Latest Post

Hasil Reshuffle Menteri Kabinet Indonesia Bersatu II

Written By Jattman Tampese on 20.10.11 | 20.10.11

Presiden Susilo B Yudhoyono mengumumkan perombakan Kabinet Indonesia Bersatu II di Ruang Kredensial Istana Merdeka, Jakarta, Selasa malam. SBY memastikan jumlah menteri kabinetnya tidak akan bertambah, tetap 34 orang. 

Yang menarik, dua kementerian dalam kabinetnya diubah fungsi dan tugas pokoknya. Mereka adalah Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata diubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan Nasional menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Dalam keterangannya kepada pers itu, Yudhoyono mengurai nama-nama menteri dan wakil menteri pada tiap posisi barunya.  
Juga sejumlah nama yang tidak lagi berada di dalam kabinet yaitu Fadel Muhammad, Suharso Monoarfa, dan Sutanto.


Menko Polhukkam, Djoko Suyanto, 
Menko Perekonomian, M Hatta Rajasa, 
Menko Kesra, R Agung Laksono, 
Mensesneg, Sudi Silalahi, 
Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, 
Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, 
Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, 
Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin, 
Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, dan 
Menteri ESDM, Jero Wacik. 
Menteri Perindustrian, MS Hidayat, 
Menteri Perdagangan, Gita Wirjawan, 
Menteri Pertanian, Suswono, 
Menteri Kehutanan, Zulkifli Hasan, 
Menteri Perhubungan, EE Mangindaan, 
Menteri Kelautan & Perikanan, Cicip Syarief Sutardjo, 
Menteri Tenaga Kerja Transmigrasi, Muhaimin Iskandar, 
Menteri Pekerjaan Umum, Joko Kirmanto, 
Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Setianingsih

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh, 
Menteri Sosial, Salim Assegaf Aljufri, 
Menteri Agama, Suryadharma Ali, 
Menteri PPN/Ka BAPPENAS, Armida Alisjahbana, 
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari E Pangestu, 
Menristek, Gusti Muhammad Hatta, 
Menteri Koperasi & UKM, Syarif Hasan,
Menteri Lingkungan Hidup, Prof Dr Berth Kambuaya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Agum Gumelar, 
Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Azwar Abubakar, 
Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal, Helmi Faisal Zaini, 
Menteri BUMN, Dahlan Iskan, 
Menteri Kominfo, Tifatul Sembiring, 
Menteri Pemuda Olahraga, Andi Malarangeng, 
Menpera, Djan Farid.


Beberapa kementerian diimbuhkan posisi wakil menteri, yang dikatakan SBY untuk meningkatkan kinerja di kementerian masing-masing. Adapun para wakil menteri itu adalah :

Wakil Menteri Keuangan, Mahendra Siregar dan Any Rachmawati.  
Wakil Menteri Bidang Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,  Musliar Kasim, 
Wakil Menteri Bidang Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Wiendu Nuryanti.

Wakil Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi, Eko Prasodjo, 
Wakil Menteri Perdagangan, Bayu Krisnamurthi, 
Wakil Menteri BUMN, Mahmuddin, 
Wakil Menteri Kesehatan, Ali Gufron, 
Wakil Menteri Luar Negeri, Wardana, 
Wakil Menteri Pariwisata, Sapta Nirwandar,
Wakil Menteri ESDM, Widjajono Partowidagdo.
Wakil Menteri Agama, Nazaruddin Umar, 
Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana, 
Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin, 
Wakil Menteri Perindustrian, Alex Retraubun, 
Wakil Menteri Perhubungan, Bambang Susantono, 
Wakil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Lukita Dinarsyah Tuwo, 
Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Hermanto Dardak,
Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heryawan.


Presiden juga menunjuk Letnan Jenderal TNI Marciano Noorman sebagai kepala Badan Intelijen Negara.
(P008)

Sumber : antaranews.com

Banjir Bandang Donggala, 3 Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

Written By Jattman Tampese on 16.10.11 | 16.10.11

Donggala, (PKS Donggala) - Jum’at 14/10/2011 sekitar pukul 16.00 Wita 3 Desa di wilayah Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah yaitu Desa Mbuwu, Ongulara dan sebagian desa Watatu dilanda banjir bandang yang mengakibatkan 3 orang warga Desa Mbuwu meninggal dunia dan puluhan rumah warga lainya rusak berat.

Banjir bandang yang melanda desa tersebut begitu cepat terjadi sehingga warga tidak sempat untuk menyelamatkan sebagian harta benda yang dimiliki. Diperkirakan berdasarkan laporan dari kepala dusun di Desa Mbuwu yang merupakan desa yang berdampak banjir yang cukup parah ada sekitar 400 KK lebih yang mengalami kerusakan rumah dan kehilangan harta benda.

Hingga saat ini posko yang ada di lokasi banjir bandang yang terletak di desa Mbuwu masih berasal dari Posko Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, bantuan-bantuan yang tersedia masih sangat minim dan kurang mencukupi bagi para korban banjir. 

Bantuan-bantuan yang masih sangat dibutuhkan bagi korban banjir adalah kebutuhan sembako dan pakaian serta penanganan psikologis warga yang masih merasa was-was apabila di daerah sekitar desa mengalami hujan lagi.(Kicong)
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger