Home » , » Hamas-Fatah kini Bersatu

Hamas-Fatah kini Bersatu

Written By Jattman Tampese on 14.5.11 | 14.5.11

Pada hari Rabu tanggal 4 Mei rakyat Palestina merayakan kabar kesepakatan damai antara Hamas dan Fatah. Sebuah kegembiraan yang luar biasa dirasakan bangsa Palestina. "Pertama kali saya memegang bendera Fatah setelah 4 tahun berlalu, " kata Mahmud al-Riati, seorang mahasiswa teknik yang berumur 20 tahun. Rakyat Palestina turun ke jalan merayakan persatuan ini.
Akan tetapi sudah tentu, persatuan ini membuat Israel marah dan membekukan dana pajak yang seharusnya disetorkan ke otoritas Palestina.

Jalan untuk menuju persatuan ini penuh dengan rintangan. Apakah mereka dapat mengatasi tantangan ini tergantung dari kerja keras kedua belah pihak untuk membawa pengikutnya dalam ruang perdamaian.
Kesepakatan disahkan di Kairo, Mesir pada hari Rabu. Salah satu persoalan penting yang menjadi kesepakatan bersama adalah pengelolaan keamaan Jalur Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Mereka sepakat untuk membuat semacam Dewan Keamanan Tertinggi yang akan mengawal wilayah-wilayah Palestina. Meskipun tidak dijelaskan bagaiman pelaksanaan teknisnya, akan tetapi ini merupakan kemajuan besar bagi bangsa Palestina untuk membangun bangsanya.

Fatah mendapat sokongan barat untuk membangun kekuatan militernya di West Bank. Kekuatan militer Fatah ini sudah tentu tidak dirancang untuk melawan Israel, hanya sebatas kekuatan pasukan keamanan. Sedangkan Hamas mengembangkan militernya dengan kekuatannya sendiri di Gaza. Selain untuk keamanan wilayah, kekuatan pasukan Hamas dipersiapkan untuk membela diri dari serangan Israel.
Dalam perjanjian yang dilaksanakan di Kairo kali ini, tidak disebutkan kata kesepakatan tentang bagaimana penyelesaian konflik dengan Israel. Seperti kita ketahui, Fatah lebih cenderung mendukung kesepakatan dengan barat dan Israel yang terkadang merugikan bangsa Palestina dan Hamas. Dalam kesepakatan itu juga tidak disebutkan bagaimana peranan masing-masing dalam memimpin bangsa Palestina.
Ketika Hamas memenangkan pemilu Palestina legislatif tahun 2006, pihak barat memboikot pemerintahan sah bangsa Palestina di bawah Hamas. Israel yang mendengar kesepakatan damai dari Hamas dan Israel telah membekukan penerimaan pajak yang dikumpulkan atas nama Otoritas Palestina.
Seorang komentator politik, Bassem Zubaidi mengatakan bahwa hambatan eksternal yang dibentuk oleh Israel merupakan tantangan besar dalam perjanjiang persatuan ini. Untuk membuat agenda politik bersama memerlukan waktu yang tidak pendek, tambahnya.
"Hal-hal yang besar sangat rumit permasalahannya, dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu semalam," katanya.

"Akan tetapi mereka bisa memulainya dengan langkah-langkah yang kecil, seperti pembentukan pemerintahan dan pelaksanaan pemilu, " imbuhnya.

*) Sumber : islamedia
Share this article :

Posting Komentar

Masukan komentar di kolom ini. Saran anda sangat bermanfaat.
Hari gini nggak ikut TARBIYAH, Kontak kami segera via email di : pksdonggala@yahoo.co.id atau sms ke (+62852410 71237)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger