semangat) berbuat dan bekerja. Sehingga seharusnya hal ini menjadi modal
yang begitu besar di dalam menggerakkan laju pembangunan. Seluruh energi sebaiknya
dikerahkan untuk memacu adrenalin pemuda
agar maju dan berbuat. Bukan malah sebaliknya dimatikan dan dibiarkan tidak
terarah. Disinilah peran Pemda dan masyarakat yang dituntut untuk dapat
merumuskan dan memiliki program terencana dan dapat diukur dalam melakukan
pemerdayaan kepemudaan.
Kondisi kepemudaan untuk
konteks Donggala dapat dibagi beberapa golongan. Pertama golongan pelajar, di mana dikarenakan kampus/universitas
tidak dimiliki di Kabupaten Donggala maka aktivitas golongan ini terasa jauh
dari jangkauan dan kondisi daerah mereka, sehingga mayoritas potensi dari
golongan ini kurang terserap oleh daerah dan bahkan ironinya perhatian Pemda
untuk golongan ini baik melalui jalur beasiswa juga kurang terperhatikan. Kedua golongan pemuda pekerja, golongan
ini didominasi akibat ketidakmampuan untuk melanjutkan pendidikan yang lebih
tinggi dan faktor kemiskinan, golongan pemuda ini pun masih kurang tersentuh
penanganannya. Dan yang ketiga adalah golongan pemuda yang aktif di ormas dan
orsospol, golongan ini sudah melakukan pemberdayaan diri namun terkadang masih
terjebak pada tradisi pragmatisme karena pemberdayaannya masih sangat
bergantung pada pemanfaatan kepentingan tertentu.
Dari hal ini seharusnya ada
upaya terperinci untuk melakukan pemberdayaan pemuda disemua golongan,
pemberdayaan pemuda ini dapat dilakukan dengan berbagai cara diantaranya adalah
kejelasan target dan tujuan serta program pemberdayaan pemuda bagi instansi
yang berwenang menangani masalah ini, berikutnya adalah peran masyarakat yang
harus menempatkan pemuda pada posisi penting sebagai estafet perjuangan bangsa
bukan sebaliknya hanya sebagai sarana pemanfaatan terhadap kepentingan pribadi
dan golongan. Pemuda sesungguhnya membutuhkan keteladanan dari para pendahulunya,
baik konsistensi, integritas dan maupun komitmen ideologis. Generasi sebelumnya
harusnya menyadari bahwa pemuda bukanlah setumpuk daging yang hanya bisa melihat
namun juga dapat menilai dan merasa.
Inilah
sekelumit kondisi pemuda hari ini yang gerut wajah dan semangatnya membutuhkan
perhatian yang lebih dari semua pihak, sehingga jika kita bertanya (dimana) dan
(kemana) pemuda Donggala ??? maka secara serempak dapat menjawabnya “ada
disini” dan “dan siap bekerja untuk Donggala!!!”.
Wallahu a’lam bissawab.
28.7.11
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu,
memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si anak mengambil
pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: "Telah Dibayar"
Nilai perjuangan Seorang Ibu (GRATISSSS)
Written By Unknown on 28.7.11 | 28.7.11
![]() |
| foto(Rina Kusuma Wardhani) |
Ini adalah mengenai Nilai Kasih Ibu
dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan
makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000
2) Menjaga adik Rp 20.000
3) Membuang sampah Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000
5) menyiram bunga Rp 15.000
6) Menyapu Halaman Rp 15.000
Jumlah : Rp 85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.
1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Label:
Ibu,
Mendidik Anak,
Remaja,
Renungan
27.7.11
Jenis Huruf Arabic Untuk Spanduk dan Baner
Written By Unknown on 27.7.11 | 27.7.11

Ramadhan semakin dekat, berbagai kegiatanpun semarak dilakukan untuk menyambut bulan yang suci nan mulia penuh dengan ampunan Allah SWT, baik itu persiapan fisik dan lainnya serta tak kalah penting adalah mempersiapkan ruhani kita dengan menambah ilmu berkaitan dengan keutamaan-keutamaan yang ada didalamnya agar dapat melaksanakan ibadah nanti secara maksimal. Salah satu hal sederhana tampak disetiap sukut-sudut kota adalah dengan bentangan spanduk dan baner sebagai bagian dari himbauan untuk masyarakat untuk segera mempersiapkan diri menyambut bulan tersebut. bagi yang ingin buat spanduk atau baner koleksi pribadi atau kebutuhan lainnya ta[pi kekurangan jenis font yang sesuai, kami lampirkan jenis font dimaksud sebagaimana gambar diatas. anda berminat? segera DONLOD saja DISINI gan...biar cepat buatnya. moga bermanfaat (LaKube)
Label:
Font Arabic,
Jenis Huruf Arabic
22.7.11
Agar Motivasi Tetap Tinggi
Written By Unknown on 22.7.11 | 22.7.11
Bila kalian mengubah Pikiran kalian,
Berarti sedang mengubah Keyakinan diri kalian,
Mengubah diri, berarti sedang mengubah Harapan-harapan,
Mengubah harapan, berarti mengubah Sikap,
Mengubah sikap, berarti mengubah Tingkah laku,
Mengubah tingkah laku, berarti mengubah Kinerja,
Mengubah kinerja, berarti mengubah Nasib,
Mengubah nasib, berarti MENGUBAH HIDUP.
Siapa yang tidak ingin memiliki motivasi tinggi dalam hidup ini? Tanpa menjawab pun semua mau. betul...betul...betul. tapi masalahnya gan..gmana caranya agar yang namanya motivasi itu tetap berada dilevel TOP. kayak mesin aja...Top Engine. Nich ada beberapa kiat yang bisa kita praktikkan. langung ke TeKaPe...
- Cari lingkungan or teman yang semangat, energij,dan bermotivasi tinggi.Ini sangat penting karena kita adalah anak dari lingkungan dimana kita berada. kalo ingin bermotivasi, sebaiknya cari lingkungan-lingkungan mendukung dan hindari berteman dengan pemalas yang tidak punya tujuan hidup. (Nah...point satu ini khusus yang masih masuk kategori belum punya motivasi. bagi yang sudah punya boleh dimana saja asal dengan tujuan ingin memderdayakan si lingkungan tadi serta si pemalas itu agar bisa termotivasi seperti ditinya). lanjut....
- Baca buku atau tulisan yang berisi motivasi. Ini bisa membangkitkan semangat kita karena dengan membaca setidaknya ada kekuatan tersendiri untuk melakukan apa yang kita baca. luangkan waktu barang 5-10 menit perhari untuk membaca buku-buku atau tulisan-tulisan motivasi. lanjut gan...
- Ikuti acara-acara yang bisa membangkitkan motivasi diri. mengikuti acara-acara seperti diskusi motivasi, seminar motivasi, memberikan penyegaran tersendiri. Biasanya setelah mengikuti acara-acara tersebut kita seperti hidup kembali.
- Jangan lihat kelemahan tapi lihatlah potensi dan kelebihan kita. Melihat motivasi dan kelebihan yang kita miliki, menjadikan kita makin termotivasi dan optimis untuk menjadi lebih baik. Ini menjadikan kita sebagai manusia yang paling beruntung sehingga menimbulkan rasa syukur.
- ikuti training-training motivasi. Mengikuti pelatihan motivasi bisa menjadikan kita lebih termotivasi, merasa fresh lagi. Paling tidak kita akan mendapatkan wawasan dan kiat untuk memotivasi diri agar tidak mudah kena 3L
- Bergabunglah dengan organisasi yang didalamnya terdapat persaingan sehat, didukung SDM berkualitas dan berorientasi masa depan. Organisasi yang ber SDM tinggi biasanya dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki motivasi hidup tinggi. Bergabung dan aktif organisasi dengan orang-orang demikian menjadikan diri "tertular" motivasi.
- Tuliskan kata-kata atau slogan yang bisa menggugah semangat. Ini bisa kita lakukan agar selalu bersemangat dalam menghadapi hidup. tulis kata-kata pemggugah semangat untuk lebih memotivasi kita. bisa kita ambil dari ayat-ayat Al-Qur'an, hadits, slogan, kata-kata kita sendiri, tokoh besar atau dari buku-buku motivasi. Sttttttt...Hal inipun banyak dilakukan tokoh-tokoh terkenal.
- Jangan sekali-kali meremehkan diri kita. setiap kita memiliki potensi yang unik. masing-masing orang memiliki kelemahan dan kelebihan. Focuskan pada kelebihan kita dan jangan sekali-kjali meremehkan diri kita. tapi kita berpotensi dan berpeluang sama menjadi ORANG SUKSES. (bersambung....)
*by admin yang dikutip dari buku getbigspirit
Label:
Buku,
Donggala,
Mendidik Anak,
Motivasi,
Remaja,
Renungan,
Sang Murabbi,
Taujih Tokoh
20.7.11
Penetrasi Dakwah Mendunia, Ir.Tifatul Sembiring Populer
Menteri Komunikasi dan Informasi Ir. Tifatul Sembiring bukan hanya dikenal dan hebat di kalangan para aktifis dakwah, akan tetapi lebih dari itu juga sangat populer di dunia maya. hingga pagi ini tercatat 207.905 penggemar di facebook dan 238.105 pengikut di Twitter.Sesuatu yang luar biasa bagi da'i dengan penetrasi dakwah di dunia maya yang bahkan melebihi kepopuleran siapapun yang ada di Indonesia .
Itulah yang tercatat berdasarkan penilaian dari situs pencatat statistik media sosial, www.famecount.com selasa 19/7. Beliau adalah satu-satunya orang indonesia yang masuk dalam daftar tersebut dan menempati urutan ke- 24 dunia.
Itulah yang tercatat berdasarkan penilaian dari situs pencatat statistik media sosial, www.famecount.com selasa 19/7. Beliau adalah satu-satunya orang indonesia yang masuk dalam daftar tersebut dan menempati urutan ke- 24 dunia.
Tanggapan ringan beliau ,"Ini
cuma pernak-pernik socmed. Masih banyak yang lebih baik dari saya. yang
paling penting adalah menunaikan amanah sebagai pelayan rakyat"
Disela-sela pemberitaan itu beliau masih memberikan taujih bagi para pengguna socmed bahwa semua pihak agar meningkatkan
kesadaran akan bahaya keamanan serangan dalam dunia maya (cyber attack)
yang semakin gencar dilakukan hacktivist. Hal ini dikemukannya dalam
sambutan pembukaan Seminar Nasional Keamanan Informasi yg berlangsung kemarin 19/07 di Hotel Savoy Hoffman, Bandung-Jawa Barat.
"Saya
menyayangkan sikap2 yang terlalu mengabaikan bahaya2 serangan yg
terjadi di dunia maya, dan hal ini sudah merupakan masalah serius di
seluruh dunia", ujar Tifatul.
Tifatul juga mengungkapkan
beberapa kali serangan thd situs2 resmi sepertri Esthonia, Iran, Swiss,
Malaysia. Juga terhadap lembaga2 CIA, Google, Fox News dan bahkan di
dalam negeri lembaga2 pemerintah yang situsnya pernah diserang seperti
Mabes Polri, Lemhannas, TNI, Pertamina tidak luput pula situs
Kemenkominfo."Semua harus sadar, semua harus siap siaga,
semua harus membangun sistem pertahanan cyber, ini tanggung jawab kita
semua", pungkas Tifatul.
Berikut daftarnya dari www.famecount.com:
*Admin : selamat semoga kita semua segera menyusul.
Label:
Dunia Facebook,
Tentang PKS,
Tifatul sembiring
19.7.11
4.000 KADER BARU PKS SULTENG SIAP BEKERJA
Written By Unknown on 19.7.11 | 19.7.11
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulawesi
Tengah melalui Bidang Kaderisasinya melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) yang
bertempat di Hotel Dwi Mulya Palu, ahad 17/7. Kegiatan tersebut diikuti oleh utusan
Dewan Pengurus Daerah (DPD) se Sulawesi Tengah serta Pengurus Wilayah yang
terkait. Dihadapan sekitar 40 orang peserta, Drs. Mahmud Yunus selaku Wakil Ketua Dewan Pengurus Wilayah
(DPW) dalam sambutannya mengatakan “Target kuantitatif dan kualitatif yang
diprogramkan harus tetap berbanding lurus. Karena ketika target rekrutmennya
besar maka proses tarbiyah harus selalu dijaga. mulai dari pengokohan iman,
pemikiran, akhlak, moralitas dan juga semangat bekerja untuk kepentingan ummat”
Rekrutmen
kader baru tiga bulan terakhir ini mencapai hasil yang signifikan. Dari target 4.802
kader baru terbina yang ditetapkan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) selama 3 bulan hingga Juli,
Sulawesi Tengah telah mencapai sekitar 98 % dan prosentase terbesar rekrutmennya dari 11 Kabupaten kota berasal dari Kabupaten Donggala. ini adalah salah satu program bidang Kaderisasi untuk mewujudkan cita-cita PKS menjadi 3 (Tiga) Besar di Pemilu 2014 mendatang disamping bidang-bidang yang lainnya dengan program yang berbeda pula.
Ketua Bidang Kaderisasi Wilayah dalam arahannya mengatakan program ini akan terus berjalan hingga dan dievaluasi hasilnya secara rutin pertriwulan sejauhmana perkembangan kinerja masing-masing daerah untuk kemudian target ditambah mengikuti perkembangan jumlah kadernya, sedang untuk tiga bulan kedepan para peserta masih menargetkan angka yang sama 4.802. (admin)
Label:
Kader baru,
Kaderisasi,
Pemilu,
Pemilu 2014,
Rakor,
Rekrutmen





