Latest Post
6.5.11

*)Sumber : Pengusaha PKS.
Nasehat Bisnis Dr.Salim Al Jufri (Menteri Sosial)
Written By Unknown on 6.5.11 | 6.5.11
- pelajari bisnis Khodijah, bisnis Abdurrahman bin Auf
- ketika Abdurrahman bin Auf hijrah maka ia cari pasar
- bekal pertama adalah TRUST (kepercayaan)
- Keuntungan kecil tapi transaksi/omzet yg cepat, itu yg dilakukan Abdurrahman Bin Auf di pasar Medinah
- 9/10 rezeki ada pada bisnis, lainnya 1/10
- Pengusaha jujur tempatnya di surga
- Upayakan interaksi bisnis dg pelaku yg sdh berpengalaman
- ada clip yg jatuh, pengusaha kawakan berkata, kalau anda tdk bisa jaga agar clip ini tdk jatuh maka bisnis akan gagal
- kalau bisnis harus teliti hitung2annya, itu bagus, bedakan bisnis dg sosial
- peluang bisnis banyak sekali, berinteraksilah dg pebisnis kawakan
- berbisnislah bersama-sama, ini adalah kekuatan tim, tdk semuanya mesti dikerjakan sendiri
- ikutilah bisnis sesuai bakat, yg hati kita cenderung utk itu
- kalau kita jujur akan ada keberkahan
- peluang ada di mana-mana, bisa saja jadi perantara saja, harus jeli, berinteraksilah, baca, dengar, lihat
- penting utk dampingi pebisnis sukses, ayo dicopy
- Gaza ekspor bunga ke eropa walau daerahnya kecil, di Indonesia tanah amat luasnya! Ayo berusaha
- kalau tangani sesuatu harus tekun, sabar; kalau ada yg tiba2 besar, itu tidak wajar
- bangun juga link bisnis (networking) yg solid, harus tahu dimana market, dimana sumber
- pengusaha yg sukses siap berbagi, semua dapat bagian rezeki sesuai kerjanya
- pelajari kasus2 bisnis di lapangan
- bisnis sukses bila kita senang dg bisnis itu, hingga kita fokus
- ada cerita pengusaha di timteng yg akan terima cek jutaan dolar, ketika akn diterima ternyata ada azan
- dia tdk terima cek itu dulu ketika azan, namun sholat dulu sebelum terima, jepangnya kagum
- kenapa tdk terima cek dulu baru sholat, alhasil Jepangnya makin percaya pada pengusaha ini
- janganlah berbisnis, kalau waktunya habis disitu, kurang tidur, keluarga terlantar
*)Sumber : Pengusaha PKS.
Label:
Nasehat,
Pengusaha Muslim
5.5.11

Margin Error Kaderisasi
Written By Unknown on 5.5.11 | 5.5.11

Seorang pemuda yang suka mengikuti perkembangan harakah Islam di Indonesia menanyakan, "Mengapa harakah Islam yang terkenal dengan sistem kaderisasinya yang ketat, sampai 'kecolongan' dengan adanya beberapa 'kasus' yang mencuat di media?"
"Mengapa sampai ada kader senior yang bermasalah, lalu terkesan begitu berambisi untuk menghantam harakah?", katanya menjelaskan maksud pertanyaannya. Ia juga memberikan contoh lain untuk kasus yang berbeda. Berbeda, namun bertemu pada satu muara; tidak mencerminkan muwashafat yang telah ia baca.
Ketika pemuda ini ikut hadir dalam milad Ahad lalu, ia mendapatkan jawaban. Seorang ustadz mengutip salah satu qiyadah harakah mengistilahkan: "margin error kaderisasi".
Margin error kaderisasi adalah istilah yang cukup unik. Mengingatkan kita pada penelitian kuantitatif, khususnya survei. Istilah margin of error di sana berarti statistik yang menyatakan jumlah kesalahan dalam pengambilan contoh. Margin error di sini berarti kemungkinan kesalahan atau gagal bina dalam proses kaderisasi.
Proses kaderisasi yang dilakukan oleh harakah Islamiyah bukanlah sebuah proses sempurna yang mampu menjamin keseluruhan kader yang dibina akan "lulus" dengan “cumlaude”. Atau semuanya memiliki muwashafat seperti yang seharusnya.
Jangankan kaderisasi dalam harakah yang para murabbinya adalah manusia biasa, hidup di dalam naungan keluarga nabi pun tidak menjamin seseorang lantas mencapai kesempurnaan iman. Allah SWT mencontohkan dua orang: istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh.
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua hamba yang shalih diantara hamba-hamba Kami. Lalu, kedua istri itu berkhianat kepada suaminya.” Demikian Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim ayat kesepuluh.
“Yang ditetapkan dalam riwayat tentang pengkhianatan istr Nuh dan istri Luth,” kata Sayyid Quthb dalam Fi Zilal, “adalah pengkhianatan dalam dakwah dan bukanlah pengkhianatan keji berupa penyelewengan seksual.”
Demikian pula kaderisasi yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya. Bukan berarti bebas sama sekali dari “margin error”. Pasca peristiwa Isra’ Mi’raj misalnya. “Orang-orang yang tadinya telah masuk Islam,” tutur Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyah-nya, “banyak yang menjadi murtad.”
Sirah nabawiyah juga mencatat satu nama khusus yang sebelumnya termasuk assaabiquunal awwaluun, namun kemudian murtad. Dialah Ubaidillah bin Jahsy.
Ibarat pendirian bangunan, sering kali ada “batu bata jelek” pada temboknya, seperti pada renungan sebelumnya. Demikian pula kaderisasi dalam harakah pasti tidak bebas sama sekali dari margin error ini. Namun jika dua batu bata yang jelek, sedangkan 998 bata lainnya bagus, mestinya kita tidak berfokus pada dua batu bata lalu mengatakan bahwa yang ada hanyalah tembok rusak.
Diantara 1000 kader, jika 2 atau 3 orang yang menyimpang, margin error-nya 0,2-0,3% itu tergolong wajar. Diantara seribu pejabat publik atau wakil rakyat, lalu ada satu atau dua yang bermasalah, barang kali demikianlah “margin error”-nya. Tentu saja kesalahan yang kedua menjadi jauh lebih berpengaruh dari kesalahan kader biasa.
Bukan berarti harakah sekedar memaklumi kekurangan. Tidak pula harakah berhenti melakukan perbaikan. Meskipun “margin error” tidak bisa dihilangkan sama sekali, ia harus ditekan hingga sekecil-kecilnya. Jika dipahami bahwa dalam proses kaderisasi itu ada takwin dan taqwim, keduanya harus dihindarkan dari peluang munculnya pertambahan “margin error.” Takwin harus serius mengarah kepada muwashafat, dan taqwim tidak boleh diperlonggar kecuali telah memenuhi muwashafat. Tentu berat. Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]
"Mengapa sampai ada kader senior yang bermasalah, lalu terkesan begitu berambisi untuk menghantam harakah?", katanya menjelaskan maksud pertanyaannya. Ia juga memberikan contoh lain untuk kasus yang berbeda. Berbeda, namun bertemu pada satu muara; tidak mencerminkan muwashafat yang telah ia baca.
Ketika pemuda ini ikut hadir dalam milad Ahad lalu, ia mendapatkan jawaban. Seorang ustadz mengutip salah satu qiyadah harakah mengistilahkan: "margin error kaderisasi".
Margin error kaderisasi adalah istilah yang cukup unik. Mengingatkan kita pada penelitian kuantitatif, khususnya survei. Istilah margin of error di sana berarti statistik yang menyatakan jumlah kesalahan dalam pengambilan contoh. Margin error di sini berarti kemungkinan kesalahan atau gagal bina dalam proses kaderisasi.
Proses kaderisasi yang dilakukan oleh harakah Islamiyah bukanlah sebuah proses sempurna yang mampu menjamin keseluruhan kader yang dibina akan "lulus" dengan “cumlaude”. Atau semuanya memiliki muwashafat seperti yang seharusnya.
Jangankan kaderisasi dalam harakah yang para murabbinya adalah manusia biasa, hidup di dalam naungan keluarga nabi pun tidak menjamin seseorang lantas mencapai kesempurnaan iman. Allah SWT mencontohkan dua orang: istri Nabi Luth dan istri Nabi Nuh.
“Allah membuat istri Nuh dan istri Luth perumpamaan bagi orang-orang kafir. Keduanya berada di bawah pengawasan dua hamba yang shalih diantara hamba-hamba Kami. Lalu, kedua istri itu berkhianat kepada suaminya.” Demikian Allah berfirman dalam QS. At-Tahrim ayat kesepuluh.
“Yang ditetapkan dalam riwayat tentang pengkhianatan istr Nuh dan istri Luth,” kata Sayyid Quthb dalam Fi Zilal, “adalah pengkhianatan dalam dakwah dan bukanlah pengkhianatan keji berupa penyelewengan seksual.”
Demikian pula kaderisasi yang dilakukan oleh Rasulullah Muhammad SAW dan para sahabatnya. Bukan berarti bebas sama sekali dari “margin error”. Pasca peristiwa Isra’ Mi’raj misalnya. “Orang-orang yang tadinya telah masuk Islam,” tutur Ibnu Hisyam dalam Sirah Nabawiyah-nya, “banyak yang menjadi murtad.”
Sirah nabawiyah juga mencatat satu nama khusus yang sebelumnya termasuk assaabiquunal awwaluun, namun kemudian murtad. Dialah Ubaidillah bin Jahsy.
Ibarat pendirian bangunan, sering kali ada “batu bata jelek” pada temboknya, seperti pada renungan sebelumnya. Demikian pula kaderisasi dalam harakah pasti tidak bebas sama sekali dari margin error ini. Namun jika dua batu bata yang jelek, sedangkan 998 bata lainnya bagus, mestinya kita tidak berfokus pada dua batu bata lalu mengatakan bahwa yang ada hanyalah tembok rusak.
Diantara 1000 kader, jika 2 atau 3 orang yang menyimpang, margin error-nya 0,2-0,3% itu tergolong wajar. Diantara seribu pejabat publik atau wakil rakyat, lalu ada satu atau dua yang bermasalah, barang kali demikianlah “margin error”-nya. Tentu saja kesalahan yang kedua menjadi jauh lebih berpengaruh dari kesalahan kader biasa.
Bukan berarti harakah sekedar memaklumi kekurangan. Tidak pula harakah berhenti melakukan perbaikan. Meskipun “margin error” tidak bisa dihilangkan sama sekali, ia harus ditekan hingga sekecil-kecilnya. Jika dipahami bahwa dalam proses kaderisasi itu ada takwin dan taqwim, keduanya harus dihindarkan dari peluang munculnya pertambahan “margin error.” Takwin harus serius mengarah kepada muwashafat, dan taqwim tidak boleh diperlonggar kecuali telah memenuhi muwashafat. Tentu berat. Wallaahu a’lam bish shawab. [Muchlisin]
*)Sumber : http://muchlisin.blogspot.com
Label:
Renungan
4.5.11
Kementerian Sosial (Kemensos) mengajak dunia usaha untuk ikut mendukung program pemerintah Indonesia bebas anak jalanan 2014.
"Kita mengajak perusahaan-perusahaan untuk ikut menangani masalah anak jalanan dan sudah ada beberapa perusahaan yang setuju," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Makmur Sunusi di Jakarta, Selasa (3/5).
Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak jalanan, Kemensos menyelenggarakan debat publik dalam rangka publikasi dan promosi program kesejahteraan sosial anak.
Makmur mengatakan, pemerintah mentargetkan bebas anak jalanan pada 2014. Namun saat ini fokus pada Jakarta yang ditargetkan bebas anak jalanan 2011.
Jumlah anak jalanan di Jakarta teridentifikasi sebanyak 8.000 anak yang sudah mulai dibagi-bagi menjadi beberapa klaster untuk penanganannya, misalnya pemberdayaan keluarga dan kembali ke sekolah dengan pendekatan tabungan.
Dikatakan Makmur, dari 8.000 anak jalanan di Jakarta, hanya 4.500 anak yang mampu ditangani melalui dana APBN dan melalui APBD DKI Jakarta sebanyak 2.500 anak jalanan.
"Kita masuk pada perusahaan, Medco sudah setuju untuk menangani sekitar 320 anak, kita ingin kampanyekan lagi, kemungkinan Apindo dan ada beberapa perusahaan-perusahaan yang ingin terlibat," tambahnya.
Dengan menggaet semua pihak untuk menangani permasalahan anak jalanan, Makmur optimis target Jakarta bebas anak jalanan pada 2011 akan tercapai.
"Jika kita lihat secara kuantitatif, Insya Allah bisa kita capai target 2011 untuk Jakarta bebas anak jalanan," katanya.
Upaya lain yang dilakukan adalah mencegah agar daerah-daerah di sekitar Jakarta yang selama ini merupakan kantong-kantong penyuplai anak jalanan, seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang, tidak masuk lagi ke ibukota.
*)sumber : Hidayatullah.com
Kemensos Ajak Dunia Usaha Tangani Anak Jalanan
Written By Unknown on 4.5.11 | 4.5.11
Kementerian Sosial (Kemensos) mengajak dunia usaha untuk ikut mendukung program pemerintah Indonesia bebas anak jalanan 2014.
"Kita mengajak perusahaan-perusahaan untuk ikut menangani masalah anak jalanan dan sudah ada beberapa perusahaan yang setuju," kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos Makmur Sunusi di Jakarta, Selasa (3/5).
Sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan anak jalanan, Kemensos menyelenggarakan debat publik dalam rangka publikasi dan promosi program kesejahteraan sosial anak.
Makmur mengatakan, pemerintah mentargetkan bebas anak jalanan pada 2014. Namun saat ini fokus pada Jakarta yang ditargetkan bebas anak jalanan 2011.
Jumlah anak jalanan di Jakarta teridentifikasi sebanyak 8.000 anak yang sudah mulai dibagi-bagi menjadi beberapa klaster untuk penanganannya, misalnya pemberdayaan keluarga dan kembali ke sekolah dengan pendekatan tabungan.
Dikatakan Makmur, dari 8.000 anak jalanan di Jakarta, hanya 4.500 anak yang mampu ditangani melalui dana APBN dan melalui APBD DKI Jakarta sebanyak 2.500 anak jalanan.
"Kita masuk pada perusahaan, Medco sudah setuju untuk menangani sekitar 320 anak, kita ingin kampanyekan lagi, kemungkinan Apindo dan ada beberapa perusahaan-perusahaan yang ingin terlibat," tambahnya.
Dengan menggaet semua pihak untuk menangani permasalahan anak jalanan, Makmur optimis target Jakarta bebas anak jalanan pada 2011 akan tercapai.
"Jika kita lihat secara kuantitatif, Insya Allah bisa kita capai target 2011 untuk Jakarta bebas anak jalanan," katanya.
Upaya lain yang dilakukan adalah mencegah agar daerah-daerah di sekitar Jakarta yang selama ini merupakan kantong-kantong penyuplai anak jalanan, seperti Bogor, Bekasi, dan Tangerang, tidak masuk lagi ke ibukota.
*)sumber : Hidayatullah.com
Label:
Anak Jalanan,
Pemberdayaan
4.5.11
Cara Mengetahui BlackBerry Asli atau Palsu
BlackBerry semakin menggila, pengguna BlackBerry semakin bertambah tiap harinya, karena memang ponsel pintar ini dapat memberikan banyak hal menarik untuk tiap penggunanya dengan menawarkan berbagai fitur, salah satunya yaitu BBM (BlackBerry Messenger). Tetapi apakah sobat tahu begaimana kondisi serta status keaslian dari BlackBerry sobat?
Saya akan memberi tahu bagaimana Cara Mengetahui BlackBerry Asli atau Palsu, berikut langkahnya:
- Ketikan *#06#, maka akan muncul 15 digit, dan itu merupakan nomor IMEI BlackBerry sobat. contohnya : 345678.03.7253647
Berikut informasi mengenai IMEI BlackBerry diatas, IMEI BB tersebut terdapat angka 0 dan 3 pada digit ketujuh dan kedelapan, jika dikombinasikan maka menjadi angka 03, itu berarti BlackBerry diproduksi di Perancis, dengan kualitas “Terbaik”.
Untuk nomor lainnya berikut penjelasannya:
- Jika angka 02 atau 20, maka BB tersebut diproduksi di Asia dengan kualitas yang jelek.
- Jika angka 08 atau 80, maka BB tersebut diproduksi di Jerman dengan kualitas lumayan.
- Jika angka 01 atau 10, maka BB tersebut diproduksi di Finlandia dengan kualitas bagus.
- Jika adalah angka 03, maka BB tersebut diproduksi di Perancis atau Canada dengan kualitas paling baik.
Dan jika digit ketujuh dan kedelapan diluar dari 4 kemungkinan di atas, maka BB sobat bisa dikatakan palsu.. Coba cek deh, buat jaga-jaga, kalau palsu, balikin aja ke konternya, hehhee..
*) sumber : Arahkan mouse anda disini
Label:
BlackBerry,
Teknologi
3.5.11
PKS: Pemecatan Yusuf Supendi Sah
Written By Unknown on 3.5.11 | 3.5.11
INILAH.COM, Jakarta - Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menegaskan surat pemecatan yang ditujukan kepada Yusuf supendi adalah sah. Pemecatan itu merupakan keputusan resmi organisasi sebagai konsekuensi dari pelanggaran.
Menurutnya, pemecatan Yusuf Supendi sudah merupakan urusan organisasi PKS melalui mekanisme internal.”Itu kan urusan organisasi, jadi ada mekanisme internal dan itu prosedurnya seperti itu.“
Menurut lutfhi, pemecatan merupakan konsekuensi apabila ada anggota yang melakukan pelanggaran terhadap dalam organisasi. ”Kalau ini pelanggaran organisasi, lalu organisasi memutuskan untuk memberhentikan dia, jadi saya rasa di situ bukan perdamaian yang dilakukan. Dia sudah melanggar dan diputuskan untuk dipecat,“ ujarnya.
Sebelumnya, Yusuf Supendi melalui pengacaranya, Achmad Rivai mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada sejumlah pengurus PKS, Seninj (2/5/2011). Alasannya, Yusuf diberhentikan tanpa alasan jelas sehingga pemecahan itu melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT). [tjs]
*Sumber : inilah.com
Menurutnya, pemecatan Yusuf Supendi sudah merupakan urusan organisasi PKS melalui mekanisme internal.”Itu kan urusan organisasi, jadi ada mekanisme internal dan itu prosedurnya seperti itu.“
Menurut lutfhi, pemecatan merupakan konsekuensi apabila ada anggota yang melakukan pelanggaran terhadap dalam organisasi. ”Kalau ini pelanggaran organisasi, lalu organisasi memutuskan untuk memberhentikan dia, jadi saya rasa di situ bukan perdamaian yang dilakukan. Dia sudah melanggar dan diputuskan untuk dipecat,“ ujarnya.
Sebelumnya, Yusuf Supendi melalui pengacaranya, Achmad Rivai mengajukan gugatan melalui Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kepada sejumlah pengurus PKS, Seninj (2/5/2011). Alasannya, Yusuf diberhentikan tanpa alasan jelas sehingga pemecahan itu melanggar Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/RT). [tjs]
*Sumber : inilah.com
Label:
Ujian Dakwah,
Yusuf Supendi
30.4.11
KEUTAMAAN DZIKIR
Written By Unknown on 30.4.11 | 30.4.11
KEUTAMAAN DZIKIR
Cuaca cerah setelah shalat dzuhur, meluncur mobil Panther 343 dengan kecepatan cukup maksimal karena sang Driver masih terinspirasi jaulah sehari sebelumnya yang menempuh jarak +/- 200 KM, sehingga hampir saja sang ustad mengalami mabuk perjalanan. Walaupun kondisi fisik mobilnya sekitar 35 % saja akan tetapi pada pemilu 2009 lalu terbukti telah menghantarkan 5 anggota DPR Tingkat Kabupaten dan 1 Anggota DPR Tingkat Provinsi.
Dengan jarak tempuh +/- 53 KM, Agenda perjalanan kali ini untuk memenuhi salah satu sarana tarbiyah bagi kader yakni Jalasah Ruhiyah yang dilaksanakan di kecamatan Labuan. Setelah sempat kehilangan kontak untuk mengetahui lokasi acara, ketika mobilnya berhenti sejenak, ternyata kami sudah berada tepat didepan salah satu rumah kader dimana tempat acara tersebut dilaksanakan.
Setelah shalat ashar, materi yang disampaikan oleh ust. Jattman kali ini adalah "Dzikir dan Keutamaannya". Baru mengucapkan salam, tiba-tiba dari jarak yang tidak terlalu jauh terdengar suara "bruuuuuuuuuuuuuk", ternyata terjadi kecelakan lalu lintas.
Berbagai musibah yang akhir-akhir ini terjadi di Negara kita secara umum dan kecelakaan lalu lintas yang barusan terjadi tadi bisa jadi adalah salah satu contoh yang diperlihatkan kepada kita tentang kurang harmonisnya hubungan manusia dengan Sang Pemilik kehidupan ini yakni Allah SWT. demikian Ustad mengawali taujihnya.
Dalam QS Al Ahzab:41 memberikan kita gambaran bahwa makna dzikir sesungguhnya yakni mengingat Allah SWT dengan "dzikran katsiiran" sebanyak-banyaknya baik secara lisan maupun didalam hati. Dalam ayat yang lain ditegaskan bahwa seluruh makhluk Allah dimuka bumi ini senantiasa berdzikir kepada Allah dengan caranya sendiri-sendiri dan hanya Dialah yang maha mengetahui cara mereka berdzikir.
Pada hakikatnya seluruh aktifitas kita yang apa bila tujuannya dalam rangka mendekatkan diri serta mengharapkan Ridho dari-Nya, menunjukan bahwa saat itu kita sedang dalam kondisi hati yang berdzikir kepada Allah SWT.
Setelah menguraian materi tentang hakikat Dzikir, keutamaan, adab-adabnya serta berbagai ayat yang menerangkan tentang perintah wajibnya kita senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, acara ditutup dengan satu kata kunci bahwa "SEGALA BENTUK BACAAN DZIKIR YANG AKAN DILAKUKAN, HAL PERTAMA DAN UTAMA YANG HARUS DIPERHATIKAN ADALAH APAKAH ADA AYAT ATAU HADITS YANG MENERANGKAN TENTANG BACAAN TERSEBUT"
Acara berlangsung sampai pukul 17:15 ditutup dengan bacaan Dzikir al ma'tsurat secara berjamaah.
Cuaca cerah setelah shalat dzuhur, meluncur mobil Panther 343 dengan kecepatan cukup maksimal karena sang Driver masih terinspirasi jaulah sehari sebelumnya yang menempuh jarak +/- 200 KM, sehingga hampir saja sang ustad mengalami mabuk perjalanan. Walaupun kondisi fisik mobilnya sekitar 35 % saja akan tetapi pada pemilu 2009 lalu terbukti telah menghantarkan 5 anggota DPR Tingkat Kabupaten dan 1 Anggota DPR Tingkat Provinsi.
Dengan jarak tempuh +/- 53 KM, Agenda perjalanan kali ini untuk memenuhi salah satu sarana tarbiyah bagi kader yakni Jalasah Ruhiyah yang dilaksanakan di kecamatan Labuan. Setelah sempat kehilangan kontak untuk mengetahui lokasi acara, ketika mobilnya berhenti sejenak, ternyata kami sudah berada tepat didepan salah satu rumah kader dimana tempat acara tersebut dilaksanakan.
Setelah shalat ashar, materi yang disampaikan oleh ust. Jattman kali ini adalah "Dzikir dan Keutamaannya". Baru mengucapkan salam, tiba-tiba dari jarak yang tidak terlalu jauh terdengar suara "bruuuuuuuuuuuuuk", ternyata terjadi kecelakan lalu lintas.
Berbagai musibah yang akhir-akhir ini terjadi di Negara kita secara umum dan kecelakaan lalu lintas yang barusan terjadi tadi bisa jadi adalah salah satu contoh yang diperlihatkan kepada kita tentang kurang harmonisnya hubungan manusia dengan Sang Pemilik kehidupan ini yakni Allah SWT. demikian Ustad mengawali taujihnya.
Dalam QS Al Ahzab:41 memberikan kita gambaran bahwa makna dzikir sesungguhnya yakni mengingat Allah SWT dengan "dzikran katsiiran" sebanyak-banyaknya baik secara lisan maupun didalam hati. Dalam ayat yang lain ditegaskan bahwa seluruh makhluk Allah dimuka bumi ini senantiasa berdzikir kepada Allah dengan caranya sendiri-sendiri dan hanya Dialah yang maha mengetahui cara mereka berdzikir.
Pada hakikatnya seluruh aktifitas kita yang apa bila tujuannya dalam rangka mendekatkan diri serta mengharapkan Ridho dari-Nya, menunjukan bahwa saat itu kita sedang dalam kondisi hati yang berdzikir kepada Allah SWT.
Setelah menguraian materi tentang hakikat Dzikir, keutamaan, adab-adabnya serta berbagai ayat yang menerangkan tentang perintah wajibnya kita senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, acara ditutup dengan satu kata kunci bahwa "SEGALA BENTUK BACAAN DZIKIR YANG AKAN DILAKUKAN, HAL PERTAMA DAN UTAMA YANG HARUS DIPERHATIKAN ADALAH APAKAH ADA AYAT ATAU HADITS YANG MENERANGKAN TENTANG BACAAN TERSEBUT"
Acara berlangsung sampai pukul 17:15 ditutup dengan bacaan Dzikir al ma'tsurat secara berjamaah.
Label:
Donggala,
JALASAH RUHIYAH,
TAUJIH
27.4.11
SALAFI IKUT PEMILU, TAPI BUKAN PRO DEMOKRASI
Written By Unknown on 27.4.11 | 27.4.11
Hidayatullah.com--Salah satu aktivis komunitas Muslim yang menyatakan pihaknya sebagai pengikut Salaf atau Salafy merespon berita mengenai Salafy Mesir yang memilih berdemonstrasi dan ikut berpartisipasi dalam Pemilu.
Salah satu aktivis komunitas ini yang bernama Abu Salma menulis di situs pribadinya, abusalma.net, bahwa masalah mengikuti Pemilu bukanlah hal yang baru dalam komunitas ini, karena beberapa ulama yang dijadikan rujukan oleh mereka telah membolehkan.
”Masalah mengikuti pemilu bukanlah suatu hal yang baru, sebab beberapa masyaikh senior memperbolehkannya dengan memandang sisi maslahat dan madharatnya. Ini adalah pendapat yang dikemukana oleh Syaikh al-Albani dan Syaikh Ibnu Utsaimin bahkan termasuk Syaikh bin Baz. Hanya saja mereka menjelaskan menurut kondisi yang berlainan sesuai dengan kondisi penanya dan pertanyaan. Hal yang serupa juga dikemukakan oleh Masyaikh Yordania, semisal Syaikh Ali dan Syaikh Masyhur tentang pemilu di Iraq. Yang mana pertimbangan maslahat dan madharat sangat krusial di dalam hal ini. Hal yang serupa juga difatwakan oleh Syaikh Ubaid al-Jabiri yg memperbolehkan secara bersyarat.”
Karena memang sudah ada fatwa yang membolehkan Pemilu oleh para ulama rujukan komunitas ini, maka aktivis ini berkesimpulan bahwa sejatinya tidak ada perubahan pendapat dalam komunitas Salafy, "Jadi, pernyataan Salafi akhirnya memperbolehkan Pemilu adalah kurang tepat.”
Ikut Pemilu Bukan Berarti Setuju Demokrasi
Disamping menyebutkan bahwa sebagian dari para ulama yang menjadi rujukan komunitas ini membolehkan pemilu, aktivis ini juga menyatakana bahwa berpartisipasi dalam Pemilu bukan berarti setuju dengan demokrasi, ia menulis, ”Memperbolehkan tashwit (memberikan suara di dalam Pemilu) tidak otomatis melegalkan demokrasi. Sebab demokrasi adalah bukan bagian dari Islam. Namun, ketika keadaan tidak memungkinkan kita untuk melepaskan dari demokrasi, maka kita berupaya menentang demokrasi dengan segala kemampuan yg ada. Tatkala kita tidak dapat melepaskan diri dari demokrasi, dan Pemilu adalah cara satu-satunya di dalam menentukan pemimpin, maka ini adalah ranah ijtihadiyah para ulama yang mumpuni di dalamnya, untuk melihat faktor madharat dan maslahat.”
Tak Setuju Demonstrasi, Menyikapinya dengan Bijak
Mengenai demonstrasi yang dilakukan oleh beberapa tokoh Salafi Mesir, semisal Syeikh Muhammad Hassan, aktivis ini menanggapinya,”Beberapa masyaikh salafiyin Mesir yang turut serta di dalam demo, maka pendapat yang kita pegang adalah, tetap tidak dibenarkan. Walaupun mereka melakukan menurut ijtihad mereka, dengan kondisi dan situasi yang menyebabkan mereka mengambil sikap seperti itu, namun kita tetap memandang ini sebagai suatu kekeliruan. Semoga Alloh mengampuni kita semua.”
Namun, ia menyebutkan bahwa hendaknya hal seperti ini direspon dengan bijak, “Sungguh bijak ucapan Syaikh Ali al-Halabi tatkala beliau menjelaskan perihal Syaikh Muhammad Hassan yang turut serta di dalam demo, beliau mengatakan, ‘Tidaklah sama kaki yang memijak di tempat dingin dengan kaki yang memijak di tempat yang panas. Maksud beliau adalah, bisa jadi kita saat ini berkata demikian dan demikian, namun kita tidak mengetahui secara persis keadaan yang terjadi di Mesir dan dihadapi oleh masyaikh semisal Syaikh Muh. Hassan dll.”
Namun, aktivis ini menegaskan di akhir tulisannya, ”Ala kulli haal, kami tetap berkeyakinan bahwa masuk ke dalam politik praktis demokrasi bukanlah cara yang benar, walaupun ditinjau dari sisi kondisi dan situasi, tiap negeri berbeda-beda keadaannya. Wallohu a’lam.”*
Foto: ilustrasi
Sumber : abusalma.net
24.4.11
Pelaksanaan Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-13 untuk tingkat propinsi pada hari ini diselenggarakan serentak diseluruh wilayah di Indonesia. Termasuk Provinsi Sulawesi Tengah yang dikenal dengan Kota Kaledo, DPW PKS mengawali acara Tasyakuran tersebut dengan agenda jalan sehat bersama para kader dan simpatisan dengan rute start Lapangan Vatulemo Palu dan finish di sekretariat DPW PKS Sulawesi Tengah yang beralamat di jalan Sisingamangaraja.
Yang menarik dari jalan sehat kali ini adalah dimana semua Anggota Dewan dari PKS baik tingkat Kabupaten/Kota maupun tingkat Provinsi rame-rame naik Becak tapi bukan sebagai penumpang akan tetapi sebagai pengayuh becaknya dan penumpangnya adalah pemilik becak itu sendiri. Ini dilakukan sebagai simbol keberpihakan semua program Partai kepada kesejahteraan masyarakat. termasuk rakyat kecil.
Lebih lanjut ketua panitia pada Milad ke-13 kali ini M.Chandra Ilyas,S.Sos mengatakan bahwa acara pendukung lainnya adalah Pembagian Sembako dan Penyerahan Bantuan Pendidikan kepada para siswa SD kurang mampu. Hadir dalam acara ini anggota DPR-RI Dapil Sulawesi Tengah Bapak.Akbar Zulfakar Sipanawa,ST yang langsung menyerahkan bantuan Pendidikan tersebut serta dihadiri pula oleh para Tokoh Partai lainnya yang ada di kota Palu.
Anggota DPR jadi Tukang BecaK
Written By Unknown on 24.4.11 | 24.4.11
| Kaderisasi DPD Donggala |
| Ketua DPW dengan BECAKnya |
| Siswa penerima Bantuan Pendidikan |
Label:
Donggala,
DPRD Donggala,
DPRDProvinsi,
Milad ke-13,
Sosok
24.4.11
HIDUP ADALAH SKENARIO ALLAH SWT
Klu saja penguasa yang ada dipanggung kekuasaan itu mau membiarkan kita bekerja membangun umat secara tenang dan aman tanpa tekanan dan gangguan, maka kita mungkin hanya membutuhkan waktu 20 tahun untuk mengembalikan KEJAYAAN ISLAM. (Dr.Yusuf Al-qardhawi)
.....YANG SEKARANG KITA BUTUHKAN ADALAH BELAJAR MELAMPAUI MASA-MASA SULIT ATAS GANGGUAN DAKWAH ITU SENDIRI.....
Allah SWT hanya ingin melihat siapa diantara kita yang benar-benar jujur dengan keimanannya, jujur dengan kemauannya. sehingga ketika tiba saatnya Allah akan memberikan penilaian, maka saat itulah Dia akan memberikan kemenangan itu atau tidak, tergantung apa yang sudah kita upayakan. (Anis Matta)
.
Oleh karenanya satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan permasalah umat ini atau BEKERJA... BEKERJA... DAN TERUS BEKERJA. BIARKAN ALLAH SWT YANG MENENTUKAN SIAPA YANG TERBAIK DAN KELUAR SEBAGAI PEMENANGNYA.
.....YANG SEKARANG KITA BUTUHKAN ADALAH BELAJAR MELAMPAUI MASA-MASA SULIT ATAS GANGGUAN DAKWAH ITU SENDIRI.....
Allah SWT hanya ingin melihat siapa diantara kita yang benar-benar jujur dengan keimanannya, jujur dengan kemauannya. sehingga ketika tiba saatnya Allah akan memberikan penilaian, maka saat itulah Dia akan memberikan kemenangan itu atau tidak, tergantung apa yang sudah kita upayakan. (Anis Matta)
.
Oleh karenanya satu-satunya jalan keluar untuk menyelesaikan permasalah umat ini atau BEKERJA... BEKERJA... DAN TERUS BEKERJA. BIARKAN ALLAH SWT YANG MENENTUKAN SIAPA YANG TERBAIK DAN KELUAR SEBAGAI PEMENANGNYA.
Label:
Taujih Tokoh