Home » » Pansus Didukung Sebutkan Nama

Pansus Didukung Sebutkan Nama

Written By Jattman Tampese on 23.2.10 | 23.2.10

Selasa, 23 Februari 2010 , 03:11:00

 

DUKUNG - Inisiator Hak Angket kasus Bank Century atau Tim 9, saat menemui Ketua MPP Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais. Foto: Raka Denny/Jawa Pos.
JAKARTA - Road show Tim Sembilan "inisiator Pansus Century" mendapatkan dukungan moral dari tokoh yang dikunjungi. Amien Rais, ketua MPP PAN, mendorong  para anggota pansus agar tak takut dalam menyatakan sikap. Termasuk menyebut nama orang-orang yang terlibat dalam bailout Rp 6,7 triliun itu.



"Semua fraksi, apalagi PAN, bicaralah yang benar, sebutkan nama (pejabat yang bertanggung jawab, Red). Karena namanya hidup dalam alam konkret, bukan alam siluman atau misteri, harus ada nama, ada jabatan, dan tanggung jawab," kata Amien saat menerima rombongan Tim Sembilan di kediamannya, Perumahan Taman Gandaria, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.



Sejumlah anggota Tim Sembilan yang hadir spontan bertepuk tangan mendengarkan penegasan tokoh reformasi itu. Mereka, antara lain, Maruarar Sirait (PDIP), Bambang Soesatyo (Partai Golkar), Andi Rahmat (PKS), Chandra Tirta Wijaya (PAN), dan Lili Wahid (PKB). Amien didampingi Wakil Ketua Umum DPP PAN Drajad Wibowo dan fungsionaris DPP PAN Ade Daud Nasution.

Kedatangan Tim Sembilan tersebut dimaksudkan untuk menjaga konsistensi dalam suasana yang berkembang di Pansus Century.  Dalam pandangan awal fraksi beberapa waktu lalu, mayoritas fraksi "PDIP, Golkar, PKS, PAN, PPP, Gerindra, dan Hanura" telah menyatakan adanya indikasi tindak pidana korupsi, perbankan, dan pencucian uang dalam proses penyelamatan Bank Century. Hanya dua fraski yang bersikap berbeda, yakni Demokrat dan PKB.

Agar suara mayoritas fraksi itu tetap terjaga, Tim Sembilan menemui sejumlah tokoh. Sebelum bertemu Amien, mereka sudah menjumpai Ketum PB NU Hasyim Muzadi dan Ketum Partai Hanura Wiranto. Rencananya, mereka juga akan bertemu Ketum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin dan Ketua Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

Pandangan Amien yang meminta pansus menyebut nama secara khusus ditujukan kepada Fraksi PAN yang menjadi ujung tombak partainya. Sejauh ini, di kalangan mitra koalisi SBY, baru Fraksi Partai Golkar dan FPKS yang berjanji untuk melakukannya. FPPP dan FPKB cenderung menolak.

Amien juga meminta FPAN konsisten terhadap pandangan awalnya. Dalam pandangan awal, FPAN menyebut telah menemukan 60 pelanggaran yang mengandung unsur tindak pidana perbankan, pencucian uang, dan korupsi. "Jadi, tiap fraksi yang sudah indah dan tampak berani di pandangan awal, jangan sampai pandangan akhirnya berbalik kanan. Nanti ditertawakan ayam dan rakyat," ujarnya.

Dia juga berharap pansus tidak goyah oleh berbagai ancaman atau iming-iming materi. "Begitu diancam, tiarap. Atau dikasih tumpukan (uang) yang gambarnya GeorgeWashington (dolar), terus tiarap, ya pansus nggak ada artinya," tegas Amien. Kalau pansus sampai kempes, dia memprediksi, dalam empat tahun mendatang, bangsa Indonesia akan disuguhi korupsi yang mungkin jauh lebih ganas.

Amien menambahkan, para politisi harus tetap berpikir rasional. Tak ada gunanya mengamankan kepentingan jangka pendek, tapi kepentingan jangka panjang malah hancur lebur.

"Semua presiden come and go, semua menteri come and go, kita juga come and go. Jangan sampai perhitungan punya sekian menteri, kalau dihilangkan, rugi berapa. Itu perhitungan taman kanak-kanak. Bukan perhitungan orang yang rasional, bermoral, beriman, dan percaya kepada hari akhir," tuturnya.

Amien menegaskan dirinya akan berusaha meyakinkan DPP PAN dan FPAN di DPR agar tetap konsisten terhadap sikapnya. "Saya bukan Ketum, hanya penasihat, tapi saya yakin masih didengar sedikit-sedikit," candanya. Bahkan, untuk membuktikan keseriusannya, Amien berjanji akan mengikuti langsung penyampaian pandangan akhir fraksi di Pansus Century dari atas balkon ruang rapat.

"Kalau Anda memerlukan dukungan, saya harus ke Senayan. I wil do my best. Saya akan datang ke balkon, insya Allah. Ini masalah to be or not to be," tandasnya.

Drajad Wibowo mengatakan, Ketua Umum DPP PAN Hatta Rajasa tentu akan mendengarkan tausiah Amien Rais. "Tapi, keputusannya nanti beliau (Hatta Rajasa) yang memutuskan sebagai pemegang tampuk kepemimpinan di PAN," kata Drajad.

Tampaknya, ada perbedaan sikap antara Amien Rais dan Hatta Rajasa yang saat pilpres lalu menjadi ketua Tim Pemenangan SBY-Boediono" "Sebenarnya tidak ada perbedaan. Tapi, bagaimana meramunya dalam sebuah sikap yang elegan," elak Drajad. (pri)
Share this article :

Posting Komentar

Masukan komentar di kolom ini. Saran anda sangat bermanfaat.
Hari gini nggak ikut TARBIYAH, Kontak kami segera via email di : pksdonggala@yahoo.co.id atau sms ke (+62852410 71237)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger