Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Refleksi 100 Hari Pembantaian Rabi'ah

Written By Unknown on 27.11.13 | 27.11.13

Genap 100 hari sudah Militer Mesir membantai para demonstran damai yang mendukung legitimasi di kawasaran Rab’ah, Kairo, 14 Agustus 2013. 

Mereka adalah representatif dari sebagai besar rakyat Mesir, yang tidak rela demokrasi negerinya dicabik-cabik oleh kudeta militer. Peristiwa ini menjadi bagian dari sejarah hitam negeri Piramida itu, karena lebih dari 2000 orang meninggal akibat pembantaian yang direstui oleh pemerintahan butan kudeta militer.
Sejak penggulingkan terhadap presiden terpilih, Muhammad Mursi pada tanggal 3 Juli 2013 oleh militer, Mesir yang semula naik daun menjadi negeri yang demokratis paska revolusi 25 Januari, tiba-tiba posisnya kini berbalik 180 derajat, bahkan lebih tragis dari pada era diktator Husni Mubarok.
Militer yang menjadi aktor kudeta terhadap pemerintahan sipil, dengan dukungan kaum “agamawan,” sekuler dan liberal, bergerak atas dasar kebencian menghakimi Ormas Al-Ikhwan Al-Muslimun (IM). IM merupakan gerakan Islam fenomenal yang lahir dari rahim Mesir pada tahun 1928. Gerakan ini mampu bertahan di bawah rezim dikatator selama puluhan tahun, dan dapat memenangkan pemilu demokratis di Mesir paska revolusi 25 Januari. IM terus digiring oleh militer sebagai musuh bersama, berbagai cara mereka tempuh untuk melengserkan presiden terpilih Muhammad Mursi yang merupakan kader dari sayap pollitik IM, Freedom and Justice Party. Indikasi kebencian ini menguat paska disembunyikannya Mursi oleh militer, tak lama setelah itu satu-persatu tokoh IM di Mesir ditangkap dengan tuduhan yang mengada-ngada.
Bukan hanya mereka yang tercatat dalam struktur organisasi IM saja yang ditangkap. Namun juga semua pihak yang menentang kudeta, maka diposisikan sebagai pendukung IM, tak peduli siapa dan apapun latarbelakangnya. Bahkan belakangan, mereka menangkap para atlit yang mengangkat simbol Rab’ah dengan jarinya di tengah pertandingan internasional. Mereka juga menyematkan simbol teroris terhadap gerakan IM, provokator dan puncaknya sebagai organisasi terlarang.

Militer Vs Mahasiswa
Entah sudah berapa puluh ribu rakyat Mesir yang tewas diujung peluru tentaranya sendiri. Militer tidak lagi memberikan rasa aman terhadap warganya, namun justru menjadi sumber penyebar teror. Bukan lagi menjaga negerinya dari ancaman Zionis Israel dan pemberontak di propinsi Sinai, namun lebih memilih sibuk menangkapi rakyat yang menentang langkah kudeta mereka.
Baru-baru ini kita dikejutkan dengan berita penyerangan militer ke asrama mahasiswa Al-Azhar di Nasr City, Kairo. Hingga berujung dengan tewasnya kurang lebih 3 mahasiswa dan melukai ratusan lainnya. Peristiwa ini tentu telah mencoreng dunia akademik di Mesir. Terlebih asrama yang diserbu oleh aparat ini adalah asrama mahasiswa berprestasi. Mereka adalah orang-orang pilihan yang menjadi tumpuan harapan masa depan bangsa Mesir.

Apa yang dilakukan militer Mesir ini memperkuat indikasi semakin pendeknya usia kudeta mereka. Sejarah mencatat, perubahan atau bahkan perlawanan sangat efesien dilakukan oleh para mahasiswa. Disamping energik dengan usia muda, mereka juga kaum terpelajar, yang tidak gegabah dalam bertindak, dan tak pantang  mundur ketika telah memiliki tekad. Serangan ke kampus dan juga asrama Al-Azhar, telah membuat murka seluruh mahasiswa. Universitas Al-Azhar bukan hanya berada di Kairo, tapi juga memilik cabang di propinsi-propinsi Mesir, sontak mereka yang di daerah pun turun ke jalan memprotes penyerangan terhadap rekannya ini. Solidaritas juga dilakukan oleh mahasiswa asal kampus luar Al-Azhar, yang akhirnya memperkuat barisan para pemuda.

Terbukti kendati PM. Kudeta Mesir, Adil Manshour telah menetapakan UU Demonstrasi, para mahasiswa tidak mengindahkan larang-larang UU tersebut. Pasal yang ditetapkan jelas memiliki agenda terselubung, yang secara garis besar melarang segala bentuk demonstrasi yang menentang pemerintahan kudeta. Apabila paska revolusi 25 Januari setiap rakyat Mesir diberikan kebebasan menyampaikan aspirasinya, maka hal ini tidak berlaku di era kudeta. Pemerintah kudeta telah merampas hak dari rakyatnya untuk bersuara. Alhasil Mesir saat ini tengah diseret untuk kembali ke belakang, dan kita yang berada di luar lingkaran mereka, akan menyaksikan siapa rakyat Mesir yang akan hidup sebagai pejuang atau pecundang di hadapan otoritas kudeta Mesir. (Al-Intima)


Pengadilan Internasional, Kekhawatiran Membayangi Para Pengkudeta

Written By Unknown on 24.11.13 | 24.11.13

PKS Donggala-Kairo. Saat ini terjadi polemik pada elit penguasa di Mesir menyusul diadakannya beberapa konferensi pers di luar negeri terkait upaya membawa mereka ke pengadilan internasional.

Awalnya adalah sebuah konferensi pers di London yang diadakan oleh beberapa lembaga hak asasi manusia. Dalam konferensi pers tersebut, mereka menuduh As-Sisi telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Ditambah dengan rekan-rekan kudetanya, antara presiden sementara (Adly Mansur), perdana menteri (Hazim Beblawi), menteri dalam negeri (Muhammad Ibrahim).

Untuk kali keduanya, konferensi diadakan di Istambul. Di sanalah dicanangkan upaya praktis dan serius membawa para tertuduh itu ke pengadilan internasional.
Banyak tokoh dan pakar memberikan komentar hal tersebut. Beberapa pakar hukum menyebutkan bahwa memproses tuduhan adalah sebuah upaya hukum yang sah dan hak rakyat yang mengalami penindasan dari kalangan pengkudeta. Ketika didukung oleh lembaga hak asasi internasional dan pemerintah Turki, proses tersebut diharapkan akan berjalan lebih cepat.

Ada pula pengamat yang berkomentar bahwa upaya ini tidak sesuai dengan undang-undang, bahkan terkesan mempermainkannya. Selain itu, juga merendahkan martabat tokoh-tokoh yang merupakan simbol negara.

Namun menurut, Ibrahim Yusri, mantan dubes Mesir di Aljazair dan seorang pengacara dunia, mengatakan bahwa proses pengajuan seseorang dalam pengadilan dunia banyak dikendalikan dan dipengaruhi negara-negara besar dan Dewan Keamanan (DK PBB). Misalnya DK PBB bisa mengundur pengajuan hingga satu tahun atau lebih. DK juga sangat menentukan apakah vonis yang dijatuhkan itu mengikat atau tidak. Yusri menilai, pengajuan para pelaku kudeta di Mesir sudah sesuai hukum. Apalagi ketika didukung oleh Turki dan Inggris, hal ini akan menambah cepat prosesnya.

Perlu diketahui, di antara aktivis HAM adalah Ken MacDonald (mantan jaksa agung Inggris), Richard Falk (mantan utusan khusus PBB), dan Michael Mansfield (penasihat Ratu Inggris)


Sumber : Dakwatuna

Tweet Nasihat Mantan Menteri Sebelum Meninggal Saat Shalat Isya

Innalillahi wa inna ilaihi Rojiun. Mantan menteri pendidikan Arab Saudi, Dr. Muhammad bin Ahmad Ar-Rasyid, meninggal saat melaksanakan shalat Isya, Sabtu malam (23/11/2013) waktu Arab Saudi.

Saat itu beliau mengalami serangan jantung. Beliau meninggal dalam umur 69 tahun.
Akhir tweet beliau sebelum meninggal adalah sebuah pesan tentang bagaimana manusia sangat membutuhkan pahala-pahala amal kebaikannya semasa hidup di dunia.
Beliau mengatakan dalam akun twitternya: 

“Alangkah bodohnya orang-orang kaya itu. Mereka hidup hemat agar bisa meninggalkan harta warisan yang besar kepada ahli waris setelah kematiannya. Padahal di akhirat nanti, jika dia meminta satu pahala kebaikan saja kepada ahli warisnya, pasti tidak akan diberi.”

Sumber : Dakwatuna

Balon Udara Hamas Bikin Israel Ketar-ketir

Sumber militer zionis Israel memaparkan kekhawatiran mereka terhadap sejumlah balon udara yang terbang di langit Gaza yang digunakan Hamas untuk memantau dan mengumpulkan informasi intelijen.

Situs informasi Waela Israel menyebutkan gerakan Hamas akhir-akhir ini menggunakan sarana intelijen baru menghadapi pihak Israel, termasuk menggunakan balon-balon udara di langit Gaza.
''Balon tersebut membawa serta kamera pengawas untuk mengumpulkan informasi intelijen seputar target zionis di sepanjang pantai Gaza,'' sebut laporan Waela seperti dikutip Pusat Informasi Palestina.

Mengutip pejabat militer zionis di kawasan Selatan, Hamas disebutkan gencar mengumpulkan informasi intelijen di jantung zionis dan kawasan berbatasan dengan Gaza. Karena itu, Hamas menerbangkan balon-balon udara dengan kamera pengintai.

Balon-balon udara ini membuat kekhawatiran di kalangan zionis terhadap kemampuan militer Hamas, terutama dalam pengembangan rudal dan penggalian terowongan.

Pledoi Ini Bersejarah Karena Membuat Hakim Menangis

Written By Unknown on 19.11.13 | 19.11.13

Sangat mengejutkan, seorang dokter dari Ikhwanul Muslimin yang saat ini ditahan penguasa kudeta membacakan pledoinya, dan membuat para hakim menangis. Tapi yang lebih mengejutkan lagi adalah keputusan hakim setelah pledoi tersebut.
Dalam persidangan yang kedelapan, dr. Muhammad Abu Zaid membacakan pledoi untuk membela dirinya dal beberapa orang anggota Ikhwanul Muslimin yang dikenakan tuduhan yang sama. Berikut isinya:
“Aku perkenalkan diriku. Namaku Muhammad Sayid Abu Zaid. Aku bekerja sebagai dokter pembiusan di kota Benha. Aku meraih bachellor kedokteran dari Universitas Manufiyah. Sebenarnya, bulan ini in sya’a Allah aku akan mengikuti ujian pasca sarjanaku.
Aku juga pernah mendapat juara dua dalam sebuah perlombaan hafalan Al-Qur’an tingkat nasional. Selain itu aku juga mempunyai tiga ijazah hafalan Al-Qur’an.

Saat ini aku berada di sini sudah lebih dari 100 hari, tidur di lantai. Keadaanku sama dengan para tahanan yang lain di Mesir. Orang-orang terbaik di Mesir saat ini banyak yang tidur di lantai.

Kami semua ditangkap militer dan polisi dalam aksi penangkapan yang brutal dan tidak terencana. Tapi walaupun begitu, yang terjadi sungguh aneh, penangkapan itu telah memasukkan dokter, insinyur, apoteker, guru qira’at Al-Qur’an, para penghafal Al-Qur’an berkumpul di satu sel tahanan yang sama. Ini merupakan ketidak-sengajaan yang memuliakan kami.

Kelompok kami harus menghadapi 13 tuduhan yang tertulis di BAP. Satu tuduhan saja sebenarnya hanya bisa dilakukan oleh orang yang benar-benar jahat. Orang yang mempunyai masa lalu yang kelam dalam dunia kejahatan

Namun kami yang mempunyai asal-usul seperti saya sebutkan di atas harus menghadapi 13 tuduhan.
Dalam kelompok kami ada 3 orang yang menderita sakit jantung, satu di antaranya baru saja menjalani operasi pembedahan. Ada satu orang yang menderita diabetes, sebenarnya sehari-harinya dia harus mengonsumsi obat-obatan kalau mau hidup lebih normal. Ada juga dua orang yang baru menjalani operasi pembedahan tulang belakang.

Hakim yang kami muliakan, ini adalah kali kedelapan kami hadir di depan majelis hakim dan jaksa. Sebenarnya persidangan-persidangan yang telah lewat benar-benar memberikan pukulan yang berat bagi kami, dan membuat citra buruk hakim di mata kami.
Dulu peradilan kami yakini sebagai profesi yang mulia, sama seperti profesi kedokteran yang kujalani. Tapi kenapa para hakim dan jaksa saat ini terlihat tidak bebas, mereka hanya menerima perintah dari penguasa di atas?

Kalau aku membuat sakit seorang pasien karena kesalahanku dalam mengobatinya, walaupun tidak sengaja, aku akan merasa menyesal sekali. Aku akan merasa berdosa, dan mungkin tidak bisa tidur beberapa malam. Tapi kenapa, 29 orang tahanan ini harus tidur di lantai lebih dari 100 hari, sedangkan para hakim dan orang-orang yang menangkap mereka sama sekali tidak merasa bersalah atau sedih. Padahal orang-orang ini ditangkap tanpa melakukan kesalahan sama sekali. Mereka hanya memiliki pandangan politik yang berbeda saja. Kalau pun mereka tidak memiliki pandangan politik ini, tentu mereka tidak akan berada di sini.

Sudah banyak sekali persidangan kami jalani, dan kami masih saja di sini. Tapi kami ingin memberitahukan, bukan menakut-nakuti bahwa setiap malam kami selalu menghujani… (hakim bertanya, “Apa maksud menghujani?”). Kami menghujani semua orang yang telah menyebabkan kami di sini dengan doa-doa laknat. Orang-orang itu, rekan-rekannya yang terlibat, bahkan keluarga dan anak-anaknya. Karena kami yakin kami ini benar. Kami yakin kami adalah orang-orang yang dizhalimi. Dan doa-doa orang yang terzhalimi pasti akan dikabulkan oleh Allah swt. Kami sungguh heran kenapa kalian benar-benar berani kepada Allah swt. Bukankah kalian tahu bahwa kalian akan dibangkitkan di akhirat? Bukankah kalian tahu bahwa kalian akan dibangkitkan di akhirat? Bukankah kalian tahu bahwa kalian akan dibangkitkan di akhirat?

Hakim yang kali muliakan, sudah lebih dari 3 bulan kami hidup bersama kriminalis. Setiap hari kami mendengar bagaimana percakapan-percakapan mereka. Mereka kelihatan begitu tenang karena mereka memiliki koneksi hakim, pengacara dan sebagainya. Dan benar, beberapa hari kemudian mereka keluar. Mereka membayar ini dan itu. Tetangga kami beberapa kali berganti, tapi kami tetap ada di dalam penjara.
Kami ingatkan kalian akan kekuasaan Allah swt. Kami ingatkan kalian akan hak orang-orang yang kalian penjarakan. Pemeriksaan kami sudah selesai dari dulu. Tuduhan-tuduhan yang dikenakan kepada kami tidak mempunyai bukti sama sekali.
Ini salah satu di antara kami, Syihab, umurnya bari 16 tahun. Dia pelajar SLTA yang berprestasi, ayahnya seorang dosen. Umur anak ini kami kira seperti anak-anak kalian. Hasbunallahu Wani’mal Wakil…

Pembacaan pledoi ini selesai. Pengacara menyetop dan menenangkan dr. Muhammad karena terlihat para hakim berlinang air mata.
Kemudian hakim berkata banyak dan dengan nada yang tinggi membuktikan bahwa dirinya bebas, tidak ada tekanan dari pihak manapun dalam memutuskan perkara. Bahwa memvonis bebas ataupun memenjarakan para tahanan tidak ada bedanya bagi dirinya. Karena dirinya hanya takut kepada Allah swt. Maka para tahanan pun menjawab bahwa itulah yang mereka harapkan.

Persidangan pun ditutup, dan ternyata di esok harinya baru diketahui bahwa air mata hakim itu hanyalah bohong belaka, bahwa rasa takut kepada Allah swt. hanyalah di lisannya saja. Karena hakim memutuskan memperpanjang masa tahanan 45 hari lagi. Para tahanan bersyukur, setidaknya pledoi itu telah meringankan perasaan terzhalimi mereka. Mereka telah mengungkapkan isi hari mereka

Sumber: Dakwatuna



Tarbiyah Politik Hasan Al Banna

Written By Unknown on 7.12.11 | 7.12.11



Judul Buku : Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna: Referensi Gerakan Dakwah di Kancah Politik
Penulis : Dr. Yusuf Al-Qaradhawi
Penerbit : Arah Press, Jakarta
Tahun Terbit : Desember 2007
Tebal : x + 228 halaman
*Sumber : 
Hasan Al-Banna adalah seorang mujahid dakwah yang tidak hanya mewariskan Ikhwanul Muslimin yang kini menjadi gerakan Islam terbesar di dunia. Ia juga mewariskan pemikiran-pemikiran yang sangat berharga bagi dunia Islam, tidak hanya bagi Ikhwan. Kontribusi pemikirannya telah memenuhi ruang sejarah tersendiri yang sampai kini terus dikaji dan diadopsi banyak gerakan Islam. Begitu pun pemikirannya dalam bidang politik.


Melalui buku At-Tarbiyah As-Siyasiyah Inda Hasan Al-Banna, yang diterjemahkan menjadi Tarbiyah Politik Hasan Al-Banna ini, Dr. Yusuf Qaradhawi mengupas dimensi aspek politik yang orisinil dan detail tentang aspek politik dalam metode tarbiyah yang digagas oleh Hasan Al-Banna. Buku yang diterbitkan dalam rangka memperingati seratus tahun kelahiran Hasan Al-Banna ini diselesaikan Dr. Yusuf Qaradhawi dengan terlebih dahulu mengkaji perkataan Hasan Al-Banna melalui berbagai kumpulan risalahnya, kemudian melakukan muqaranah (komparasi) antara perkataan Hasan Al-Banna satu sama lain, dan metode an-naqd al-‘ilmi al-maudhu’i (kritik ilmiyah tematik). Dengan metode itu, Dr. Yusuf Qaradhawi mendapatkan kesimpulan 8 pilar tarbiyah politik Hasan Al-Banna dan ia berbeda pendapat serta mengkritisi Hasan Al-Banna pada pilar ketujuh.
Delapan pilar itu adalah:
1. Memadukan antara Islam dan politik (agama dan negara)
2. Membangkitkan kesadaran wajib membebaskan tanah air Islam
3. Membangkitkan kesadaran wajib mendirikan pemerintahan islami
4. Menegakkan eksistensi umat Islam
5. Menyadarkan kewajiban persatuan Islam
6. Menyambut sistem perundang-undangan
7. Mengkritisi multipartai dan kepartaian
8. Melindungi kelompok minoritas dan unsur asing


Memadukan antara Islam dan politik (agama dan negara)
Hasan Al-Banna berusaha keras mengajarkan umat Islam tentang syumuliyatul Islam(kesempurnaan Islam). Apalagi di awal dakwahnya, masyarakat Mesir masih memahami Islam secara parsial. Bahwa Islam adalah rukun iman dan rukun Islam. Sementara politik, pendidikan, ekonomi, dan lain-lain tidak masuk dalam urusan din Islam.
Hasan Al-Banna dalam banyak kesempatan sangat menekankan pentingnya kembali padasyumuliyatul Islam. Begitu pun beliau mencantumkan pembahasan ini di awal ushul isyrin (20 prinsip pokok Ikhwanul Muslimin dalam memahami Islam). Dalam lingkup inilah dakwah Hasan Al-Banna berada. Ia ingin menghilangkan pemikiran sempit yang mengurung Islam dalam ritual tertentu. Ia ingin membina umat Islam dengan pemahaman dan cakrawala luas yang bisa menggiring terbentuknya pribadi Islam yang diidam-idamkan.
Membangkitkan kesadaran wajib membebaskan tanah air Islam
Inilah pilar kedua dalam tarbiyah politik Hasan Al-Banna. Memperkuat kesadaran dan memicu sentimen wajib membebaskan tanah air Islam dari penjajahan dan penguasaan asing. Meskipun saat itu Mesir sendiri masih berada di bawah penguasaan Inggris, Hasan Al-Banna juga berpikir jauh ke negara-negara lain yang harus dibebaskan dari penjajahan dan penguasaan asing, termasuk Indonesia. Tentu saja ini adalah implikasi dari pemahaman bahwa umat Islam adalah satu tubuh dan tanah air Islam tidak dibatasi oleh sekat-sekat geografis, melainkan seluruh bumi di mana di atasnya dikumandangkan syahadat.
Upaya menyadarkan umat ini juga ditunjukkan secara faktual dengan keterlibatan Ikhwan mengusir penjajah dari Mesir dan Sudan, pengiriman mujahidin ke Palestina, sampai menekan pemerintah agar mendukung kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945.
Membangkitkan kesadaran wajib mendirikan pemerintahan Islami
Pilar yang kedua di atas sebenarnya hanyalah sarana. Tujuan utamanya adalah menegakkan eksistensi umat Islam agar hidup dengan aqidah dan syariat Islam. Untuk itu, setelah membebaskan negara dari penjajahan dan penguasaan asing, target berikutnya adalah mendirikan pemerintahan yang islami.
Eksistensi umat Islam tidak bisa tegak kecuali jika belenggu penjajahan di segala aspek, baik ekonomi, politik, undang-undang, dan sebagainya bisa dibebaskan, lalu diatur dengan sistem Islam. Dari sini kita mengetahui, bahwa mendirikan pemerintahan Islami merupakan kewajiban, sekaligus kebutuhan yang mau tidak mau harus ditunaikan. Atas dasar inilah sampai saat ini Ikhwan di berbagai negara berupaya merealisasikan tarbiyah politik Hasan Al-Banna untuk mendirikan pemerintahan islami baik dengan mendirikan partai politik atau metode lain. Namun demikian, mendirikan pemerintahan Islami ini bukan hanya tugas Ikhwan dan siapapun yang berhasil mendirikan perlu didukung bersama.
Menegakkan eksistensi umat Islam
Pilar keempat dari tarbiyah politik Hasan Al-Banna adalah menegakkan eksistensi umat Islam agar mampu mengatur kehidupan masyarakat Islam di wilayah negaranya dan juga dunia internasional dalam satu ikatan di bawah panji Islam.
Islam telah membuktikan tegaknya eksistensi umat dalam skala besar, mengumpulkannya dengan aqidah yang satu, syariat yang satu, nilai-nilai yang sama, adab yang sama, pemahaman dan syariah yang sama serta dalam satu kiblat. Cukuplah mempersatukan umat dengan tiga perkara: pertama, kesatuan referensi (wihdatul maraji’iyah), semuanya berhukum dengan syariah Islam yang bersandar pada Al-Qur’an dan Sunnah; kedua, kesatuan tanah air Islam (wihdatu darul Islam), meskipun terdiri dari banyak negara yang jaraknya berjauhan; ketiga, kesatuan kepemimpinan (wihdatul qiyadah as-siyasiyah), yang diwujudkan dengan khalifah sebagai pemimpin tertinggi.
Menyadarkan kewajiban persatuan Islam
Pilar kelima ini melengkapi pilar keempat, yaitu membangun kesadaran wajib mempersatukan umat. Pilar ini merupakan tuntutan wajib dalam Islam sekaligus tuntutan aksiomatik secara duniawi.
Dalam hal ini tidak ada kontradiksi antara persatuan Islam dan nasionalisme yang kita kenal. Persatuan Islam juga tidak menganulir paham kebangsaan atau kesukuan. Dalam risalah dakwatuna, Hasan Al-Banna telah menjelaskan bagaimana sikapnya terhadap berbagai paham termasuk nasionalisme dan kebangsaan. Meskipun istilahnya sama, tetapi ada berbagai varian yang dimaksudkan dengan satu istilah itu. Dan karenanya, kita tidak boleh menggeneralisasinya.
Menyambut Sistem Undang-undang dan Parlementer
Terkadang sebagian orang dan sebagian ikhwan mendengarkan slogan “Al-Qur’an dusturuna” itu artinya mereka menolak hukum positif apapun. Akan tetapi sebenarnya, yang dimaksud dengan slogan itu adalah menjadikan Al-Qur’an sebagai rujukan tertinggi, kepadanyalah kita kembalikan segala urusan. Maka aturan-aturan di bawahnya tidak boleh bertentangan dengan Al-Qur’an.
Dengan demikian, boleh bagi umat Islam untuk membuat aturan-aturan yang lebih detail yang merupakan penjabaran dari Al-Qur’an untuk diimplementasikan dalam kehidupan praktis, serta aturan-aturan detail lainnya sepanjang tidak bertentangan dengan Aqidah dan syariat Islam.
Mengkritisi Multipartai dan Kepartaian
Pilar ke-7 dari tarbiyah politik Hasan Al-Banna adalah ketidaksetujuannya dengan partai-partai yang ada di Mesir saat itu serta ketidaksetujuannya terhadap multipartai. Hasan Al-Banna melihat bahwa banyaknya partai justru membawa mafsadat bagi umat karena yang terjadi adalah perpecahan umat akibat sikap fanatik pada partai. Di samping itu, partai-partai yang ada juga tidak mewakili umat secara benar, bahkan cenderung dibangun hanya untuk meraih kekuasaan tanpa memiliki basis ideologi Islam. Tidak banyak perbedaan program dari semua partai, tetapi semuanya ingin berkuasa dan mendapatkan keuntungan materi. Karenanya, Hasan Al-Banna lebih setuju pada konsep partai tunggal agar rakyat -Mesir khususnya, saat itu- bisa bersatu dan lebih mudah mencapai tujuan.
Pada pilar ke-7 inilah Dr. Yusuf Qaradhawi berbeda pendapat dengan Hasan Al-Banna. Karena partai tunggal justru mendatangkan mudarat yang lebih besar bagi umat, terutama munculnya diktatorisme seperti yang kemudian terjadi di Mesir saat Gamal Abdul Naser melancarkan revolusi lalu menghapus partai-partai dan menghimpun rakyat di bawah jargon “persatuan nasional”. Faktor ini mungkin belum disadari oleh Hasan Al-Banna sebelumnya. Meski demikian, Hasan Al-Banna telah mendapatkan pahala atas ijtihadnya, insya Allah.
Perlindungan bagi Kaum Minoritas dan Orang Asing
Inilah pilar ke-8 tarbiyah politik Hasan Al-Banna. Dan memang inilah Islam. Ia rahmatan lil ‘alamin. Islam pada dasarnya melindungi siapa saja yang tidak memusuhi Islam. Apalagi jika pihak non muslim itu tunduk di bawah naungan negara Islam. Ini sangat berbeda dengan paham kelompok-kelompok garis keras yang cenderung mengambil langkah kekerasan sebagai prioritas utama dalam bersikap menghadapi orang asing.
Dalam fakta sejarah, kita telah mendapatkan perlindungan Nabi kepada kaum Yahudi Madinah, perlindungan Umar pada Nasrani Palestina, juga perlindungan Shalahudin Al-Ayubi pada Nasrani Palestina, dan lain-lain. Saat Islam memegang kekuasaan, kaum minoritas akan terlindungi, karena Islam adalah rahmatan lil ‘alamin. Wallaahu a’lam bish shawab. (Muchlisin)

Bintang Film AS masuk Islam

Written By Unknown on 8.7.11 | 8.7.11

Dibesarkan di keluarga Katolik, bintang film televisi Amerika Serikat ini merasa bingung dengan keyakinannya. Pada usia 14 tahun, ia mulai mempertanyakan konsep trinitas.


"Mengapa agama saya begitu rumit?," keluhnya pada diri sendiri. Sepanjang hidup, ia belajar memahami agama nenek moyangnya itu. Tetapi ketika sampai pada konsep ketuhanan ia benar-benar bingung. "Terutama tentang mengapa Tuhan akan datang sebagai manusia dan akan membiarkan dirinya untuk mati bagi dosa-dosa pengikutnya," terangnya menceritakan kisah hidupnya.Keyakinannya mengenai ketuhanan terus bergeser. Di masa remaja ia menyederhanakan konsep trinitas "tiga dalam satu" menjadi "dua dalam satu." Menginjak dewasa, ia semakin yakin bahwa pencipta harusnya hanya satu.

Wanita itu bernama Angela Collins. Ia menjadi buah bibir di Amerika Serikat. Bukan tentang film televisi yang dibintanginya, tapi tentang keislamannya. Ia bersyahadat tak lama setelah Tragedi 11 September 2001.

Collins pada akhirnya berkesempatan mempelajari Islam. "Saya melihat Islam sebagai agama yang datang untuk mengklarifikasi kesalahan manusia yang mengubah firman Allah yang asli agar sesuai kepentingan mereka. Islam adalah sederhana: Allah adalah Allah. Allah menciptakan kami dan kami menyembah Allah dan Allah saja. 

Allah mengutus Musa, Yesus, dan Muhammad (SAW) untuk menyampaikan pesan-Nya untuk membimbing semua orang," katanya setelah mengetahui Islam.Collins dengan sungguh-sungguh mempelajari kitab suci Al-Qur'an. "Setelah membaca Al-Quran dua kali dan menelaahnya secara rinci, saya percaya bahwa karya ini hanya bisa datang dari Pencipta saya" kenang Collins yang kemudian mantap memilih Islam sebagai agamanya.

Menjadi mualaf bukan berarti tanpa tantangan bagi Collins. Amerika Serikat yang salah memahami Islam menjadi tantangan beratnya. Termasuk keluarga Collins sendiri. "Sudah bukan rahasia lagi bahwa Islam secara serius disalahpahami di tanah air saya, Amerika Serikat. Maka, pilihan saya pada agama 'kontroversial' ini membuat keluarga dan teman-teman bingung," jelasnya.

Meskipun demikian, langkah Collins telah kokoh. Kebenaran Islam telah menenangkan jiwanya dan mengokohkan langkahnya menghadapi setiap tantangan yang justru dijadikan peluang bagi Collins untuk mendakwahkan Islam di negeri yang sementara ini memusuhi agama yang benar ini.

*Sumber : Bersama Dakwah

Menolak Lepas Jilbab, Hani Khan Dipecat

Written By Unknown on 5.7.11 | 5.7.11



REPUBLIKA.CO.ID,CALIFORNIA - Seorang karyawan gudang Abercrombie & Fitch menggugat perusahaan ritel pakaian tersebut di pengadilan Amerika Serikat. Karyawan muslim itu mengatakan bahwa dirinya secara ilegal dipecat setelah menolak untuk melepas jilbabnya.

Hani Khan, nama muslimah tersebut, mengatakan bahwa seorang manajer toko di Mall Hillsdale di San Mateo, California, mempekerjakannya ketika dirinya sudah mengenakan jilbab. Hani Khan pun diterima dan diperbolehkan tetap mengenakan jilbab dengan syarat warnanya senada dengan warna perusahaan.

Tapi, empat bulan kemudian, wanita berusia 20 tahun itu mendapat pertanyaan mengejutkan. Hani Khan diminta oleh seorang manajer distrik dan manajer sumber daya manusia apakah ia bisa melepaskan jilbab saat bekerja. Hani Khan diskors dan kemudian dipecat karena menolak untuk melakukannya.

Gugatan Hani Khan muncul setelah Komisi Equal Employment Opportunity memutuskan bahwa Hani Khan dipecat secara ilegal.

Menyerang Qiyadah Melumpuhkan Dakwah

Written By Unknown on 1.7.11 | 1.7.11



Muhammad Abdullah Al Khat



Wahai Ikhwan, karena dakwah kalian merupakan kekuatan besar melawan kedzoliman, maka wajar kalau mereka mengerahkan segala senjata dan kemampuan untuk menghadapi dakwah kalian, bahkan tidak ada satu pun cara kecuali mereka manfaatkan untuk memerangi dan memberangus dakwah kalian.
Cara paling berbahaya yang digunakan oleh musuh yang licik adalah upaya menimbulkan friksi internal di dalam dakwah, sehingga mereka dapat memenangkan pertarungan karena kekuatan dakwah melemah akibat terpecah belah. Dan hal yang paling efektif menimbulkan friksi internal dalam dakwah adalah hilangnya tsiqah antara prajurit dan pimpinan. Sebab bila prajurit sudah tidak memiliki sikap tsiqah pada pimpinannnya, maka makna ketaatan akan segera hilang dari jiwa mereka. Bila ketaatan sudah hilang, maka tidak mungkin ada eksistensi kepemimpinan dan karenanya pula tidak mungkin jamaah dapat eksis.
Oleh karena itulah, maka Imam Asy-Syahid menekankan rukun tsiqah dalam Risalah At-Ta’alim dan menjadikannya sebagai salah satu rukun bai’at. Imam Asy-Syahid juga menjelaskan urgensi rukun ini dalam menjaga soliditas dan kesatuan jamaah, ia mengatakan: “…Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah – yang timbal balik – antara pimpinan dan yang dipimpin menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan. “Ta’at dan mengucapkan perkataan yang baik adalah lebih baik bagi mereka” (QS 47:21). Dan tsiqah terhadap pimpinan merupakan segala-galanya bagi keberhasilan dakwah.”
Kita tidak mensyaratkan bahwa yang berhak mendapat tsiqah kita adalah pemimpin yang berkapasitas sebagai orang yang paling kuat, paling bertakwa, paling mengerti, dan paling fasih dalam berbicara. Syarat seperti ini sangat sulit dipenuhi, bahkan hampir tidak terpenuhi sepeninggal Rasulullah saw. Cukuplah seorang pemimpin itu, seseorang yang dianggap mampu oleh saudara-saudaranya untuk memikui amanah (kepemimpinan) yang berat ini. Kemudian apabila ada seorang ikhwah (saudara) yang merasa bahwa dirinya atau mengetahui orang lain memiliki kemampuan dan bakat yang tidak dimiliki oleh pimpinannya, maka hendaklah ia mendermakan kemampuan dan bakat tersebut untuk dipergunakan oleh pimpinan, agar dapat membantu tugas-tugas kepemimpinannya bukan menjadi pesaing bagi pimpinan dan jamaahnya.
Saudaraku, mungkin anda masih ingat dialog yang terjadi antara Abu Bakar ra dan Umar ra sepeninggal Rasulullah saw.Umar berkata kepada Abu Bakar, ‘Ulurkanlah tanganmu, aku akan membai’atmu.’ Abu Bakar berkata, ‘Akulah yang membai’atmu.’
Umar berkata, ‘Kamu lebih utama dariku.’ Abu Bakar berkata, ‘Kamu lebih kuat dariku.’
Setelah itu Umar ra berkata, ‘Kekuatanku kupersembahkan untukmu karena keutamaanmu.’ Umar pun terbukti benar-benar menjadikan kekuatannya sebagai pendukung Abu Bakar sebagai kholifah.
Tatkala seseorang bertanya kepada Imam Asy-Syahid, ‘Bagaimana bila suatu kondisi menghalangi kebersamaan anda dengan kami? Menurut anda siapakah orang yang akan kami angkat sebagai pemimpin kami?’
Imam Asy-Syahid menjawab, ‘Wahai ikhwan, angkatlah menjadi pemimpin orang yang paling lemah di antara kalian. Kemudian dengarlah dan taatilah dia. Dengan (bantuan) kalian, ia akan menjadi orang yang paling kuat di antara kalian.’
‘Wahai Ikhwan, mungkin anda masih ingat perselisihan yang terjadi antara Abu Bakar dan Umar dalam menyikapi orang-orang yang tidak mau mengeluarkan zakat. Sebagian besar sahabat berpendapat seperti pendapat Umar, yaitu tidak memerangi mereka. Meski
demikian tatkala Umar mengetahui bahwa Abu Bakar bersikeras untuk memerangi mereka, maka ia mengucapkan kata-katanya yang terkenal, yang menggambarkan ketsiqahan yang sempurna, ‘Demi Allah, tiada lain yang aku pahami kecuali bahwa Allah telah melapangkan dada Abu Bakar untuk memerangi mereka, maka aku tahu bahwa dialah yang benar.’
Andai Umar ra tidak memiliki ketsiqahan dan ketaatan yang sempurna, maka jiwanya akan dapat memperdayakannya, bahwa dialah pihak yang benar, apalagi ia telah mendengar Rasulullah saw bersabda, ‘Allah swt telah menjadikan al haq (kebenaran) pada lisan dan hati Umar.’  Alangkah butuhnya kita pada sikap seperti Umar ra tersebut, saat terjadi perbedaan pendapat di antara kita, terutama untuk ukuran model kita yang tidak mendengar Rasululiah saw memberikan rekomendasi kepada salah seorang di antara kita, bahwa kebenaran itu pada lisan atau hatinya.
Mengingat sangat pentingnya ketsiqahan terhadap fikrah dan ketetapan pimpinan, maka musuh-musuh Islam berusaha sekuat tenaga untuk menimbulkan keragu-raguan pada Islam, jamaah, manhaj jamaah, dan pimpinannya. Betapa banyak serangan yang  dilancarkan untuk melaksanakan misi tersebut.
Oleh karena itu, seorang akh jangan sampai terpengaruh oleh serangan-serangan tersebut. Ia harus yakin bahwa agamanya adalahagama yang haq yang diterima Allah swt. Ia harus yakin bahwa Islam adalah manhaj yang sempurna bagi seluruh urusan dalam kehidupan dunia maupun akhirat. Ia harus tetap tsiqah bahwa jamaahnya berada di jalan yang benar dan selalu memperhatikan Al Quran dan Sunah dalam setiap langkah dan sarananya. Ia harus tetap tsiqah bahwa pimpinannya selalu bercermin pada langkah Rasulullah saw serta para sahabatnya dan selalu tunduk kepada syariat Allah dalam menangani persoalan yang muncul saat
beraktivitas serta selalu memperhatikan kemaslahatan dakwah.
Kami mengingatkan, bahwa terkadang sebagian surat kabar atau media massa lainnya mengutip pembicaraan atau pendapat yang dilakukan pada pimpinan jamaah, dengan tujuan untuk menimbulkan keragu-raguan, menggoncangkan kepercayaan, dan menciptakan ketidakstabilan di dalam tubuh jamaah.
Oleh karena itu, seorang akh muslim tidak diperbolehkan menyimpulkan suatu hukum berdasarkan apa yang dibaca dalam media massa, tidak boleh melunturkan tsiqahnya, dan tidak boleh menyebarkannya atas dasar pembenaran. Ia harus melakukan tabayyun terlebih dahulu.
Allah swt menegur segolongan orang yang melakukan kesalahan dengan firman-Nya, “Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka serta merta menyiarkannya. Dan kalau mereka menyerahkannya kepada Rasul dan ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kamu, tentulah kamu mengikut syaitan, kecuali sebahagian kecil saja di antaramu.” (QS 4:83).
*Dikutip dari Kitab Nadzharat Fii Risalah at-Ta’alim (Bab Ats-Tsiqoh) terbitan Asy-Syaamil.
*Sumber : al-ikhwan.net

Salafy Mesir Dirikan Partai

Written By Unknown on 15.6.11 | 15.6.11

Lajnah Syu’run Al Ahzab As Siyasiyah (Komite Urusan Partai-Partai Politik) Mesir telah mengeluarkan keputusan resmi mengenai diterimanya Hizb An Nur, sebagai salah satu partai politik yang secara resmi memperoleh hak untuk berkecimpung dalam perpolitikan Mesir mulai pada hari Senin (13/6/2011) kemarin. Dan partai ini juga merupakan partai Salafy pertama yang berdiri di Mesir, sebagaimana dilansir onislam.net
Hizb An Nur yang merupakan partai ke tiga yang lahir pasca “Revolusi Mesir” ini akan berusaha untuk ikut serta dalam perolitikan Mesir dan menjadikan Mesir lebih maju dengan menjadikan syariat Islam sebagai pedoman tertinggi. Diamping itu partai ini juga menjamin kebebasan beragama untuk para pemeluk Qibthy (Koptik) serta mengakui hak-hak mereka dalam hukum dan ajaran mereka, sebagaimana ditegaskan  oleh Imad Abdu Al Ghafur selaku wakil daripada para pendiri partai.
Masih menurut Imad, Hizb An Nur bahkan telah memiliki anggota dari sekelompok penganut Kristen dan 51 % anggotanya merupakan kaum hawa.
Sebagaimana diketahui, Hizb An Nur merupakan partai yang didirikan oleh beberapa tokoh muda dari “Ad Dakwah As Salafiyah” Iskandariyah Mesir. Disamping Hizb An Nur, komunitas Salafy lainnya juga mengumumkan berdirinya Hizb Al Fadhilah, yang disebutkan oleh beberapa media Mesir bertekad mendukung partai yang dimiliki Al Ikhwan Al Muslimun. *

Sumber : ois
Rep: Thoriq
Red: Cholis Akbar



Hamas-Fatah kini Bersatu

Written By Unknown on 14.5.11 | 14.5.11

Pada hari Rabu tanggal 4 Mei rakyat Palestina merayakan kabar kesepakatan damai antara Hamas dan Fatah. Sebuah kegembiraan yang luar biasa dirasakan bangsa Palestina. "Pertama kali saya memegang bendera Fatah setelah 4 tahun berlalu, " kata Mahmud al-Riati, seorang mahasiswa teknik yang berumur 20 tahun. Rakyat Palestina turun ke jalan merayakan persatuan ini.
Akan tetapi sudah tentu, persatuan ini membuat Israel marah dan membekukan dana pajak yang seharusnya disetorkan ke otoritas Palestina.

Jalan untuk menuju persatuan ini penuh dengan rintangan. Apakah mereka dapat mengatasi tantangan ini tergantung dari kerja keras kedua belah pihak untuk membawa pengikutnya dalam ruang perdamaian.
Kesepakatan disahkan di Kairo, Mesir pada hari Rabu. Salah satu persoalan penting yang menjadi kesepakatan bersama adalah pengelolaan keamaan Jalur Gaza dan wilayah Palestina lainnya. Mereka sepakat untuk membuat semacam Dewan Keamanan Tertinggi yang akan mengawal wilayah-wilayah Palestina. Meskipun tidak dijelaskan bagaiman pelaksanaan teknisnya, akan tetapi ini merupakan kemajuan besar bagi bangsa Palestina untuk membangun bangsanya.

Fatah mendapat sokongan barat untuk membangun kekuatan militernya di West Bank. Kekuatan militer Fatah ini sudah tentu tidak dirancang untuk melawan Israel, hanya sebatas kekuatan pasukan keamanan. Sedangkan Hamas mengembangkan militernya dengan kekuatannya sendiri di Gaza. Selain untuk keamanan wilayah, kekuatan pasukan Hamas dipersiapkan untuk membela diri dari serangan Israel.
Dalam perjanjian yang dilaksanakan di Kairo kali ini, tidak disebutkan kata kesepakatan tentang bagaimana penyelesaian konflik dengan Israel. Seperti kita ketahui, Fatah lebih cenderung mendukung kesepakatan dengan barat dan Israel yang terkadang merugikan bangsa Palestina dan Hamas. Dalam kesepakatan itu juga tidak disebutkan bagaimana peranan masing-masing dalam memimpin bangsa Palestina.
Ketika Hamas memenangkan pemilu Palestina legislatif tahun 2006, pihak barat memboikot pemerintahan sah bangsa Palestina di bawah Hamas. Israel yang mendengar kesepakatan damai dari Hamas dan Israel telah membekukan penerimaan pajak yang dikumpulkan atas nama Otoritas Palestina.
Seorang komentator politik, Bassem Zubaidi mengatakan bahwa hambatan eksternal yang dibentuk oleh Israel merupakan tantangan besar dalam perjanjiang persatuan ini. Untuk membuat agenda politik bersama memerlukan waktu yang tidak pendek, tambahnya.
"Hal-hal yang besar sangat rumit permasalahannya, dan tidak dapat diselesaikan dalam waktu semalam," katanya.

"Akan tetapi mereka bisa memulainya dengan langkah-langkah yang kecil, seperti pembentukan pemerintahan dan pelaksanaan pemilu, " imbuhnya.

*) Sumber : islamedia

Pakar Politik islam Saudi dukung Pemilu

Umum diketahui, bahwa selama ini banyak pihak di Arab Saudi yang sangat alergi dengan masalah pemilu, khususnya dalam pandangan syar'i. Biasanya proses pemilu ini mereka kaitkan dengan sistem demokrasi yang dianggap sebagai sistem kafir. Namun belakangan suara-suara tersebut kian lemah, karena ternyata para ulama yang disegani di Negara ini tidak melihat pemilu sebagai masalah hitam putih; halal atau haram. Mereka umumnya melihat dari sisi kemaslahatan umat. Apalagi setelah pemerintahnya sendiri mengadakan pemilu untuk menyerap aspirasi rakyat.
Perkara ini mencuat kembali akhir-akhir ini menjelang pemilu lokal kedua yang akan diadakan pemerintah Arab Saudi pada September mendatang tahun ini. Ditengah-tengah upaya gencar pemerintah agar masyarakat berpartisipasi aktif ikut dalam kegiatan politik ini, muncul kembali polemik tentang syar'iyyatul intikhabat (legalitas syariat pemilu) dengan asumsi dan pandangan negatif.
Namun hal ini dibantah oleh seorang pakar politik Islam Arab Saudi yang juga dosen pasca sarjana ilmu kehakiman, DR. Saad bin Mathar Al-Otaibi. Dia berkata, "Saya tidak mengetahui ada seorang ulama kita yang diakui mengingkari partisipasi dalam pemilu yang diselenggarakan pemerintah." Dia juga menambahkan, "Pemilu merupakan salah satu bentuk metode memilih orang yang paling layak menduduki kepemimpinan. Dia merupakan sarana syar'i yang memiliki landasan dalam sunnah nabi dan dipraktekkan para shahabat radhiallahu anhum, dan pemilu lokal ini adalah salah satu wujudnya di zaman moderen sekarang. Pemerintah dan para ulama telah menyetujuinya. Tidak saya ketahui ada seorang pun ulama yang diakui di Negara kita yang mengingkarinya."
Al-Otaibi juga berkata, "Terdapat fatwa para ulama yang mendorong warga untuk berpartisipasi dalam pemilu lokal pertama dahulu. Hal itu sangat jelas. Karena ini merupakan salah satu sarana untuk memilih pemimpin yang kredibel dan yang paling layak."
Karena itu, Al-Otaibi menyerukan seluruh warga untuk segera mendaftarkan dirinya sebagai pemilih, karena hal tersebut memiliki kemaslahatan syar'i dan merupakan sikap tanggung jawab.
Terkait dengan calon terpilih dalam pemilu ini, Al-Otaibi berkata, "Wajib bagi mereka mendahulukan kemaslahatan syar'i bagi masyarakat dibanding kemaslahatan yang bersifat cabang." Dia tegaskan bahwa negeri ini adalah negeri Islam, UUD nya adalah Al-Quran dan Sunnah yang menjadi pedoman peraturan Negara dan tindak tanduk masyarakat.
(Sabq)
*)Sumber : Islammedia

Mesir Aksi Sejuta Massa. Bagaimana Indonesia?


15 Mei diperingati sebagai hari berdirinya Israel oleh kaum zionis. Namun bagi Palestina dan umat Islam, 15 Mei adalah nakhbah yang berarti prahara. Sebab dengan berdirinya Israel itu penjajahan yang lebih buruk bagi Palestina dimulai. Lebih buruk dari penjajahan Inggris sebelumnya.

Peringatan nakhbah tahun ini telah dimulai di sejumlah negara. Mulai Palestina sendiri hingga Mesir, Lebanon, dan Yordania. Rencananya, pada puncak peringatan nakhbah 15 Mei 2011 umat Islam Palestina dan negara-negara Arab akan mengepung Israel.

Rakyat Mesir yang pada rezim Mubarak tidak bebas melakukan pembelaan kepada Palestina, jum'at (13/5) menggelar aksi satu juta massa dalam rangka peringatan nakhbah. Aksi akbar yang dipusatkan di Kairo itu sekaligus menunjukkan dukungan umat Islam kepada rekonsiliasi Palestina baru-baru ini.

Lautan manusia membanjiri lapangan Tahrir di Kairo. Bendera palestina dalam jumlah yang sangat banyak berkibar di lapangan yang juga menjadi saksi revolusi Mesir sebelumnya. Slogan dan yel-yel diteriakkan oleh para demonstran sebagai bentuk dukungan pada rekonsiliasi dan perjuangan Palestina.

Sejumlah negeri muslim mulai dan telah menunjukkan dukungannya kepada Palestina pada peringatan nakhbah ke-63. Sebagian telah melaksanakan di dalam negerinya, sebagian merencanakan bergabung ke perbatasan Palestina untuk mengepung Israel pada 15 Mei, dan sebagian yang lain mengikuti dua-duanya sekaligus. Mungkin yang ditunggu oleh dunia adalah aksi negara muslim terbesar di dunia. Jadi, bagaimana dengan Indonesia? [AN/bsb]
 
*Sumber : Bersama Dakwah

Mesir Aksi Sejuta Massa. Bagaimana Indonesia?


15 Mei diperingati sebagai hari berdirinya Israel oleh kaum zionis. Namun bagi Palestina dan umat Islam, 15 Mei adalah nakhbah yang berarti prahara. Sebab dengan berdirinya Israel itu penjajahan yang lebih buruk bagi Palestina dimulai. Lebih buruk dari penjajahan Inggris sebelumnya.

Peringatan nakhbah tahun ini telah dimulai di sejumlah negara. Mulai Palestina sendiri hingga Mesir, Lebanon, dan Yordania. Rencananya, pada puncak peringatan nakhbah 15 Mei 2011 umat Islam Palestina dan negara-negara Arab akan mengepung Israel.

Rakyat Mesir yang pada rezim Mubarak tidak bebas melakukan pembelaan kepada Palestina, jum'at (13/5) menggelar aksi satu juta massa dalam rangka peringatan nakhbah. Aksi akbar yang dipusatkan di Kairo itu sekaligus menunjukkan dukungan umat Islam kepada rekonsiliasi Palestina baru-baru ini.

Lautan manusia membanjiri lapangan Tahrir di Kairo. Bendera palestina dalam jumlah yang sangat banyak berkibar di lapangan yang juga menjadi saksi revolusi Mesir sebelumnya. Slogan dan yel-yel diteriakkan oleh para demonstran sebagai bentuk dukungan pada rekonsiliasi dan perjuangan Palestina.

Sejumlah negeri muslim mulai dan telah menunjukkan dukungannya kepada Palestina pada peringatan nakhbah ke-63. Sebagian telah melaksanakan di dalam negerinya, sebagian merencanakan bergabung ke perbatasan Palestina untuk mengepung Israel pada 15 Mei, dan sebagian yang lain mengikuti dua-duanya sekaligus. Mungkin yang ditunggu oleh dunia adalah aksi negara muslim terbesar di dunia. Jadi, bagaimana dengan Indonesia? [AN/bsb]
 
*Sumber : Bersama Dakwah

Pidato Mursyid 'Aam ke - 8 Ikhwanul Muslimin

Written By Unknown on 8.2.10 | 8.2.10

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah dan semoga rahmat selalu dicurahkan kepada Rasululullah SAW, sahabatnya, dan para pengikutnya.
Saudara-saudara sekalian yang saya cintai,
Izinkan saya menyapa saudara sekalian dengan cara Islam: Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu.
Hanya karena kehendak Allah SWT, saya menjalankan tanggung jawab besar yang telah Allah berikan bagi saya ini, dan juga sebagai jawaban dari saya dengan seizin Allah atas permintaan Jamaah  Ikhwanul Muslimin. Bersama saudara-saudara saya di  Jamaah Ikhwanul Muslimin, saya menyongsong tercapainya tujuan-tujuan besar di depan, di mana untuk mencapainya kita telah mencurahkan daya dan upaya, hanya demi keridhaan Allah SWT semata.
Saudara-saudariku sekalian,
Pada permulaan pidato saya ini saya hendak mempersembahkan kepada guru kita, kakak kita, dan pemimpin yang mahsyur, yaitu Syeikh Muhammad Mahdi Akif, sebagai Mursyid ‘Am ketujuh Jamaah Ikhwanul Muslimin. Beliau adalah seorang yang kokoh, penuh dedikasi, dan antusiasme (semangat) dalam memimpin perjalanan Jamaah  ini di tengah berbagai badai yang menerpanya, dan berhasil melalui seluruh rintangan yang menghadang, sehingga memberikan sebuah teladan yang unik dan sempurna bagi para pemimpin dan pejabat  tinggi di pemerintahan, perkumpulan, maupun partai dengan memenuhi janjinya untuk meletakkan jabatan setelah satu masa kepemimpinannya.
Tidak cukup kata-kata untuk mengungkapkan perasaan kita terhadap pemimpin besar sekaligus sosok teladan ini, sehingga hanya lah doa yang bisa kita ucapkan “Semoga Allah membalasmu dengan segala yang terbaik”.
Perkenankan kami mengatakan ini pada saudara-saudara Muslim kami tercinta yang tersebar di seluruh dunia: "Sungguh sayang ketika momen besar ini terjadi anda tidak bersama kami,  disebabkan oleh alasan-alasan di luar kemampuan kami, namun demikian kami merasakan jiwa-jiwa anda bersama kami, dan  memancarkan senyum serta perasaan yang jujur dan tulus".
Sedangkan bagi saudara-saudara kami tercinta yang kini berada dibalik jeruji tirani dan penindasan tanpa alasan selain menyatakan bahwa Allah SWT adalah Tuhan kita, serta karena mencari kemuliaan, kebanggaan, dan perkembangan bagi bangsa mereka, kami dengan tulus memberikan penghargaan dan rasa salut kami bagi kesabaran, ketabahan, dan pengorbanan anda yang kami yakin tidak akan sia-sia. Kami berdoa semoga para tiran dan penjajah itu bertobat, dan kami bisa bertemu dengan anda  lagi ketika anda memberi dukungan pada kami, semoga Allah merahmati dan melindungi anda.
Saudara-saudariku tercinta,
Sebagaimana yang anda  sadari, tujuan utama Jamaah Ikhwanul Muslimin (IM) adalah Jamaah yang menginginkan  perbaikan komprehensif bagi segala bentuk kerusakan melalui jalan reformasi dan perubahan. “Aku  hanya berharap mendatangkan perbaikan (bagimu) selama aku masih sanggup. Dan keberhasilanku (dalam tugas ini) hanya dari Allah.” (Q.S. Hud: 88)  Tujuan utama hanya akan dapat terwujud melalui kerjasama dengan seluruh kekuatan umat, dan  mereka yang penuh semangat dan ikhlas melakukannya demi agama dan bangsa mereka.
Ikhwanul Muslimin percaya bahwa Allah telah meletakkan landasan yang dibutuhkan bagi perkembangan dan kesejahteraan bangsa-bangsa dalam Islam; dengan demikian, Islam adalah referensi mereka dalam melakukan reformasi, yang dimulai dari pendisiplinan dan pelatihan jiwa-jiwa secara pribadi, kemudian diikuti dengan meregulasi keluarga dan masyarakat dengan cara mengokohkan mereka. Reformasi itu sendiri bermula dengan membawa keadilan kedalamnya, serta dengan jihad yang kontinu untuk membebaskan bangsa dari dominasi pihak asing maupun hegemoni intelektual, spiritual, dan kultural, serta dari kolonialisme ekonomi, politik, ataupun militer, seiring dengan memimpin bangsa menuju perkembangan, kemakmuran, dan memperoleh tempatnya yang pantas di dunia.
Sebagai hasil dari pemahaman yang komprehensif terhadap Islam ini, Ikhwanul Muslimin digambarkan sebagai kaum salafi, Sunni, organisasi politik, kelompok olahraga, perkumpulan ilmiah dan budaya, badan usaha ekonomi, maupun sebagai sebuah ide sosial, sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran:
“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah padamu, tapi jangan lah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan jangan lah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Q.S. Al Qashash: 77)
Jamaah Ikhwan  memahami bahwa di dalam Al Quran dan Sunah terdapat seluruh aturan yang dapat diterapkan dalam setiap aspek kehidupan, sehingga umat harus memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya. Berdasarkan aturan-aturan ini, banyak alternatif dan yurisdiksi juga termasuk didalamnya, sehingga pilihan bagi seseorang bisa berubah tergantung pada kebiasaan, waktu dan tempat ia berada.
Saudara-saudariku tercinta,
Meskipun pemikiran, sasaran, dan tujuannya telah jelas, namun banyak pihak berupaya mendefinisikan kami sebagai sesuatu yang berbeda serta memberikan berbagai citran dan lebel dengan berbagai tujuan lain pada kami; sehingga, kami harus senantiasa memperkenalkan kembali diri kami, prinsip-prinsip, dan posisi kami terkait dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi kini.
Mula-mula, saya ingin mengatakan pada mereka yang menjadi tulang punggung kesatuan kelompok mereka, bahwa mereka yang bekerja dengan ikhlas demi Tuhan mereka, agama, dan bangsa mereka harus lah bersatu meskipun berbeda pendapat. Mereka yang berpikir bahwa perbedaan pendapat dalam kelompok akan memecah-belah sesungguhnya tidak memahami Jamaah Ikhwan sama sekali. Segenap Jamaah Ikhwan telah berjanji pada Allah untuk berjuang di jalan-Nya sebagai satu kesatuan.
Jamaah Ikhwan  brgerak dan beraktivitas berdasarkan serangkaian peraturan dan  kebijakannya yang terus-menerus ditinjau ulang serta dikembangkan tanpa mempertentangkan prinsip-prinsip pokoknya, dan Jamaah Ikhwan  juga menerima dengan segala hormat nasihat dan buah pemikiran yang bijak dari semua pihak, sebab  Jamaah Ikhwan mematuhi ungkapan “Tuhan akan merahmati mereka yang memberitahukan padaku kekeliruan-kekeliruanku”.
Saudara-saudariku tercinta,
Saya ingin menggarisbawahi dan menekankan poin berikut ini:
Kami adalah “jama’atu minal muslimin” dan bukan lah “jama’atul muslimin”, sebab satu kelompok tidak bisa memonopoli Islam, dan segala puji bagi Allah, IM sangat terkenal di semua negara di Arab dan dunia Islam karena kemoderatannya yang berakar dari Al Quran dan Sunah yang murni.
Pendekatan dan pergerakan kami saling terkait dan saling mendasarkan (yang setelahnya berdasarkan pada yang sebelumnya) serta motto kami adalah kutipan ayat Al Quran:
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar) berdoa: Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian di hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (Q.S. Al-Hasyr: 10)
Kami percaya pada reformasi bertahap, yang hanya bisa dicapai melalui upaya-upaya yang penuh perdamaian dan konstitusional, berdasarkan pada cara-cara persuasi dan dialog, sama sekali bukan melalui pemaksaan, sehingga dengan demikian kami menolak segala bentuk kekerasan pada level pemerintahan maupun individual.
Jamaah Ikhwan percaya bahwa sistem yang berkuasa harus lah menjaga kebebasan-kebebasan pribadi, adanya musyawarah (demokrasi), serta adanya pemerolehan legitimasi kekuasaan dalam suatu bangsa. Pengidentifikasian kekuatan-kekuatan dan pemilahannya merupakan sistem kekuasaan terdekat dengan Islam, tidak ada alternatif lain.
Maka jika dilihat dari perspektif ini, Jamaah Ikhwan berpartisipasi dalam wilayah politik dan menuntut terjadinya reformasi sistem melalui cara-cara damai yang tersedia seperti parlemen maupun komunitas, yang mana hal ini bisa dikatakan sebagai tugas mereka. Maka, mereka harus mempunyai pemahaman mengenai agama mereka dan kecintaan pada bangsa-bangsa mereka.
Mengenai posisi kami terhadap resim Mesir, kami menekankan bahwa Jamaah Ikhwan tidak pernah menjadi lawan bagi mereka, meskipun rezim Mesir terus-menerus memberlakukan larangan bagi  Jamaah Ikhwan, menyita harta, dan menahan pemimpin-pemimpin mereka. Meskipun demikian, Jamaah Ikhwan tidak pernah takut untuk membongkar kebijakan-kebijakan korup di setiap area dan selalu memberikan rekomendasi cara-cara agar negara kami bisa keluar dari krisis berkepanjangan yang menurut rezim Mesir tengah diderita negara kami.
Jamaah Ikhwan mendidik anak-anak laki-laki maupun perempuan mereka dengan nilai-nilai luhur, moralitas, dan kebaikan membantu orang lain, yang akan bermanfaat bagi bangsa, warga negara, maupun lembaga-lembaga negara ini.
Kami menegaskan bahwa posisi Jamaah Ikhwan dalam sistem pada dasarnya adalah berpihak pada yang baik dan menentang yang buruk, oleh sebab ituJamaah Ikhwan tidak menentang sesuatu hanya karena sesuatu itu.
Mengenai saudara-saudara Kristen kami di Arab maupun dunia Islam, posisi kami terhadap mereka adalah sangat jelas, yaitu mereka adalah rekan dan partisipan dalam membangun peradaban umat ini, kolega kami dalam mempertahankannya, serta rekan kami dalam pengembangannya, berurusan dan bekerjasama dengan mereka merupakan kewajiban yang Islami:
"Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil.” (Q.S. Al-Mumtahanah: 8)
Jamaah Ikhwan percaya bahwa kewarganegaraan berdasarkan pada kerjasama dan kesetaraan penuh dalam hak dan kewajiban, kecuali untuk masalah-masalah yang sifatnya personal, dimana hal tersebut bergantung pada keimanan masing-masing orang.
Jamaah Ikhwan menolak keras dan mengutuk seluruh kekerasan sektarian yang seringkali terjadi, dan Jamaah IKhwan, mengumumkan penolakan mereka terhadap seluruh insiden yang menyakitkan ini yang terjadi ketika umat Kristen dan Islam hidup bersama dalam satu komunitas sosial dan kultural.  Jamaah Ikhwan juga menghimbau untuk mendiskusikan alasan dibalik terjadinya ketegangan ini serta mencari solusi untuk menghilangkan segala sensitivitas dan mengembalikan bangsa sebagai suatu unit yang sehat.
Mengenai kaum wanita,  Jamaah Ikhwan  sebelumnya telah mengilustrasikan dukungannya terhadap pemenuhan seluruh hak mereka di bidang ekonomi, sosial, maupun politik.
“Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan rasul-Nya.” (Q.S. At-Taubah: 71).
Kami menghimbau kepada seluruh wanita muslim untuk menjalankan peran mereka secara umum dan agar tetap tanggap terhadap peristiwa-peristiwa masa kini karena hal ini akan memberikan maslahat pada Bangsa Arab dan Umat Muslim.
Mengenai kekuatan-kekuatan Islam nasional, partai politik, serta elit-elit intelektual maupun kultural, Jamaah Ikhwan percaya bahwa setiap orang mempunyai bagian dalam pengembangan dan reformasi, dan Jamaah Ikhwan  menolak adanya pengeksklusifan suatu individu atau kelompok maupun marginalisasi peran suatu individu.  Jamaah Ikhwan menerima adanya pluralitas partai serta kebebasan bagi mereka untuk berdiri tanpa adanya pembatasan selama masih berada di dalam jalur konstitusi.
Jamaah Ikhwan percaya pada adanya hubungan kekuasaan antara partai dan kelompok yang berbeda melalui proses eleksi yang adil dan bebas, sebab suatu negara diperuntukkan bagi semua individu didalamnya dan reformasi merupakan tanggungjawab tiap individu tanpa kecuali.
Jamaah Ikhwan  memprioritaskan kasus Palestina dan menganggapya sebagai kasus terpenting bagi umat, karena melalui kasus ini akan terukur standar loyalitas terhadap Islam dan Arabisme, dan IM tidak akan menyia-nyiakan tiap usaha untuk menjadikan kasus ini diprioritaskan pula oleh bangsa-bangsa dan sistem yang berkuasa sampai Palestina terbebaskan, dengan seizin Allah.
Jamaah Ikhwan  bersikukuh untuk mendukung bangsa Arab dan umat Islam dalam mempertahankan posisi mereka yang adil, serta dalam mendukung isu-isu penting mereka.  Jamaah Ikhwan  tidak akan ragu-ragu untuk menawakan nasihat bagi seluruh perkumpulan Arab atau Islam baik di level pemerintahan maupun publik, dan IM tidak akan pernah berhenti berkorban demi kepentingan umat apabila dibutuhkan.
Jamaah Ikhwan  menghimbau bangsa Arab dan negara-negara Islam lainnya untuk bersatu dan bekerjasama dalam mempertahankan diri dari penjajahan serta hegemoni Barat maupun Zionis.Jamaah Ikhwan menghimbau persatuan umat dalam memecahkan masalah-masalah internal maupun antara bangsa Arab dan negara-negara Islam dengan jalan advokasi dan dialog, bukan dengan senjata.
Oleh karena itu, marilah kita ingatkan saudara-saudara kita di Yaman, Sudan, Somalia, Irak, Libanon, Afghanistan, dan Pakistan bahwa satu-satunya cara untuk menjaga keamanan dan perasaan aman warga mereka adalah dengan membuka ruang dialog dan kesepakatan demi kemaslahatan negara-negara ini.
Posisi kami terhadap sistem global yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Barat adalah sangat jelas. Kami tidak menyimpan kebencian pada negara-negara Barat, namun kami menentang sistem global yang memberlakukan demokrasi dan kebebasan bagi negara-negara tersebut namun tidak memberlakukannya terhadap kami. Mereka menggunakan kekuatan ekonomi mereka untuk menguasai negara-negara kami dan keputusan-keputusan kami. Negara Zionis menginginkan pemusnahan nilai-nilai, kultur, dan identitas Islam kami dengan menggantikannya dengan nilai-nilai Barat yang akan menghancurkan iman dan moralitas kami.
Kami menghimbau bagi negara-negara untuk bersatu melawan Zionis dan proyek Barat serta mengatasi semua perbedaan ideologi untuk mengakhiri rasisme di muka bumi, dan secara penuh menolak dan melarang setiap serangan atau okupasi terhadap bangsa Arab dan seluruh negara Islam.
Kami menghimbau sistem global ini untuk bersikap adil dan bijak, dan membangun kedamaian serta kooperasi antara orang-orang diseluruh dunia, dan mengokohkan nilai-nilai kebebasan dan keadilan di muka bumi.
"Wahai manusia! Sungguh Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku, agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Mahateliti.” (Q.S. Al Hujurat: 13)
Bangsa Arab tidak lebih baik dari orang asing dan orang asing juga tidak lebih baik dari bangsa Arab, orang kulit hitam tidak lebih baik dari orang kulit putih dan orang kulit putih tidak lebih baik dari orang kulit hitam, kecuali dalam hal ketakwaannya.
Saudara-saudariku tercinta,
Kami menyongsong masa depan dengan penuh harap dan keprihatinan. Harapan adalah motto hidup orang-orang yang benar-benar beriman. Alasan kita terus berupaya hingga kini adalah harapan. Kasih sayang dan ukhuwah adalah metode yang digunakan  Jamaah Ikhwan untuk menghadapi berbagai kesulitan yang menghadang; kesedihan bukan lah sikap orang beriman dan berpangku tangan bukan lah kualifikasi seorang mujahid.
Salah satu keprihatinan kami adalah pada seluruh bangsa Mesir, Arab, dan Muslim; umat manusia berbagi keprihatinan yang sama mengenai masa depan dunia ini, yang diancam oleh berbagai konflik, epidemi serta penyakit, dan para ilmuwan prihatin pada masalah pemanasan global, desertifikasi, dan banjir.
Keprihatinan kami juga pada masa depan dunia ini yang tidak pasti, yang dipimpin oleh kebijakan negara-negara adidaya yang berhasrat memimpin manusia selama dua dekade dan merasa bahwa mereka juga bisa menguasai bagian dunia lainnya.
Mereka dikejutkan oleh sungai darah dan mayat yang bergelimpangan di negara-negara Islam termasuk di Afghanistan, Irak, Sudan, Somalia, Libanon, dan Palestina, ditambah lagi dengan krisis ekonomi yang sambung-menyambung membuat orang-orang hidup dalam kecemasan dan keprihatinan akan masa depan mereka dan anak-anak mereka.
Saudara-saudariku tercinta,
Bangsa Mesir, Arab, dan Muslim, serta seluruh umat manusia berharap banyak darimu, dan engkau—dengan seizin Allah—mempunyai kemampuan untuk memikul tanggung jawab ini; berulang-ulang sejarah telah merekam kesabaranmu, ketabahanmu, keteguhan hati, dan produktivitasmu, meskipun rumor-rumor negatif selalu disebarkan terhadapmu.
Tawarkanlah kepada dunia Islam yang sesungguhnya, Islam yang penuh toleransi dan moderat, Islam yang menghormati pluralitas di dunia, Islam yang merupakan persaudaraan dan kerjasama bagi kemaslahatan umat manusia.
Tempuhlah setiap jalan dan gunakan setiap cara yang mungkin untuk menyebarkan dakwah Islam antara manusia dan berupayalah dengan sungguh-sungguh.
“Maka janganlah engkau taati orang-orang kafir, dan berjuanglah terhadap mereka dengannya (Al Quran) dengan (semangat) perjuangan yang besar.” (Q.S. Al-Furqon: 52)
Bersikeraslah dengan upayamu melalui pernyataan, tulisan, ceramah, lagu, film-film yang baik, maupun drama yang penuh makna. Gunakan seluruh cara untuk menyingkapkan fakta-fakta mengenai Islam dan mengakhiri segala keragu-raguan. Kuatkanlah dan setialah pada slogan yang berasal dari Al Quran :
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dia lah yang lebih mengetahui siapa yang menadapat petunjuk. ” (Q.S. An-Nahl: 125)
“Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang baik, kecuali dengan orang-orang yang zhalim diantara mereka, dan katakanlah, “Kami telah berimana kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhan kamu satu; dan hanya kepada-Nya kami berserah diri.” (Al Ankabut: 46)
Didiklah anda dengan nilai-nilai luhur dan etika, jadilah teladan bagi orang-orang, bimbinglah mereka pada Allah dengan cara menjadi contoh yang baik dan dengan berperilaku yang baik, dan bergabunglah bersama-sama dalam mereformasi jiwa dan moralitas.
Bekerjasamalah dengan setiap orang yang berupaya demi kebaikan Islam dan tentanglah semua yang buruk, teruslah menjadi pendukung kebenaran, menjaga iman, dan berjuang melawan kekafiran.
Berpalinglah kepada Al Quran dan Sunah Rasulullah yang mulia, serta cara hidup nabi dan orang-orang yang mulia. Pelajari itu semua dan dapatkan manfaat terbaik yang bisa diperoleh, dan kemudian selalulah koreksi kembali perjalananmu dengan ingatlah senantiasa bahwa Allah selalu mengawasi apa yang engkau lakukan bukan apa yang ada didalam hatimu. Dan tunggu lah kemenangan dari Allah yang sesungguhnya tidak lah sulit,
“karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa, Maha Penyayang.” (Q.S. Ar Rum: 5)
“Dan katakanlah “Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. ” (Q.S. At Taubah: 105)
Dr. Muhammad Badi’ Abdul Majid Saamy
Kairo, Mesir

(Sumber : http://www.eramuslim.com/berita/dunia/pidato-mursyid-aam-ikhwanul-muslimin.htm)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger