Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Remaja. Tampilkan semua postingan
28.7.11
Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu,
memeluknya dan berkata, "Saya Sayang Ibu".Kemudian si anak mengambil
pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: "Telah Dibayar"
Nilai perjuangan Seorang Ibu (GRATISSSS)
Written By Unknown on 28.7.11 | 28.7.11
![]() |
| foto(Rina Kusuma Wardhani) |
Ini adalah mengenai Nilai Kasih Ibu
dari Seorang anak yang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan
makan malam di dapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang
bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima
kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.
Ongkos upah membantu ibu:
1) Membantu pergi ke Warung: Rp 20.000
2) Menjaga adik Rp 20.000
3) Membuang sampah Rp 5.000
4) Membereskan Tempat Tidur Rp 10.000
5) menyiram bunga Rp 15.000
6) Menyapu Halaman Rp 15.000
Jumlah : Rp 85.000
Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak
yang raut mukanya berbinar-binar.
Si ibu mengambil pena dan menulis
sesuatu dibelakang kertas yang sama.
1) OngKos mengandungmu selama 9bulan - GRATIS
2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS
3) OngKos air mata yang menetes karenamu - GRATIS
4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu- GRATIS
5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu - GRATIS
6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu - GRATIS
Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku - GRATIS
Label:
Ibu,
Mendidik Anak,
Remaja,
Renungan
22.7.11
Agar Motivasi Tetap Tinggi
Written By Unknown on 22.7.11 | 22.7.11
Bila kalian mengubah Pikiran kalian,
Berarti sedang mengubah Keyakinan diri kalian,
Mengubah diri, berarti sedang mengubah Harapan-harapan,
Mengubah harapan, berarti mengubah Sikap,
Mengubah sikap, berarti mengubah Tingkah laku,
Mengubah tingkah laku, berarti mengubah Kinerja,
Mengubah kinerja, berarti mengubah Nasib,
Mengubah nasib, berarti MENGUBAH HIDUP.
Siapa yang tidak ingin memiliki motivasi tinggi dalam hidup ini? Tanpa menjawab pun semua mau. betul...betul...betul. tapi masalahnya gan..gmana caranya agar yang namanya motivasi itu tetap berada dilevel TOP. kayak mesin aja...Top Engine. Nich ada beberapa kiat yang bisa kita praktikkan. langung ke TeKaPe...
- Cari lingkungan or teman yang semangat, energij,dan bermotivasi tinggi.Ini sangat penting karena kita adalah anak dari lingkungan dimana kita berada. kalo ingin bermotivasi, sebaiknya cari lingkungan-lingkungan mendukung dan hindari berteman dengan pemalas yang tidak punya tujuan hidup. (Nah...point satu ini khusus yang masih masuk kategori belum punya motivasi. bagi yang sudah punya boleh dimana saja asal dengan tujuan ingin memderdayakan si lingkungan tadi serta si pemalas itu agar bisa termotivasi seperti ditinya). lanjut....
- Baca buku atau tulisan yang berisi motivasi. Ini bisa membangkitkan semangat kita karena dengan membaca setidaknya ada kekuatan tersendiri untuk melakukan apa yang kita baca. luangkan waktu barang 5-10 menit perhari untuk membaca buku-buku atau tulisan-tulisan motivasi. lanjut gan...
- Ikuti acara-acara yang bisa membangkitkan motivasi diri. mengikuti acara-acara seperti diskusi motivasi, seminar motivasi, memberikan penyegaran tersendiri. Biasanya setelah mengikuti acara-acara tersebut kita seperti hidup kembali.
- Jangan lihat kelemahan tapi lihatlah potensi dan kelebihan kita. Melihat motivasi dan kelebihan yang kita miliki, menjadikan kita makin termotivasi dan optimis untuk menjadi lebih baik. Ini menjadikan kita sebagai manusia yang paling beruntung sehingga menimbulkan rasa syukur.
- ikuti training-training motivasi. Mengikuti pelatihan motivasi bisa menjadikan kita lebih termotivasi, merasa fresh lagi. Paling tidak kita akan mendapatkan wawasan dan kiat untuk memotivasi diri agar tidak mudah kena 3L
- Bergabunglah dengan organisasi yang didalamnya terdapat persaingan sehat, didukung SDM berkualitas dan berorientasi masa depan. Organisasi yang ber SDM tinggi biasanya dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki motivasi hidup tinggi. Bergabung dan aktif organisasi dengan orang-orang demikian menjadikan diri "tertular" motivasi.
- Tuliskan kata-kata atau slogan yang bisa menggugah semangat. Ini bisa kita lakukan agar selalu bersemangat dalam menghadapi hidup. tulis kata-kata pemggugah semangat untuk lebih memotivasi kita. bisa kita ambil dari ayat-ayat Al-Qur'an, hadits, slogan, kata-kata kita sendiri, tokoh besar atau dari buku-buku motivasi. Sttttttt...Hal inipun banyak dilakukan tokoh-tokoh terkenal.
- Jangan sekali-kali meremehkan diri kita. setiap kita memiliki potensi yang unik. masing-masing orang memiliki kelemahan dan kelebihan. Focuskan pada kelebihan kita dan jangan sekali-kjali meremehkan diri kita. tapi kita berpotensi dan berpeluang sama menjadi ORANG SUKSES. (bersambung....)
*by admin yang dikutip dari buku getbigspirit
Label:
Buku,
Donggala,
Mendidik Anak,
Motivasi,
Remaja,
Renungan,
Sang Murabbi,
Taujih Tokoh
27.5.11
Remaja Indonesia Lebih Toleran
Written By Unknown on 27.5.11 | 27.5.11
Jakarta (ANTARA News) - Di tengah mengemukanya keprihatinan akan
pudarnya nilai-nilai Pancasila di Indonesia, sebuah hasil studi lembaga
riset pasar global, TNS, membawa kabar yang menyejukan. Ternyata remaja
Indonesia lebih toleran dalam beragama ketimbang remaja lain di kawasan
Asia Pasifik.
Dalam riset yang mempelajari pengaruh Internet terhadap perilaku remaja di Asia Pasifik, TNS menemukan bahwa 58 persen remaja Indonesia mengaku memiliki teman dekat dari agama yang berbeda sementara di kawasan Asia Pasifik hanya 32 persen remaja yang berkawan dengan rekan berlainan keyakinan.
Namun toleran tidak berarti agama adalah hal yang dikesampingan dalam keseharian mereka. Dalam riset yang sama TNS juga menemukan bahwa 95 persen remaja Indonesia masih menganggap agama sebagai aspek terpenting dalam hidup.
"Agama memiliki peran sangat penting bagi remaja Indonesia, tetapi pada saat yang sama mereka lebih terbuka menerima perbedaan dibandingkan rekan seumuran mereka di negara-negara Asia Pasifik lainnya," kata Riko Rahman, TNS Indonesia’s Youth Champion.
Selain toleransi, remaja Indonesia pun memandang pentingnya pendidikan untuk membangun masa depan yang cerah. Sayangnya sekira 30 persen dari remaja Indonesia mengatakan tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi selepas tamat dari sekolah menengah karena kekurangan biaya.
Menanggapi kenyataan itu Irene Ariyani, Senior Client Advisor di TNS Indonesia, menganjurkan perbankan untuk menyediakan fasilitas pinjaman untuk pendidikan.
"Pinjaman untuk pendidikan penting untuk menciptakan pendidikan tinggi yang terjangkau sehingga remaja Indonesia bisa merealisasikan potensi mereka," ujar Irene.
Editor: Suryanto
Dalam riset yang mempelajari pengaruh Internet terhadap perilaku remaja di Asia Pasifik, TNS menemukan bahwa 58 persen remaja Indonesia mengaku memiliki teman dekat dari agama yang berbeda sementara di kawasan Asia Pasifik hanya 32 persen remaja yang berkawan dengan rekan berlainan keyakinan.
Namun toleran tidak berarti agama adalah hal yang dikesampingan dalam keseharian mereka. Dalam riset yang sama TNS juga menemukan bahwa 95 persen remaja Indonesia masih menganggap agama sebagai aspek terpenting dalam hidup.
"Agama memiliki peran sangat penting bagi remaja Indonesia, tetapi pada saat yang sama mereka lebih terbuka menerima perbedaan dibandingkan rekan seumuran mereka di negara-negara Asia Pasifik lainnya," kata Riko Rahman, TNS Indonesia’s Youth Champion.
Selain toleransi, remaja Indonesia pun memandang pentingnya pendidikan untuk membangun masa depan yang cerah. Sayangnya sekira 30 persen dari remaja Indonesia mengatakan tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi selepas tamat dari sekolah menengah karena kekurangan biaya.
Menanggapi kenyataan itu Irene Ariyani, Senior Client Advisor di TNS Indonesia, menganjurkan perbankan untuk menyediakan fasilitas pinjaman untuk pendidikan.
"Pinjaman untuk pendidikan penting untuk menciptakan pendidikan tinggi yang terjangkau sehingga remaja Indonesia bisa merealisasikan potensi mereka," ujar Irene.
Editor: Suryanto
*Sumber : http://antaranews.com
Label:
Nilai Pancasila,
Remaja


