Latest Post

Remaja Indonesia Lebih Toleran

Written By Unknown on 27.5.11 | 27.5.11

Jakarta (ANTARA News) - Di tengah mengemukanya keprihatinan akan pudarnya nilai-nilai Pancasila di Indonesia, sebuah hasil studi lembaga riset pasar global, TNS, membawa kabar yang menyejukan. Ternyata remaja Indonesia lebih toleran dalam beragama ketimbang remaja lain di kawasan Asia Pasifik.

Dalam riset yang mempelajari pengaruh Internet terhadap perilaku remaja di Asia Pasifik, TNS menemukan bahwa 58 persen remaja Indonesia mengaku memiliki teman dekat dari agama yang berbeda sementara di kawasan Asia Pasifik hanya 32 persen remaja yang berkawan dengan rekan berlainan keyakinan.

Namun toleran tidak berarti agama adalah hal yang dikesampingan dalam keseharian mereka. Dalam riset yang sama TNS juga menemukan bahwa 95 persen remaja Indonesia masih menganggap agama sebagai aspek terpenting dalam hidup.

"Agama memiliki peran sangat penting bagi remaja Indonesia, tetapi pada saat yang sama mereka lebih terbuka menerima perbedaan dibandingkan rekan seumuran mereka di negara-negara Asia Pasifik lainnya," kata Riko Rahman, TNS Indonesia’s Youth Champion.

Selain toleransi, remaja Indonesia pun memandang pentingnya pendidikan untuk membangun masa depan yang cerah. Sayangnya sekira 30 persen dari remaja Indonesia mengatakan tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi selepas tamat dari sekolah menengah karena kekurangan biaya.

Menanggapi kenyataan itu Irene Ariyani, Senior Client Advisor di TNS Indonesia, menganjurkan perbankan untuk menyediakan fasilitas pinjaman untuk pendidikan.

"Pinjaman untuk pendidikan penting untuk menciptakan pendidikan tinggi yang terjangkau sehingga remaja Indonesia bisa merealisasikan potensi mereka," ujar Irene.
Editor: Suryanto

STRUKTUR DPD 2010-2015

SUSUNAN PENGURUS 
DEWAN PENGURUS DAERAH PARTAI KEADILAN SEJAHTERA
KABUPATEN DONGGALA
PERIODE 2010 - 2015 


Ketua Umum
(Takwin, S.Sos.I)


(Sekertaris Umum)
(Abd. Rasyid, A.Md)


 

Bendahara Umum
(Jattman Tampese)

Kaderisasi
(Nasrah Amirudin)
"TERUSLAH BEKERJA UNTUK INDONESIA"

Struktur DPD PKS Kab. Donggala (2005-2010)

Written By Unknown on 25.5.11 | 25.5.11

STRUKTUR DPD PKS 
KABUPATEN DONGGALA
2005 - 2010



 




  

Video Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah

Written By Unknown on 24.5.11 | 24.5.11


Ustz Yoyoh Yusroh

Indonesia telah kehilangan salah satu perempuan terbaiknya. Yoyoh Yusroh, seorang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol pada hari Sabtu, 21 Mei 2011. Empat hari sebelumnya, almarhumah yang juga merupakan fungsionaris DPP PKS ini sempat melakukan rekaman untuk salah satu kegiatan yang diadakan oleh PKS. Potongan dari rekaman tersebut telah diupload ke youtube dengan judul “Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah”. Redaksi dakwatuna.com mencoba menuangkan nasihat almarhumah dalam bentuk tulisan di bawah ini. Semoga bermanfaat.

***Ikhwan dan akhwat fillah, Alhamdulillah kita sebagai kader yang sudah berada dalam jalan dakwah ini dengan susah senangnya – saya yakin senangnya lebih banyak ya – susahnya ada, tapi kita berupaya untuk mengatasinya, karena semua yang kita lakukan dalam jalan dakwah “argo”nya tetap jalan, kita mendapatkan ridha Allah baik senang ataupun susah.

Dan kita berupaya untuk selalu mengajak orang lain ke dalam jalan dakwah ini dengan selalu mempertimbangkan sunnatullah. (Misalnya) bagaimana kita menghargai. Sunnatullah itu ‘kan (contohnya) semua manusia ada yang memiliki senioritas, ya kita hargai yang tua, kita sayangi yang muda, kita hargai yang kaya, kita sayangi yang miskin. Kita tempatkan orang sesuai dengan posisinya di masyarakat.

Kemudian kita berupaya untuk selalu menjaga intergritas pribadi kita sebagai seorang muslim, dengan misalnya kalau janji dengan orang lain kita tepati, kalau kita mendapatkan sesuatu dari orang lain kita berupaya untuk membalasnya.

Kemudian kita juga berupaya untuk – di manapun kita berada – kita adalah “on mission”. Karena kita yakin “if we are realize that we are on mission, we must keep the mission on”. Jadi kita selalu berupaya untuk menjaga misi ini jangan sampai misi kita off, tapi misi kita selalu on. Kita berada di manapun, di pemerintahan, sebagai legislatif, sebagai eksekutif, sebagai profesional, sebagai apa pun kita adalah on mission untuk menyampaikan risalah dakwah ini dan dakwah kita semakin banyak diminati oleh orang lain dan kerja kita semakin ringan tentunya dengan banyaknya pendukung-pendukung dakwah ini. Dan Insya Allah diri kita akan bertemu di Syurga.***

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


 Kalau Download Video disini : TaujihTerakhir Almarhumah Ustdz. Yoyoh Yusroh
*Nonton videonya lihat disumbernya : http://www.dakwatuna.com

Biarkan Kami Mencemburuimu

Written By Unknown on 22.5.11 | 22.5.11



(ode bagi bunda kami, yoyoh yusroh)
izinkan kami terus berjalan, bunda
jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjalan ke depan
dan tak akan pernah berhenti menapaki
* * *
tenanglah kini engkau meniti surgaNya, bunda
karena kami yakin dengan apa yang dijanjikanNya
langkahmu itu, tegarmu itu, kokohmu itu
tak ada yang bisa mengalahkanmu
tak ada yang sanggup menghentikanmu
semua kami cemburu
* * *
bergembiralah engkau di sisiNya, bunda
karena hanya itulah tempat yang bisa mengistirahatkanmu
kau telah habiskan waktu dan tenagamu dengan pengabdian
dengan pengorbanan, dengan perjuangan
habis, tanpa sisa, dunia telah engkau hadapi
kini saatnya istirah abadi
* * *
kami akan selalu mengenangmu, bunda
di sini, di dada ini, di langkah ini, di jalan ini
engkau tidak menulis buku-buku, karena engkau sibuk mencetak prestasi
engkau sibuk menyiapkan generasi
engkau sibuk menuliskan goresan kebaikan di setiap kesempatan
itulah yang akan selalu kami kenangkan
* * *
maka izinkan kami terus berjalan, bunda
sungguh, jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjaga dengan sepenuh kesadaran dan kecintaan
dan kami tak akan pernah berhenti menapaki jalan ini
* * *
terang benderang jalanmu ini, bunda
jalan yang menghantarkanmu ke haribanNya
jalan yang menghantarkanmu mendapatkan surgaNya
jalan kenabian yang selalu mengajarkan kesetiaan
tak akan kami mengkhianatinya
* * *
tunggu kami di taman-taman keindahan itu, bunda
sebab kami hanya menanti janji
saatnya pasti kami tepati, menemanimu bercengkerama
di taman-taman indah itu
kini, biarkan kami mencemburuimu

Kota Palu, 21 Mei 2011

Selamat Jalan Ustadzah "YOYOH YUSROH"

Written By Unknown on 21.5.11 | 21.5.11

Jakarta - Anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh meninggal dunia karena kecelakaan di Cirebon, Jawa Barat. Rencananya, politisi PKS tersebut akan dimakamkan di kampung halamannya di Tangerang.

Hal ini disampaikan oleh asisten pribadi Yoyoh, Evi. Menurut dia, Tangerang adalah daerah asal ibunda Yoyoh.

"Di daerah kecamatan Benda, Tangerang. Dekat masjid Al-Munawaroh," ujar Evi kepada detikcom, Sabtu (21/5/2011).

Evi belum mengetahui kronologi kecelakaan yang dialami oleh ibu dari 13 anak tersebut. Saat ini, Evi sedang dalam perjalanan menuju Cirebon.

"Saya masih harus ke sana sekarang," ucapnya.

Yoyoh Yusroh meninggal karena kecelakaan di Cirebon, Jawa Barat. Innalillahi. Jenazah kini disemayamkan di rumah sakit Mitra Keluarga Plumbon Cirebon.

Kabar duka ini diterima para pejabat PKS pukul 03.30 WIB dinihari. Menurut politisi PKS Mabruri, saat itu Yoyoh sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta setelah menghadiri acara wisuda anaknya di UGM.

Di dalam mobil, terdapat suami dan anak-anak Yoyoh. Namun, kondisi mereka saat ini masih mendapat perawatan.

Yoyoh adalah salah seorang tokoh pendiri PKS. Wanita yang biasa disapa ustadzah Yoyoh ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja.

Ibu dari 13 orang anak ini lahir di Tangerang, 14 November 1962. Dia menjadi anggota DPR sejak tahun 1999 dan sudah menempati sejumlah komisi.

Yoyoh juga kini aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia

Sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001.

Selamat jalan Ustadzah...

*)Sumber : detikNews.com

AKTIFIS YANG SIAP JADI QIYADAH ATAU JUNDI


”Banyak orang yang bisa berbicara namun sedikit yang mampu mewujudkannya kedalam amal nyata. Banyak yang bisa beramal, namun tak banyak yang mampu menjaga ( membuat kontinyu ) amalnya. Dan banyak yang menjaga amalnya, namun sedikit yang mampu melakukannya dengan kualitas jihad.Perseteruan al haq dengan al bathil, seperti sabda Rasulullah akan terus berlanjut hingga akhir zaman. Front (medan) pertarungan itu mencakup seluruh isi kehidupan. Dan perseteruan itu juga terjadi pada pendukung al haq dan al bathil. Budaya permissive dengan segala turunannya ( laki-laki beranting, wanita ber-rok mini, makan minum berdiri dll ) dilawan dengan budaya sunnah ( lelaki berjanggut dan para perempuan menggunakan jilbab ), system ekonomi ribawi versus system ekonomi tanpa riba (bagi hasil). Pendeknya, seperti kata as syahid sayyid qutb dalam ma’alim fi at thariq, “tak akan ada persentuhan (perdamaian) antara al haq dan al bathil pada satu  titik pun”.

Dan karakteristik pertarungan antara al haq dan al bathil, meminjam istilah ilmuwan social, seperti dua kelompok yang sedang memainkan permainan tarik tambang. Kendor sedikit, kerugian yang dialami salah satu pemain tak bisa dibayangkan. Karena itu, tidak hanya amal yang mesti dipersiapkan oleh para aktivis. Namun juga konsistensi dan komitmen untuk beramal terus menerus dengan kualitas yang tinggi.

Inilah yang diminta imam syahid hasan al banna tatkala ia berkata,”banyak orang yang bisa berbicara namun sedikit yang mampu mewujudkannya kedalam amal nyata. Banyak yang bisa beramal, namun tak banyak yang mampu menjaga ( membuat kontinyu ) amalnya. Dan banyak yang menjaga amalnya, namun sedikit yang mampu melakukannya dengan kualitas jihad. Artinya, yang diminta dari kita tak sekedar amal ( QS.At Taubah : 105 ) tapi juga konsistensi dan kualitas amal. Seperti dalam Al qur’an surat al-anfaal ayat ke-60, yang mampu menggetarkan semua musuh2 Allah.

Untuk itu, seorang aktivispun tak boleh lengah dalam permainan tarik tambang tadi. Kelemahan pada aktivitas bisa menular pada yang lain. Disinilah pentingnya seorang pemimpin. Agar kordinasi dan komando dapat berlangsung efektif. Dan tiap aktivis harus selalu siap menjadi satu diantara dua : menjadi qiyadah atau jundiyah.

Kadang kesiapan menjadi qiyadah lebih mudah dilaksanakan. Namun menyiapkan diri untuk tho’at, disiplin dan siap diperintah (menjadi jundi) terkadang jauh lebih sulit. Kita lebih ingin mengatur ketimbang diatur. Padahal menjadi jundi yang baik sama besar perannya dan kontribusinya dengan menjadi pemimpin yang baik.

Kepemimpinan dan keprajuritan dalam permainan tarik tambang tadi sangatlah menentukan. Dengan kordinasi inilah bisa dilakukan pembagian tugas yang adil dan mempertimbangkan berbagai kondisi yang melingkupi semua peserta. Jika yang satu lelah akan diketahui dan digantkan perannya oleh yang lain sesegara mungkin. Karena keterlambatan dalam mengambil sikap dan keputusan dalam permainan tarik tambang bisa berakibat bobolnya pertahanan tim secara keseluruhan.

Permainan tarik tambang ini, suatu saat pasti akan dimenangkan para prajurit Allah, sebagaimana janji Allah:” dan prajurit Allah-lah yang akan menang .. ( QS. Al Maidah : 56 ). Tinggal masalahnya sekarang adalah, sudahkah karakteristik jundullah sudah ada dalam diri kita ?.
WaAllahu ‘Alam

*)Sumber : Klik disini

PRO-KONTRA PEMINDAHAN PASAR INPRES DONGGALA

Written By Unknown on 19.5.11 | 19.5.11

MENANTI JAWABAN
PRO-KONTRA PEMINDAHAN PASAR INPRES DONGGALA
by. Abd. Rasyid, A.Md
Adipura Donggala ???
Riuh pikuk aktivitas jual-beli di pasar Inpres Donggala seolah menggambarkan geliat ekonomi yang menjanjikan, namun jika ditelusuri secara lebih detil maka akan tampak sejumlah problem dan gerut wajah dari para pedagang yang cenderung mengeluhkan lesunya daya beli masyarakat Kota Donggala. Dalam seminggu Pasar Ipnres Kota Donggala tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional di desa-desa pelosok, yaitu keramaian jual-beli hanya pada hari senin dan Jum’at saja. Hal ini berarti bahwa geliat ekonomi dan perputaran modal belum menjanjikan dan sangat jauh dari harapan.

Jika melihat kondisi Ril tersebut, maka dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Donggala untuk memindahkan Pasar Inpres Donggala ke Kelurahan Ganti patut dicermati secara serius, setidaknya melalui pertimbangan yaitu :

Pertama asumsi Pemda (yang berarti telah melalui berbagai macam analisis untung-rugi, potensi-hambatan, dsb) bahwa pemindahan pasar adalah solusi praktis dan berjangka panjang bagi kemajuan ekonomi masyarakat. Kedua pemindahan pasar guna meningkatkan keindahan Kota Donggala dan menghindari kesemerawutan akibat letak Pasar yang berada persis di jantung Kota Donggala.

Jika demikian pertimbangan sederhana yang diambil, maka selanjutnya akan muncul pertanyaan lanjutan, yaitu :

Pertama mengapa Pemda tidak lebih dahulu memberikan solusi yang berdampak ekonomi secara langsung, seperti memprioritaskan pembeli-potensial (PNS Donggala yang dominan bermukim dipalu) terlebih dahulu harus bermukim di Donggala, dibandingkan memindahkan pasar?

Kedua, Jika pemindahan pasar adalah untuk kemaslahatan masyarakat umum, maka terlebih dahulu harus diperjelas urgensi pemindahan pasar secara ekonomis terkhusus bagi pelaku pasar (yakni pedagang, pembeli, tukang becak, ojek dll), apakah benar jika pasar dipindahkan maka secara otomatis daya beli akan meningkat? Sudahkan dikaji lebih dalam bahwa sesuatu yang berpindah tempat pasti membutuhkan waktu yang lama untuk kondisi yang stabil, bagaimanakah dengan nasib para pedagang yang mayoritas bermodalkan pinjaman di Bank atau ditempat lain?

Inilah kiranya yang patut untuk segera disikapi dengan bijak dan penuh tanggung jawab, sehingga jangan sampai roda pembangunan yang nampak secara fisik lebih diperioritaskan dibandingkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat pasar, dan jangan sampai hanya demi sebuah penghargaan Adipura rakyat jelata diajak untuk berpura-pura.

Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh semua pihak yang berkepentingan di dalam aktivitas pasar, yaitu :

Pertama pihak DPRD mendesak agar perencanaan pemindahan harus ditinjau ulang, dan melakukan investigasi baik dalam hal penggunaan anggaran pembangunan maupun kebijakan Pemda yang terkesan “memaksakan” pemindahan tersebut. Karena jangan sampai ada dugaan penyahlgunaan kekuasaan untuk kepentingan tertentu terhadap kebijakan pemindahan pasar yang terkesan tidak siap (baik fisik bangunan maupun fasilitas penunjang keberadaan sebuah pasar).  

Kedua pelaku pasar (terkhusus pedagang) secara pro aktif dengan prinsip kemaslahatan bersama secara sukarela dan bahu membahu melakukan monitoring ketat terhadap semua aspek formal-konstitusional, sehingga mereka memahami posisi dan hak-haknya. Sehingga hal-hal yang dapat memperkeruh suasana dapat terhindari.

Inilah sekelumit pro kontra pemindahan pasar Inpres Donggala, yang senantiasa menjadi irama di sela-sela hiruk pikuk para pedagang pasar, tidak sedikit orang yang banyak berharap terhadap aktivitas pasar yang kondusif, kondisi pasar yang nyaman dan aman. Namun dibalik itu semua selalu ada saja riak-riak yang menjadi batu sandung dari pencapaian itu.     
            
             

PKS Sulawesi Akan Perkuat Konsolidasi


INILAH.COM, Makassar - Untuk memperkuat konsolidasi antar kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sulawesi, mengelar diklat kepemimpinan untuk seluruh Wilayah Dakwa Sulawesi (WIDASI).

Menurut Andi Akmal Pasluddin, ketua DPW PKS Sulsel, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesolidan PKS se Sulawesi untuk tetap bekerja di tengah masyarakat. Sehingga setelah kegiatan tersebut diharapkan supaya PKS se-Sulawesi lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat di semua daerah.

"Kita mengharapkan setelah diklat kepemimpinan ini, semua DPW se-Sulawesi akan lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, baik itu bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan semua aspek," Ujar Andi Akmal, di Makassar, Rabu (18/5/2011).

Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid mulai tanggal 20 - 22 Mei 2011 mendatang. Andi mengatakan Diklat ini rencananya akan dibuka oleh presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq. “Insya Allah presiden partai akan membuka acara itu, dan akan ditutup oleh sekjend, Anis Matta, Lc," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan pelatihan akan diikuti oleh enam DPW di Sulawesi, diantaranya, Sulsel, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara. Keenam DPW itu mengutus ketua DPW, Sekretaris, Bendahara dan semua ketua bidang. [bay]

*)Sumber : inilah.com

PKS Sulawesi Akan Perkuat Konsolidasi


INILAH.COM, Makassar - Untuk memperkuat konsolidasi antar kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sulawesi, mengelar diklat kepemimpinan untuk seluruh Wilayah Dakwa Sulawesi (WIDASI).

Menurut Andi Akmal Pasluddin, ketua DPW PKS Sulsel, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesolidan PKS se Sulawesi untuk tetap bekerja di tengah masyarakat. Sehingga setelah kegiatan tersebut diharapkan supaya PKS se-Sulawesi lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat di semua daerah.

"Kita mengharapkan setelah diklat kepemimpinan ini, semua DPW se-Sulawesi akan lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, baik itu bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan semua aspek," Ujar Andi Akmal, di Makassar, Rabu (18/5/2011).

Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid mulai tanggal 20 - 22 Mei 2011 mendatang. Andi mengatakan Diklat ini rencananya akan dibuka oleh presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq. “Insya Allah presiden partai akan membuka acara itu, dan akan ditutup oleh sekjend, Anis Matta, Lc," ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan pelatihan akan diikuti oleh enam DPW di Sulawesi, diantaranya, Sulsel, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara. Keenam DPW itu mengutus ketua DPW, Sekretaris, Bendahara dan semua ketua bidang. [bay]

*)Sumber : inilah.com
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger