Latest Post
27.5.11
Remaja Indonesia Lebih Toleran
Written By Unknown on 27.5.11 | 27.5.11
Jakarta (ANTARA News) - Di tengah mengemukanya keprihatinan akan
pudarnya nilai-nilai Pancasila di Indonesia, sebuah hasil studi lembaga
riset pasar global, TNS, membawa kabar yang menyejukan. Ternyata remaja
Indonesia lebih toleran dalam beragama ketimbang remaja lain di kawasan
Asia Pasifik.
Dalam riset yang mempelajari pengaruh Internet terhadap perilaku remaja di Asia Pasifik, TNS menemukan bahwa 58 persen remaja Indonesia mengaku memiliki teman dekat dari agama yang berbeda sementara di kawasan Asia Pasifik hanya 32 persen remaja yang berkawan dengan rekan berlainan keyakinan.
Namun toleran tidak berarti agama adalah hal yang dikesampingan dalam keseharian mereka. Dalam riset yang sama TNS juga menemukan bahwa 95 persen remaja Indonesia masih menganggap agama sebagai aspek terpenting dalam hidup.
"Agama memiliki peran sangat penting bagi remaja Indonesia, tetapi pada saat yang sama mereka lebih terbuka menerima perbedaan dibandingkan rekan seumuran mereka di negara-negara Asia Pasifik lainnya," kata Riko Rahman, TNS Indonesia’s Youth Champion.
Selain toleransi, remaja Indonesia pun memandang pentingnya pendidikan untuk membangun masa depan yang cerah. Sayangnya sekira 30 persen dari remaja Indonesia mengatakan tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi selepas tamat dari sekolah menengah karena kekurangan biaya.
Menanggapi kenyataan itu Irene Ariyani, Senior Client Advisor di TNS Indonesia, menganjurkan perbankan untuk menyediakan fasilitas pinjaman untuk pendidikan.
"Pinjaman untuk pendidikan penting untuk menciptakan pendidikan tinggi yang terjangkau sehingga remaja Indonesia bisa merealisasikan potensi mereka," ujar Irene.
Editor: Suryanto
Dalam riset yang mempelajari pengaruh Internet terhadap perilaku remaja di Asia Pasifik, TNS menemukan bahwa 58 persen remaja Indonesia mengaku memiliki teman dekat dari agama yang berbeda sementara di kawasan Asia Pasifik hanya 32 persen remaja yang berkawan dengan rekan berlainan keyakinan.
Namun toleran tidak berarti agama adalah hal yang dikesampingan dalam keseharian mereka. Dalam riset yang sama TNS juga menemukan bahwa 95 persen remaja Indonesia masih menganggap agama sebagai aspek terpenting dalam hidup.
"Agama memiliki peran sangat penting bagi remaja Indonesia, tetapi pada saat yang sama mereka lebih terbuka menerima perbedaan dibandingkan rekan seumuran mereka di negara-negara Asia Pasifik lainnya," kata Riko Rahman, TNS Indonesia’s Youth Champion.
Selain toleransi, remaja Indonesia pun memandang pentingnya pendidikan untuk membangun masa depan yang cerah. Sayangnya sekira 30 persen dari remaja Indonesia mengatakan tidak akan melanjutkan ke perguruan tinggi selepas tamat dari sekolah menengah karena kekurangan biaya.
Menanggapi kenyataan itu Irene Ariyani, Senior Client Advisor di TNS Indonesia, menganjurkan perbankan untuk menyediakan fasilitas pinjaman untuk pendidikan.
"Pinjaman untuk pendidikan penting untuk menciptakan pendidikan tinggi yang terjangkau sehingga remaja Indonesia bisa merealisasikan potensi mereka," ujar Irene.
Editor: Suryanto
*Sumber : http://antaranews.com
Label:
Nilai Pancasila,
Remaja
25.5.11
Struktur DPD PKS Kab. Donggala (2005-2010)
Written By Unknown on 25.5.11 | 25.5.11
Label:
Struktur 2005-2010
24.5.11

Indonesia telah kehilangan salah satu perempuan terbaiknya. Yoyoh Yusroh, seorang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol pada hari Sabtu, 21 Mei 2011. Empat hari sebelumnya, almarhumah yang juga merupakan fungsionaris DPP PKS ini sempat melakukan rekaman untuk salah satu kegiatan yang diadakan oleh PKS. Potongan dari rekaman tersebut telah diupload ke youtube dengan judul “Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah”. Redaksi dakwatuna.com mencoba menuangkan nasihat almarhumah dalam bentuk tulisan di bawah ini. Semoga bermanfaat.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kalau Download Video disini : TaujihTerakhir Almarhumah Ustdz. Yoyoh Yusroh
*Nonton videonya lihat disumbernya : http://www.dakwatuna.com
Video Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah
Written By Unknown on 24.5.11 | 24.5.11
Ustz Yoyoh Yusroh
Indonesia telah kehilangan salah satu perempuan terbaiknya. Yoyoh Yusroh, seorang anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan tunggal di jalan tol pada hari Sabtu, 21 Mei 2011. Empat hari sebelumnya, almarhumah yang juga merupakan fungsionaris DPP PKS ini sempat melakukan rekaman untuk salah satu kegiatan yang diadakan oleh PKS. Potongan dari rekaman tersebut telah diupload ke youtube dengan judul “Nasihat Terakhir Ustadzah Yoyoh Yusroh untuk Para Kader Dakwah”. Redaksi dakwatuna.com mencoba menuangkan nasihat almarhumah dalam bentuk tulisan di bawah ini. Semoga bermanfaat.
***Ikhwan
dan akhwat fillah, Alhamdulillah kita sebagai kader yang sudah berada
dalam jalan dakwah ini dengan susah senangnya – saya yakin senangnya
lebih banyak ya – susahnya ada, tapi kita berupaya untuk mengatasinya,
karena semua yang kita lakukan dalam jalan dakwah “argo”nya tetap jalan,
kita mendapatkan ridha Allah baik senang ataupun susah.
Dan kita
berupaya untuk selalu mengajak orang lain ke dalam jalan dakwah ini
dengan selalu mempertimbangkan sunnatullah. (Misalnya) bagaimana kita
menghargai. Sunnatullah itu ‘kan (contohnya) semua manusia ada yang
memiliki senioritas, ya kita hargai yang tua, kita sayangi yang muda,
kita hargai yang kaya, kita sayangi yang miskin. Kita tempatkan orang
sesuai dengan posisinya di masyarakat.
Kemudian kita berupaya
untuk selalu menjaga intergritas pribadi kita sebagai seorang muslim,
dengan misalnya kalau janji dengan orang lain kita tepati, kalau kita
mendapatkan sesuatu dari orang lain kita berupaya untuk membalasnya.
Kemudian
kita juga berupaya untuk – di manapun kita berada – kita adalah “on
mission”. Karena kita yakin “if we are realize that we are on mission,
we must keep the mission on”. Jadi kita selalu berupaya untuk menjaga
misi ini jangan sampai misi kita off, tapi misi kita selalu on. Kita
berada di manapun, di pemerintahan, sebagai legislatif, sebagai
eksekutif, sebagai profesional, sebagai apa pun kita adalah on mission
untuk menyampaikan risalah dakwah ini dan dakwah kita semakin banyak
diminati oleh orang lain dan kerja kita semakin ringan tentunya dengan
banyaknya pendukung-pendukung dakwah ini. ***
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Kalau Download Video disini : TaujihTerakhir Almarhumah Ustdz. Yoyoh Yusroh
*Nonton videonya lihat disumbernya : http://www.dakwatuna.com
Label:
featured,
Taujih Tokoh,
Ustdz.Yoyoh Yusroh
22.5.11
izinkan kami terus berjalan, bunda
jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjalan ke depan
dan tak akan pernah berhenti menapaki
karena kami yakin dengan apa yang dijanjikanNya
langkahmu itu, tegarmu itu, kokohmu itu
tak ada yang bisa mengalahkanmu
tak ada yang sanggup menghentikanmu
semua kami cemburu
karena hanya itulah tempat yang bisa mengistirahatkanmu
kau telah habiskan waktu dan tenagamu dengan pengabdian
dengan pengorbanan, dengan perjuangan
habis, tanpa sisa, dunia telah engkau hadapi
kini saatnya istirah abadi
di sini, di dada ini, di langkah ini, di jalan ini
engkau tidak menulis buku-buku, karena engkau sibuk mencetak prestasi
engkau sibuk menyiapkan generasi
engkau sibuk menuliskan goresan kebaikan di setiap kesempatan
itulah yang akan selalu kami kenangkan
sungguh, jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjaga dengan sepenuh kesadaran dan kecintaan
dan kami tak akan pernah berhenti menapaki jalan ini
jalan yang menghantarkanmu ke haribanNya
jalan yang menghantarkanmu mendapatkan surgaNya
jalan kenabian yang selalu mengajarkan kesetiaan
tak akan kami mengkhianatinya
sebab kami hanya menanti janji
saatnya pasti kami tepati, menemanimu bercengkerama
di taman-taman indah itu
kini, biarkan kami mencemburuimu

Kota Palu, 21 Mei 2011
Biarkan Kami Mencemburuimu
Written By Unknown on 22.5.11 | 22.5.11
by Ust. Cahyadi Takariawan
(ode bagi bunda kami, yoyoh yusroh)izinkan kami terus berjalan, bunda
jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjalan ke depan
dan tak akan pernah berhenti menapaki
* * *
tenanglah kini engkau meniti surgaNya, bundakarena kami yakin dengan apa yang dijanjikanNya
langkahmu itu, tegarmu itu, kokohmu itu
tak ada yang bisa mengalahkanmu
tak ada yang sanggup menghentikanmu
semua kami cemburu
* * *
bergembiralah engkau di sisiNya, bundakarena hanya itulah tempat yang bisa mengistirahatkanmu
kau telah habiskan waktu dan tenagamu dengan pengabdian
dengan pengorbanan, dengan perjuangan
habis, tanpa sisa, dunia telah engkau hadapi
kini saatnya istirah abadi
* * *
kami akan selalu mengenangmu, bundadi sini, di dada ini, di langkah ini, di jalan ini
engkau tidak menulis buku-buku, karena engkau sibuk mencetak prestasi
engkau sibuk menyiapkan generasi
engkau sibuk menuliskan goresan kebaikan di setiap kesempatan
itulah yang akan selalu kami kenangkan
* * *
maka izinkan kami terus berjalan, bundasungguh, jangan khawatirkan langkah kami
sebab kami telah mengerti arah jalan yang kau retaskan untuk kami
di situlah kami selalu berjaga dengan sepenuh kesadaran dan kecintaan
dan kami tak akan pernah berhenti menapaki jalan ini
* * *
terang benderang jalanmu ini, bundajalan yang menghantarkanmu ke haribanNya
jalan yang menghantarkanmu mendapatkan surgaNya
jalan kenabian yang selalu mengajarkan kesetiaan
tak akan kami mengkhianatinya
* * *
tunggu kami di taman-taman keindahan itu, bundasebab kami hanya menanti janji
saatnya pasti kami tepati, menemanimu bercengkerama
di taman-taman indah itu
kini, biarkan kami mencemburuimu
Kota Palu, 21 Mei 2011
Label:
Ust. Cah
21.5.11
Selamat Jalan Ustadzah "YOYOH YUSROH"
Written By Unknown on 21.5.11 | 21.5.11
Jakarta -
Anggota Komisi I DPR Yoyoh Yusroh meninggal dunia karena kecelakaan di
Cirebon, Jawa Barat. Rencananya, politisi PKS tersebut akan dimakamkan
di kampung halamannya di Tangerang.
Hal ini disampaikan oleh asisten pribadi Yoyoh, Evi. Menurut dia, Tangerang adalah daerah asal ibunda Yoyoh.
"Di daerah kecamatan Benda, Tangerang. Dekat masjid Al-Munawaroh," ujar Evi kepada detikcom, Sabtu (21/5/2011).
Evi belum mengetahui kronologi kecelakaan yang dialami oleh ibu dari 13 anak tersebut. Saat ini, Evi sedang dalam perjalanan menuju Cirebon.
"Saya masih harus ke sana sekarang," ucapnya.
Yoyoh Yusroh meninggal karena kecelakaan di Cirebon, Jawa Barat. Innalillahi. Jenazah kini disemayamkan di rumah sakit Mitra Keluarga Plumbon Cirebon.
Kabar duka ini diterima para pejabat PKS pukul 03.30 WIB dinihari. Menurut politisi PKS Mabruri, saat itu Yoyoh sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta setelah menghadiri acara wisuda anaknya di UGM.
Di dalam mobil, terdapat suami dan anak-anak Yoyoh. Namun, kondisi mereka saat ini masih mendapat perawatan.
Yoyoh adalah salah seorang tokoh pendiri PKS. Wanita yang biasa disapa ustadzah Yoyoh ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja.
Ibu dari 13 orang anak ini lahir di Tangerang, 14 November 1962. Dia menjadi anggota DPR sejak tahun 1999 dan sudah menempati sejumlah komisi.
Yoyoh juga kini aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia
Sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001.
Hal ini disampaikan oleh asisten pribadi Yoyoh, Evi. Menurut dia, Tangerang adalah daerah asal ibunda Yoyoh.
"Di daerah kecamatan Benda, Tangerang. Dekat masjid Al-Munawaroh," ujar Evi kepada detikcom, Sabtu (21/5/2011).
Evi belum mengetahui kronologi kecelakaan yang dialami oleh ibu dari 13 anak tersebut. Saat ini, Evi sedang dalam perjalanan menuju Cirebon.
"Saya masih harus ke sana sekarang," ucapnya.
Yoyoh Yusroh meninggal karena kecelakaan di Cirebon, Jawa Barat. Innalillahi. Jenazah kini disemayamkan di rumah sakit Mitra Keluarga Plumbon Cirebon.
Kabar duka ini diterima para pejabat PKS pukul 03.30 WIB dinihari. Menurut politisi PKS Mabruri, saat itu Yoyoh sedang dalam perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta setelah menghadiri acara wisuda anaknya di UGM.
Di dalam mobil, terdapat suami dan anak-anak Yoyoh. Namun, kondisi mereka saat ini masih mendapat perawatan.
Yoyoh adalah salah seorang tokoh pendiri PKS. Wanita yang biasa disapa ustadzah Yoyoh ini dikenal sebagai sosok yang sederhana dan bersahaja.
Ibu dari 13 orang anak ini lahir di Tangerang, 14 November 1962. Dia menjadi anggota DPR sejak tahun 1999 dan sudah menempati sejumlah komisi.
Yoyoh juga kini aktif sebagai anggota Dewan Pakar ICMI Tahun 2005-2010, bidang Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Lansia
Sejumlah tanda jasa pun pernah diterimanya, seperti International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2000, International Muslim Women Union (IMWU) tahun 2003, dan Mubaligh National dari Departemen Agama Pusat tahun 2001.
Selamat jalan Ustadzah...
*)Sumber : detikNews.com
Label:
Berita Duka
21.5.11
”Banyak
orang yang bisa berbicara namun sedikit yang mampu mewujudkannya
kedalam amal nyata. Banyak yang bisa beramal, namun tak banyak yang
mampu menjaga ( membuat kontinyu ) amalnya. Dan banyak yang menjaga
amalnya, namun sedikit yang mampu melakukannya dengan kualitas jihad.Perseteruan al haq dengan al bathil, seperti sabda Rasulullah akan
terus berlanjut hingga akhir zaman. Front (medan) pertarungan itu
mencakup seluruh isi kehidupan. Dan perseteruan itu juga terjadi pada
pendukung al haq dan al bathil. Budaya permissive dengan segala
turunannya ( laki-laki beranting, wanita ber-rok mini, makan minum
berdiri dll ) dilawan dengan budaya sunnah ( lelaki berjanggut dan para
perempuan menggunakan jilbab ), system ekonomi ribawi versus system
ekonomi tanpa riba (bagi hasil). Pendeknya, seperti kata as syahid
sayyid qutb dalam ma’alim fi at thariq, “tak akan ada persentuhan (perdamaian) antara al haq dan al bathil pada satu titik pun”.
AKTIFIS YANG SIAP JADI QIYADAH ATAU JUNDI
”Banyak
orang yang bisa berbicara namun sedikit yang mampu mewujudkannya
kedalam amal nyata. Banyak yang bisa beramal, namun tak banyak yang
mampu menjaga ( membuat kontinyu ) amalnya. Dan banyak yang menjaga
amalnya, namun sedikit yang mampu melakukannya dengan kualitas jihad.Perseteruan al haq dengan al bathil, seperti sabda Rasulullah akan
terus berlanjut hingga akhir zaman. Front (medan) pertarungan itu
mencakup seluruh isi kehidupan. Dan perseteruan itu juga terjadi pada
pendukung al haq dan al bathil. Budaya permissive dengan segala
turunannya ( laki-laki beranting, wanita ber-rok mini, makan minum
berdiri dll ) dilawan dengan budaya sunnah ( lelaki berjanggut dan para
perempuan menggunakan jilbab ), system ekonomi ribawi versus system
ekonomi tanpa riba (bagi hasil). Pendeknya, seperti kata as syahid
sayyid qutb dalam ma’alim fi at thariq, “tak akan ada persentuhan (perdamaian) antara al haq dan al bathil pada satu titik pun”.
Dan karakteristik pertarungan antara al haq dan al bathil, meminjam
istilah ilmuwan social, seperti dua kelompok yang sedang memainkan
permainan tarik tambang. Kendor sedikit, kerugian yang dialami salah
satu pemain tak bisa dibayangkan. Karena itu, tidak hanya amal yang
mesti dipersiapkan oleh para aktivis. Namun juga konsistensi dan
komitmen untuk beramal terus menerus dengan kualitas yang tinggi.
Inilah yang diminta imam syahid hasan al banna tatkala ia berkata,”banyak
orang yang bisa berbicara namun sedikit yang mampu mewujudkannya
kedalam amal nyata. Banyak yang bisa beramal, namun tak banyak yang
mampu menjaga ( membuat kontinyu ) amalnya. ”.
Artinya, yang diminta dari kita tak sekedar amal ( QS.At Taubah : 105 )
tapi juga konsistensi dan kualitas amal. Seperti dalam Al qur’an surat
al-anfaal ayat ke-60, yang mampu menggetarkan semua musuh2 Allah.
Untuk itu, seorang aktivispun tak boleh lengah dalam permainan tarik
tambang tadi. Kelemahan pada aktivitas bisa menular pada yang lain.
Disinilah pentingnya seorang pemimpin. Agar kordinasi dan komando dapat
berlangsung efektif. Dan tiap aktivis harus selalu siap menjadi satu
diantara dua : menjadi qiyadah atau jundiyah.
Kadang kesiapan menjadi qiyadah lebih mudah dilaksanakan. Namun
menyiapkan diri untuk tho’at, disiplin dan siap diperintah (menjadi
jundi) terkadang jauh lebih sulit. Kita lebih ingin mengatur ketimbang
diatur. Padahal menjadi jundi yang baik sama besar perannya dan
kontribusinya dengan menjadi pemimpin yang baik.
Kepemimpinan dan keprajuritan dalam permainan tarik tambang tadi
sangatlah menentukan. Dengan kordinasi inilah bisa dilakukan pembagian
tugas yang adil dan mempertimbangkan berbagai kondisi yang melingkupi
semua peserta. Jika yang satu lelah akan diketahui dan digantkan
perannya oleh yang lain sesegara mungkin. Karena keterlambatan dalam
mengambil sikap dan keputusan dalam permainan tarik tambang bisa
berakibat bobolnya pertahanan tim secara keseluruhan.
Permainan tarik tambang ini, suatu saat pasti akan dimenangkan para prajurit Allah, sebagaimana janji Allah:” dan prajurit Allah-lah yang akan menang .. ( QS. Al Maidah : 56 ). Tinggal masalahnya sekarang adalah, sudahkah karakteristik jundullah sudah ada dalam diri kita ?.
WaAllahu ‘Alam
*)Sumber : Klik disini
19.5.11
PRO-KONTRA PEMINDAHAN PASAR INPRES DONGGALA
Written By Unknown on 19.5.11 | 19.5.11
MENANTI JAWABAN
PRO-KONTRA PEMINDAHAN PASAR INPRES DONGGALA
by. Abd. Rasyid, A.Md
![]() |
| Adipura Donggala ??? |
Riuh pikuk aktivitas
jual-beli di pasar Inpres Donggala seolah menggambarkan geliat ekonomi yang
menjanjikan, namun jika ditelusuri secara lebih detil maka akan tampak sejumlah
problem dan gerut wajah dari para pedagang yang cenderung mengeluhkan lesunya daya
beli masyarakat Kota Donggala. Dalam seminggu Pasar Ipnres Kota Donggala tidak
jauh berbeda dengan pasar tradisional di desa-desa pelosok, yaitu keramaian
jual-beli hanya pada hari senin dan Jum’at saja. Hal ini berarti bahwa geliat
ekonomi dan perputaran modal belum menjanjikan dan sangat jauh dari harapan.
Jika melihat kondisi
Ril tersebut, maka dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah melalui Dinas
Perindustrian dan Perdagangan Donggala untuk memindahkan Pasar Inpres Donggala
ke Kelurahan Ganti patut dicermati secara serius, setidaknya melalui
pertimbangan yaitu :
Pertama asumsi
Pemda (yang berarti telah melalui berbagai macam analisis untung-rugi, potensi-hambatan,
dsb) bahwa pemindahan pasar adalah solusi praktis dan berjangka panjang bagi
kemajuan ekonomi masyarakat. Kedua
pemindahan pasar guna meningkatkan keindahan Kota Donggala dan menghindari
kesemerawutan akibat letak Pasar yang berada persis di jantung Kota Donggala.
Jika demikian
pertimbangan sederhana yang diambil, maka selanjutnya akan muncul pertanyaan lanjutan,
yaitu :
Pertama mengapa
Pemda tidak lebih dahulu memberikan solusi yang berdampak ekonomi secara
langsung, seperti memprioritaskan pembeli-potensial
(PNS Donggala yang dominan bermukim dipalu) terlebih dahulu harus bermukim
di Donggala, dibandingkan memindahkan pasar?
Kedua, Jika pemindahan
pasar adalah untuk kemaslahatan masyarakat umum, maka terlebih dahulu harus
diperjelas urgensi pemindahan pasar secara ekonomis terkhusus bagi pelaku pasar
(yakni pedagang, pembeli, tukang becak, ojek dll), apakah benar jika pasar dipindahkan
maka secara otomatis daya beli akan meningkat? Sudahkan dikaji lebih dalam
bahwa sesuatu yang berpindah tempat pasti membutuhkan waktu yang lama untuk
kondisi yang stabil, bagaimanakah dengan nasib para pedagang yang mayoritas
bermodalkan pinjaman di Bank atau ditempat lain?
Inilah kiranya yang
patut untuk segera disikapi dengan bijak dan penuh tanggung jawab, sehingga
jangan sampai roda pembangunan yang nampak secara fisik lebih diperioritaskan
dibandingkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat pasar, dan jangan sampai
hanya demi sebuah penghargaan Adipura rakyat jelata diajak untuk berpura-pura.
Setidaknya ada
beberapa hal yang dapat dilakukan oleh semua pihak yang berkepentingan di dalam
aktivitas pasar, yaitu :
Pertama pihak
DPRD mendesak agar perencanaan pemindahan harus ditinjau ulang, dan melakukan
investigasi baik dalam hal penggunaan anggaran pembangunan maupun kebijakan
Pemda yang terkesan “memaksakan” pemindahan tersebut. Karena jangan sampai ada
dugaan penyahlgunaan kekuasaan untuk kepentingan tertentu terhadap kebijakan
pemindahan pasar yang terkesan tidak siap (baik fisik bangunan maupun fasilitas
penunjang keberadaan sebuah pasar).
Kedua pelaku
pasar (terkhusus pedagang) secara pro aktif dengan prinsip kemaslahatan bersama
secara sukarela dan bahu membahu melakukan monitoring ketat terhadap semua
aspek formal-konstitusional, sehingga mereka memahami posisi dan hak-haknya. Sehingga
hal-hal yang dapat memperkeruh suasana dapat terhindari.
Inilah sekelumit pro
kontra pemindahan pasar Inpres Donggala, yang senantiasa menjadi irama di sela-sela
hiruk pikuk para pedagang pasar, tidak sedikit orang yang banyak berharap terhadap
aktivitas pasar yang kondusif, kondisi pasar yang nyaman dan aman. Namun
dibalik itu semua selalu ada saja riak-riak yang menjadi batu sandung dari
pencapaian itu.
19.5.11
INILAH.COM, Makassar - Untuk memperkuat konsolidasi antar kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sulawesi, mengelar diklat kepemimpinan untuk seluruh Wilayah Dakwa Sulawesi (WIDASI).
Menurut Andi Akmal Pasluddin, ketua DPW PKS Sulsel, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesolidan PKS se Sulawesi untuk tetap bekerja di tengah masyarakat. Sehingga setelah kegiatan tersebut diharapkan supaya PKS se-Sulawesi lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat di semua daerah.
"Kita mengharapkan setelah diklat kepemimpinan ini, semua DPW se-Sulawesi akan lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, baik itu bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan semua aspek," Ujar Andi Akmal, di Makassar, Rabu (18/5/2011).
Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid mulai tanggal 20 - 22 Mei 2011 mendatang. Andi mengatakan Diklat ini rencananya akan dibuka oleh presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq. “Insya Allah presiden partai akan membuka acara itu, dan akan ditutup oleh sekjend, Anis Matta, Lc," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pelatihan akan diikuti oleh enam DPW di Sulawesi, diantaranya, Sulsel, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara. Keenam DPW itu mengutus ketua DPW, Sekretaris, Bendahara dan semua ketua bidang. [bay]
*)Sumber : inilah.com
PKS Sulawesi Akan Perkuat Konsolidasi
INILAH.COM, Makassar - Untuk memperkuat konsolidasi antar kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sulawesi, mengelar diklat kepemimpinan untuk seluruh Wilayah Dakwa Sulawesi (WIDASI).
Menurut Andi Akmal Pasluddin, ketua DPW PKS Sulsel, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesolidan PKS se Sulawesi untuk tetap bekerja di tengah masyarakat. Sehingga setelah kegiatan tersebut diharapkan supaya PKS se-Sulawesi lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat di semua daerah.
"Kita mengharapkan setelah diklat kepemimpinan ini, semua DPW se-Sulawesi akan lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, baik itu bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan semua aspek," Ujar Andi Akmal, di Makassar, Rabu (18/5/2011).
Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid mulai tanggal 20 - 22 Mei 2011 mendatang. Andi mengatakan Diklat ini rencananya akan dibuka oleh presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq. “Insya Allah presiden partai akan membuka acara itu, dan akan ditutup oleh sekjend, Anis Matta, Lc," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pelatihan akan diikuti oleh enam DPW di Sulawesi, diantaranya, Sulsel, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara. Keenam DPW itu mengutus ketua DPW, Sekretaris, Bendahara dan semua ketua bidang. [bay]
*)Sumber : inilah.com
Label:
Pemilu 2014,
Widasi
19.5.11
INILAH.COM, Makassar - Untuk memperkuat konsolidasi antar kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sulawesi, mengelar diklat kepemimpinan untuk seluruh Wilayah Dakwa Sulawesi (WIDASI).
Menurut Andi Akmal Pasluddin, ketua DPW PKS Sulsel, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesolidan PKS se Sulawesi untuk tetap bekerja di tengah masyarakat. Sehingga setelah kegiatan tersebut diharapkan supaya PKS se-Sulawesi lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat di semua daerah.
"Kita mengharapkan setelah diklat kepemimpinan ini, semua DPW se-Sulawesi akan lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, baik itu bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan semua aspek," Ujar Andi Akmal, di Makassar, Rabu (18/5/2011).
Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid mulai tanggal 20 - 22 Mei 2011 mendatang. Andi mengatakan Diklat ini rencananya akan dibuka oleh presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq. “Insya Allah presiden partai akan membuka acara itu, dan akan ditutup oleh sekjend, Anis Matta, Lc," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pelatihan akan diikuti oleh enam DPW di Sulawesi, diantaranya, Sulsel, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara. Keenam DPW itu mengutus ketua DPW, Sekretaris, Bendahara dan semua ketua bidang. [bay]
*)Sumber : inilah.com
PKS Sulawesi Akan Perkuat Konsolidasi
INILAH.COM, Makassar - Untuk memperkuat konsolidasi antar kader, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Sulawesi, mengelar diklat kepemimpinan untuk seluruh Wilayah Dakwa Sulawesi (WIDASI).
Menurut Andi Akmal Pasluddin, ketua DPW PKS Sulsel, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesolidan PKS se Sulawesi untuk tetap bekerja di tengah masyarakat. Sehingga setelah kegiatan tersebut diharapkan supaya PKS se-Sulawesi lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat di semua daerah.
"Kita mengharapkan setelah diklat kepemimpinan ini, semua DPW se-Sulawesi akan lebih meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat, baik itu bidang sosial, pendidikan, ekonomi, budaya dan semua aspek," Ujar Andi Akmal, di Makassar, Rabu (18/5/2011).
Rencananya kegiatan ini akan dilaksanakan di Hotel Sahid mulai tanggal 20 - 22 Mei 2011 mendatang. Andi mengatakan Diklat ini rencananya akan dibuka oleh presiden PKS, Lutfi Hasan Ishaq. “Insya Allah presiden partai akan membuka acara itu, dan akan ditutup oleh sekjend, Anis Matta, Lc," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan pelatihan akan diikuti oleh enam DPW di Sulawesi, diantaranya, Sulsel, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Tenggara. Keenam DPW itu mengutus ketua DPW, Sekretaris, Bendahara dan semua ketua bidang. [bay]
*)Sumber : inilah.com
Label:
Pemilu 2014,
Widasi





