Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komunikasi dakwah. Tampilkan semua postingan
27.11.13
Strategi Pemenangan Da'wah (3) Need BACKUP
Written By Unknown on 27.11.13 | 27.11.13
Need Backup
Gerak seluruh komponen dakwah, baik Qiyadah dan Kader, harus seiring dan seirama untuk bersama-sama mendekatkan dan meningkatkan hubungan dengan Allah SWT dalam berbagai kesempatan.
Qiyadah dan Kader serta seluruh komponen Masyarakat Indonesia bersama-sama melakukan perubahan, memang ada kesalahan individual, namun tak mustahil terjadi kekeliruan kolektif karena membiarkan individu tertentu tanpa kontrol.
Kontrol dan koreksi diperlukan dalam setiap pelaksanaan. Bila ada penyimpangan, maka harus segera diluruskan. Bahkan, jika terjadi perubahan situasi dan kondisi yang mendasar, maka perubahan rencana dapat dilakukan. Di sinilah urgensi sistem cadangan (back up) untuk mengantisipasi dinamika tak terduga.
Tragedi perang Mu’tah memperlihatkan kondisi buruk yang tak pernah diperkirakan sebelumnya, ketika tiga komandan pasukan Muslim berguguran secara berurutan: Zaid bin Haritsah, Ja’far bin Abi Thalib dan Abdullah bin Rawahah. Pergantian posisi komando itu sudah diisyaratkan Rasulullah dalam pesan sebelum pertempuran. Di ujung situasi kritis, akhirnya tongkat komando dipegang Khalid bin Walid yang memutuskan untuk kembali ke markas pertahanan. Dari sanalah disusun rencana alternatif untuk menuntaskan misi perjuangan.
Semoga Allah berkenan menerima segala taubat serta amal saleh kita semua. Karena Dia-lah yang memberikan kekuatan dan keberkahan dalam perjuangan panjang.
Semoga Indonesia yang kita cintai bersama menjadi Negeri yang sejahtera dan dilindungi dari segala marabahaya. Peristiwa Hijrah mengingatkan kita sekali lagi, bahwa strategi pemenangan dakwah membutuhkan pilihan sikap (Choice), perencanaan matang (Plan) dan rencana cadangan (Back Up) bila ada situasi tak terduga. (Dakwatuna)
Label:
Bekal Dakwah,
Berita,
Komunikasi dakwah,
Pemilu,
PKS
27.11.13
Jelas sekali, dibutuhkan Rencana Besar untuk memenangkan pertarungan besar agar pilihan yang sudah ditetapkan tercapai. Agar agenda dakwah digerakkan oleh seluruh elemen dakwah, maka perlu dipersiapkan 4 langkah taktis:
Strategi Pemenangan Dakwah (2) - Need PLAN
Need Plan
Jelas sekali, dibutuhkan Rencana Besar untuk memenangkan pertarungan besar agar pilihan yang sudah ditetapkan tercapai. Agar agenda dakwah digerakkan oleh seluruh elemen dakwah, maka perlu dipersiapkan 4 langkah taktis:
a. Mengajak diri sendiri sebagai elemen dakwah agar senantiasa konsisten. Kita masih seperti yang dulu, tidak akan berubah sikap sebagai kader yang yakin, bahwa kemenangan tak akan tercapai tanpa berjamaah (berorganisasi) dengan baik. Yang perlu dilakukan adalah memperbaiki kesalahan (corrective action) dan menegaskan komitmen bahwa tiap orang akan mendapat reward and punishment sesuai dengan capaian/kesalahannya.
b. Meyakinkan kembali para anggota keluarga, teman dekat serta rekan kerja yang pernah bersinggungan dengan dakwah, bahwa kita adalah satu dan terus bergerak bersama karena kita mencintai semuanya karena Allah.
c. Bersilaturahim dengan komponen dakwah lainnya dan masyarakat muslim lainnya untuk berjuang dan bergandeng tangan dalam mengartikulasikan kepentingan umat, antara lain warga NU, Muhammadiyah, Persatuan Islam, PUI, kalangan pesantren dll.
d. Memohon maaf atas segala kekhilafan serta terus melayani sepenuh hati terhadap segenap komponen masyarakat, baik mereka yang simpati, antipati maupun kelompok pembenci sekalipun.
Kita harus berani menyatakan secara kesatria: “Kami adalah manusia biasa yang penuh alfa dan dosa serta berusaha hadir untuk semua demi mewujudkan cita-cita Indonesia yang Adil, Sejahtera dan Bermartabat”. (Dakwatuna)
Label:
Bekal Dakwah,
Berita,
Komunikasi dakwah,
Pemilu,
PKS
27.11.13
Strategi Pemenangan Da'wah (1) Need CHOICE
Jika ada ide agar aktivitas dakwah dilakukan secara spontan, tanpa perencanaan (No plan), pilihan (No choice), dan cadangan (No backup), maka itu hanya terjadi situasi khusus/darurat yang membutuhkan improvisasi dan proteksi berlapis-lapis demi keamanan operasi.
Tetapi, Sunnah Nabawiyah yang berlaku umum/generik adalah persiapan detil dari awal hingga akhir, di samping membuka kemungkinan terjadi revisi atau adaptasi sejalan dengan perkembangan lingkungan.
Demi keberhasilan dakwah, perlu diperhatikan tiga langkah penting, yaitu:
Need choice
Sebagai Kader dakwah, setiap aktivis harus punya pilihan sikap dalam mencapai tujuan yang telah disepakati. Harus optimis untuk bersama-sama memenangkan Agenda Dakwah di berbagai aspek. Antara lain, menjelang Pemilihan Umum di Indonesia tahun 2014, perlu dikawal: Kepemimpinan Nasional seperti apa yang harus dikawal dan didorong.
Kita menyaksikan bangsa Indonesia kembali mengalami Krisis Kepemimpinan di level nasional setelah 15 tahun Gerakan Reformasi bergulir. Jika dibiarkan sembarang figur tampil sebagai Pemimpin Nasional, maka kondisi bangsa mungkin akan kolaps dan aspirasi umat Islam (komponen mayoritas) akan terbengkalai. Kita ingin memastikan masa depan Indonesia akan semakin solid dan maju di bawah kepemimpinan baru dan agenda keumatan berjalan sesuai tahapannya.
Dalam konteks itu, tiap Aktivis perlu menentukan sikap dan pilihan, tak bisa netral dan ragu-ragu. Konsistensi sikap itu yang menjadi prasyarat keberhasilan. (Dakwatuna)
Label:
Bekal Dakwah,
Berita,
Komunikasi dakwah,
Pemilu,
PKS
18.7.11
Pelatihan Rabthul 'Am
Written By Unknown on 18.7.11 | 18.7.11
“Umat manusia membutuhkan kader yang luapan hatinya menggenangi hati orang-orang di sekitarnya dengan luapan Rabbani. Maka dengan cara seperti itu, manusia berubah dari satu keadaan menuju keadaan lain dan keluar dari berbagai kegelapan menuju cahaya.”
Itulah salah satu penggalan nasehat seorang ulama besar dizamannya yang banyak menginspirasi para pelaku dakwah di dunia hingga kini.
Presiden Partai Keadilan sejahtera (Ust. Luthfi Hasan ishaaq.MA) disebuah kesempatan mengatakan bahwa, “Secara politik, sosial dan budaya, masyarakat kita adalah masyarakat yang kondusif untuk menyebarkan fikrah Islam yang benar (shahih), menyeluruh (syamil) dan terpadu (mutakamil). Sejauh ini, tidak ada hambatan yang berat, atau penolakan (resistensi) yang berarti dalam menyebarkan dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut dalam kehidupan sehari-hari”
Bertempat di Hotel Dwi Mulya Palu Sabtu (16 & 17 Juli) Partai Keadilan Sejahtera Sulawesi Tengah melalui Bidang Pembangunan umat (BPU) DPP mengadakan Pelatihan Rabthul ‘Am bagi para Pengurus Wilayah dan Kabupaten Se Sulawesi Tengah agar dalam momentum Ramadhan nanti dapat melakukan Konsolidasi kader dengan masyarakat dalam membentuk iklim agamis didaerah masing-masing.
Ketua Badan BPU Sulawesi Tengah dalam sambutannya mengatakan “Manusia adalah makhluk sosial yang hidup di tengah lingkungan dan komunitasnya baik di ditempat tinggalnya, pekerjaan, hobi, profesi dan lainnya, sebagai anggota masyarakat, maka kader PKS harus memiliki kemampuan bermasyarakat dengan baik. Dengan memperkuat eksistensinya, maka dimana pun dan kapan pun keberadannya akan memberikan pengaruh positif.” Ujar Ibu Wiwik Jumatul Rofi’ah.
Kegiatan pelatihan kali ini para peserta dibekali beberapa materi diantaranya :
1. Sosialisasi rizalah rabthul’am
2. Sosialisasi program ansyitah ramadhan
3. Work Shop Rabthul’am dan
4. TFT Rabthul’am
Salah satu ayat dalam alqur’an sebagai landasan pelaksanaan acara tersebut adalah “serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah (Perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara yang hak dengan yang bathil) dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. An-Nahl: 125),
Maka dengan itu menjalin interaksi dengan sesama dan siapapun mutlak dilakukan. Terlebih karena setiap kita adalah makhluk sosial, yang tidak mungkin hidup tanpa orang lain apalagi dalam mengemban tugas-tugas kebaikan dan dakwah. Dan syarat sukses menyampaikan kebenaran yakni terletak pada bagaimana cara pelakunya melakukan komunikasi Dakwah. Hal tersebut perlu diketahui agar dalam beraktifitas dijalan dakwah ini selalu dalam konteks beribadah kepada allah SWT. (admin)
Label:
Komunikasi dakwah,
Pelatihan Da'i,
TFT,
Workshop



