Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Donggala. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Donggala. Tampilkan semua postingan

Peta Kab. Donggala Dengan Jarak Kecamatan

Written By Unknown on 24.11.13 | 24.11.13

Peta Kabupaten Donggala

Terdiri dari 16 Kecamatan

1. Kec. Rio Pakava
2. Kec. Banawa Selatan
3. Kec. Banawa Tengah
4. Kec. Banawa
5. Kec. Pinembani
6. Kec. Tanantovea
7. Kec. Labuan
8. Kec. Sindue Induk
9. Kec. Sindue Tombusabora
10. Kec. Sindue Tobata
11.Kec. Sirenja
12. Kec. Dampelas
13. Kec. Balaesang Tanjung
14. Kec. Balaesang
16. Kec. Sojol
16. Kec. Sojol Utara


Bu Dokter Saja

Written By Unknown on 18.11.13 | 18.11.13

Calon Bupati Donggala nomor urut 8 yang ikut pada putaran kedua Pilkada Kab. Donggala hari ini Tgl 18 November 2013.

Pasangan Bu Dokter dan Pak Guru.

Keadaan Geografis Kab. Donggala

Written By Unknown on 7.12.11 | 7.12.11

Kabupaten Donggala dengan wilayah seluas 5,275.69 kilometer persegi terbagi menjadi 16 kecamatan dimana kecamatan Rio Pakawa merupakan kecamatan terluas (872,16 km2) sedangkan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah kecamatan Banawa Tengah yang hanya memiliki luas 74,64 km.
Wilayah Kabupaten Donggala berbatasan langsung dengan Kabupaten Tolitoli di sebelah Utara, Propinsi Sulawesi Barat dan Kabupaten Sigi serta Kota Palu di sebelah Selatan, kemudian Selat Makassar dan wilayah Propinsi Sulawesi Barat di sebelah Barat, Kabupaten Sigi dan Kabupaten Parigi Moutong di sebelah Timur.
Sebagaimana dengan daerah-daerah lain di Indonesia, Kabupaten  Donggala memiliki dua musim, yaitu musim panas dan musim hujan. Musim panas terjadi antara bulan April – September, sedangkan musim hujan terjadi pada bulan Oktober – bulan Maret.
Hasil pencatatan suhu udara pada Stasiun Udara Mutiara Palu terakhir (tahun 2009) menunjukkan bahwa rata rata suhu udara tertinggi terjadi pada September  (28,8 °C) dan terendah terjadi pada Juli (26,7 °C). Sementara kelembaban udara yang dicatat pada stasiun yang sama berkisar antara 69 – 80 persen. Kelembaban udara rata-rata tertinggi terjadi pada bulan April yang mencapai 80 persen, sedangkan kelembaban udara rata-rata terendah terjadi pada bulan September  yaitu 69  persen. 
Curah hujan tertinggi yang terakhir tercatat pada Stasiun Mutiara Palu (tahun 2009) terjadi pada bulan Agustus 199,00 mm2, sedangkan curah hujan terendah terjadi pada bulan Februari yaitu  12,8 mm2.
Sementara itu kecepatan angin rata-rata berkisar antara  2 – 4 knots.  Arah angin terbanyak datang dari arah utara sepanjang tahun, relatif sama dari tahun ke tahun.
*Sumber : BPS Kab. Donggala

Luas Area Kabupaten Donggala


Kecamatan
District
Luas (Km²)
Area (Km Sq)
Persentase
Percentage
(1)
(2)
(3)
01 Rio Pakava
872.16
16.53
02 Pinembani
402.61
7.63
03 Banawa
99.04
1.88
04 Banawa Selatan
430.67
8.16
05 Banawa Tengah
74.64
1.41
06 Labuan
126.01
2.39
07 Tanantovea
302.64
5.74
08 Sindue
177.20
3.36
09 Sindue Tombusabura
211.55
4.01
10 Sindue Tobata
211.92
4.02
11 Sirenja
286.94
5.44
12 Balaesang
314.23
5.96
13 Balaesang Tanjung
188.85
3.58
14 Damsol
732.76
13.89
15 Sojol
705.41
13.37
16 Sojol Utara
139.07
2.64
Donggala
5,275.69
100.00
Sumber : Badan Pusat Statistik Kabupaten Donggala
Source : Central Board of Statistics of Donggala Regency

Banjir Bandang Donggala, 3 Meninggal, Ratusan Rumah Rusak

Written By Unknown on 16.10.11 | 16.10.11

Donggala, (PKS Donggala) - Jum’at 14/10/2011 sekitar pukul 16.00 Wita 3 Desa di wilayah Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala Sulawesi Tengah yaitu Desa Mbuwu, Ongulara dan sebagian desa Watatu dilanda banjir bandang yang mengakibatkan 3 orang warga Desa Mbuwu meninggal dunia dan puluhan rumah warga lainya rusak berat.

Banjir bandang yang melanda desa tersebut begitu cepat terjadi sehingga warga tidak sempat untuk menyelamatkan sebagian harta benda yang dimiliki. Diperkirakan berdasarkan laporan dari kepala dusun di Desa Mbuwu yang merupakan desa yang berdampak banjir yang cukup parah ada sekitar 400 KK lebih yang mengalami kerusakan rumah dan kehilangan harta benda.

Hingga saat ini posko yang ada di lokasi banjir bandang yang terletak di desa Mbuwu masih berasal dari Posko Dinas Sosial dan Dinas Kesehatan Kabupaten Donggala, bantuan-bantuan yang tersedia masih sangat minim dan kurang mencukupi bagi para korban banjir. 

Bantuan-bantuan yang masih sangat dibutuhkan bagi korban banjir adalah kebutuhan sembako dan pakaian serta penanganan psikologis warga yang masih merasa was-was apabila di daerah sekitar desa mengalami hujan lagi.(Kicong)
 

Agar Motivasi Tetap Tinggi

Written By Unknown on 22.7.11 | 22.7.11

Bila kalian mengubah Pikiran kalian,
Berarti sedang mengubah Keyakinan diri kalian,
Mengubah diri, berarti sedang mengubah Harapan-harapan,
Mengubah harapan, berarti mengubah Sikap,
Mengubah sikap, berarti mengubah Tingkah laku,
Mengubah tingkah laku, berarti mengubah Kinerja,
Mengubah kinerja, berarti mengubah Nasib,
Mengubah nasib, berarti MENGUBAH HIDUP.

Siapa yang tidak ingin memiliki motivasi tinggi dalam hidup ini? Tanpa menjawab pun semua mau. betul...betul...betul. tapi masalahnya gan..gmana caranya agar yang namanya motivasi itu tetap berada dilevel TOP. kayak mesin aja...Top Engine. Nich ada beberapa kiat yang bisa kita praktikkan. langung ke TeKaPe...

  1. Cari lingkungan or teman yang semangat, energij,dan bermotivasi tinggi.Ini sangat penting karena kita adalah anak dari lingkungan dimana kita berada. kalo ingin bermotivasi, sebaiknya cari lingkungan-lingkungan mendukung dan hindari berteman dengan pemalas yang tidak punya tujuan hidup. (Nah...point satu ini khusus yang masih masuk kategori belum punya motivasi. bagi yang sudah punya boleh dimana saja asal dengan tujuan ingin memderdayakan si lingkungan tadi serta si pemalas itu agar bisa termotivasi seperti ditinya). lanjut....
  2. Baca buku atau tulisan yang berisi motivasi. Ini bisa membangkitkan semangat kita karena dengan membaca setidaknya ada kekuatan tersendiri untuk melakukan apa yang kita baca. luangkan waktu barang 5-10 menit perhari untuk membaca buku-buku atau tulisan-tulisan motivasi. lanjut gan...
  3. Ikuti acara-acara yang bisa membangkitkan motivasi diri. mengikuti acara-acara seperti diskusi motivasi, seminar motivasi, memberikan penyegaran tersendiri. Biasanya setelah mengikuti acara-acara tersebut kita seperti hidup kembali.
  4. Jangan lihat kelemahan tapi lihatlah potensi dan kelebihan kita. Melihat motivasi dan kelebihan yang kita miliki, menjadikan kita makin termotivasi dan optimis untuk menjadi lebih baik. Ini menjadikan kita sebagai manusia yang paling beruntung sehingga menimbulkan rasa syukur.
  5. ikuti training-training motivasi. Mengikuti pelatihan motivasi bisa menjadikan kita lebih termotivasi, merasa fresh lagi. Paling tidak kita akan mendapatkan wawasan dan kiat untuk memotivasi diri agar tidak mudah kena 3L
  6. Bergabunglah dengan organisasi yang didalamnya terdapat persaingan sehat, didukung SDM berkualitas dan berorientasi masa depan. Organisasi yang ber SDM tinggi biasanya dipenuhi oleh orang-orang yang memiliki motivasi hidup tinggi. Bergabung dan aktif organisasi dengan orang-orang demikian menjadikan diri "tertular" motivasi.
  7. Tuliskan kata-kata atau slogan yang bisa menggugah semangat. Ini bisa kita lakukan agar selalu bersemangat dalam menghadapi hidup. tulis kata-kata pemggugah semangat untuk lebih memotivasi kita. bisa kita ambil dari ayat-ayat Al-Qur'an, hadits, slogan, kata-kata kita sendiri, tokoh besar atau dari buku-buku motivasi. Sttttttt...Hal inipun banyak dilakukan tokoh-tokoh terkenal.
  8. Jangan sekali-kali meremehkan diri kita. setiap kita memiliki potensi yang unik. masing-masing orang memiliki kelemahan dan kelebihan. Focuskan pada kelebihan kita dan jangan sekali-kjali meremehkan diri kita. tapi kita berpotensi dan berpeluang sama menjadi ORANG SUKSES. (bersambung....)
*by admin yang dikutip dari buku getbigspirit

Nama-Nama Desa se Kabupaten Donggala

Written By Unknown on 20.7.11 | 20.7.11

Sejarah Kab. Donggala

Written By Unknown on 14.7.11 | 14.7.11

Sebelum ditaklukkan oleh Pemerintah Belanda pada tahun 1904 wilayah Kabupaten Donggala adalah wilayah Pemerintah raja-raja yang berdiri sendiri-sendiri yaitu :
  • Kerajaan Palu
  • Kerajaan Sigi Dolo
  • Kerajaan Kulawi
  • Kerajaan Biromaru
  • Kerajaan Banawa
  • Kerajaan Tawaili
  • Kerajaan Parigi
  • Kerajaan Moutong
Dalam perkembangan selanjutnya daerah ini yang merupakan bagian dari wilayah Sulawesi Tengah dijadikan afdeling Donggala yang meliputi :

A. Onder afdeling Palu terdiri dari ;
  • landschap Kulawi di Kulawi
  • landschap Sigi Dolo di Biromaru
  • landschap Palu di Palu
B. Onder afdeling Parigi terdiri dari :
  • landschap Parigi di Parigi
  • landschap Moutong di Moutong
C. Onder afdeling Donggala terdiri dari :
  • landschap Banawa di Donggala
  • landschap Tawaili di Tawaili
D. Onder afdeling Toli-toli

Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 33 tahun 1952, terhitung mulai tanggal 12 Agustus 1952, daerah Sulawesi Tengah terbagi menjadi 2 kabupaten yaitu :

Kabupaten Donggala, wilayahnya meliputi bekas onder afdeling Palu, Donggala, Parigi dan Toli-toli
Kabupaten Poso, wilayahnya meliputi bekas onder afdeling Poso, Bungku/Mori dan Luwuk

Tanggal 12 Agustus ditetapkan sebagai tahun lahirnya Kabupaten Donggala yang diperingati setiap tahun, dengan PP No. 33 tahun 1952, juga disertai dengan pembentukan lembaga pemerintahan daerah serta badan-badan perlengkapan lainnya yaitu :

Pembentukan DPRDS yang didasarkan undang undang NIT no. 44 tahun 1950
Pembentukan dinas-dinas yang terdiri dari :

Pertanian
Kehutanan
Perikanan Darat
Kehewanan
Pengajaran
Pekerjaan umum
Kesenian

Selanjutnya berdasarkan UU no. 29 tahun 1953 tentang pembentukan daerah tkt. II di Sulawesi Tengah, sekaligus merupakan pemekaran pertama dimana daerah Kabupaten Donggala dibagi menjadi dua kabupaten daerah tkt. II yaitu :

Kabupaten Daerah tkt. II Donggala
Kabupaten Daerah tkt. II Toli-toli

Sejak berdirinya Kabupaten Donggala, setidaknya sampai dengan tahun 1999, Kabupaten Donggala menjadikan Kota Palu sebagai ibukota kabupaten yang nota bene juga adalah ibukota Provinsi Sulawesi Tengah. Bahkan sejak tahun 1978 ketika Palu dikukuhkan menjadi kota administratif (cikal bakal kota madya/pemekaran kedua) maka Kota Palu saat itu harus menyandang 3 fungsi yaitu ;

Sebagai Kota Administratif Palu
Sebagai ibu kota Kabupaten Donggala, dan
Sebagai ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah

Berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 71 tahun 1999, ibukota Kabupaten Donggala resmi dipindahkan dari Kota Palu, dikembalikan ke Kota Donggala sendiri yang berjarak 34 km dari Kota Palu.

Pada tahun 2002 kembali terjadi pemekaran di Kabupaten Donggala, sesuai UU no. 10 thn 2002 tentang pembentukan Kabupaten Parigi Moutong, dengan memboyong 6 dari 18 kecamatan di Kabupaten Donggala saat itu.

Dalam perkembangan selanjutnya terjadi pula pemekaran kecamatan di Kabupaten Donggala, dari 12 kecamatan sepeninggal Kabupaten Parigi Moutong, menjadi 21 kecamatan sampai saat itu (2002).


Kemudian tahun 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2008 yang telah disahkan pada tanggal 21 Juli 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Sigi maka sekarang ini kabupaten Donggala memiliki 16 Kecamatan setelah sebelumnya terdapat 30 kecamatan.

Berikut nama-nama pejabat Bupati Donggala sejak tahun 1952 sampai tahun 2013 ;

1. Intje Naim Dg. Mamangun (1952-1954)
2. R.M Pusadan (1954-1958)
3. Bidin (1958-1960)
4. DM. Lamakarate (1960-1964)
5. HR. Tikoalu (1964-1966)
6. H. Abdul Aziz Lamadjido SH (1966-1979)
7. Drs. Galib Lasahido (careteker-1979)
8. Dr. Yan Moch. Kaleb (1979-1984)
9. Saleh Sandagang, SH (careteker-1984)
10. Drs. H. Ramli Noor (1984-1989)
11. H. Bandjela Paliudju (1989-1994)
12. Drs. H. Sahbuddin Labadjo (1994-1999)
13. H.N Nabi Bidja S.Sos (1999-2004)
14. H. Adam Ardjat Lamarauna ( 2004-2006)
15. Drs. H. Habir Ponulele MM (2006-2009)
16. Drs. H. Habir Ponulele MM (2009-2014)

Visi Misi Kab. Donggala

Visi Misi dan Prioritas PembangunanPDFPrintE-mail
VISI :
"Kabupaten Donggala yang Maju dan Kompetitif melalui Pemberdayaan Sumber Pembangunan yang Berkelanjutan"
MISI :
  • Mewujudkan fungsi dan tugas-tugas pemerintahan yang dan amanah (good governance), menjunjung tinggi supremasi hukum, serta mengaktualisasikan  nilai-nilai transparan dan akuntabilitas publik.
  • Meningkatkan ekonomi berbasis kerakyatan.
  • Meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan masyarakat (human resources dan human capital).
  • Melakukan pengelolaan, penetapan dan pelestarian sumber daya alam berwawasan lingkungan.
  • Meningkatkan ketahanan lembaga kemasyarakatan dalam pembangunan (social capital).
  • Meningkatkan aksebilitas melalui pengembangan wilayah.
5 Prioritas pembangunan daerah Kabupaten Donggala :
  • Optimalisasi pelayanan dasar dengan titik berat pada pendidikan dan kesehatan.
  • Peningkatan kualitas, kuantitas dan produktifitas hasil-hasil kegiatan usaha perekonomian yang berbasis kerakyatan dengan titik berat pada kegiatan perluasan akses masyarakat miskin terhadap kesempatan memperoleh pekerjaan dan berusaha serta pemberdayaan masyarakat dalam usaha ekonomi.
  • Pemerataan infrastruktur penunjang ekonomi wilayah dengan titik berat pada infrastruktur transportasi, telekomunikasi, energi listrik , irigasi dan air bersih.
  • Peningkatan kapasitas serta sarana dan prasarana aparatur pemerintah dengan titik berat pada penyediaan sarana dan prasarana pemerintah ; profesionalisme aparatur pemerintah ; pemenuhan standar pelayanan minima.
  • Peningkatan daya dukung lingkungan terhadap pembangunan dengan titik berat pada peningkatan kelestarian lingkungan hidup.

16 Parpol Sudah Terdaftar di Kesbangpol Donggala

Written By Unknown on 9.7.11 | 9.7.11

16 Parpol Melapor Ke Kesbangpol Donggala 

MERCUSUAR – Masa pemberitahuan keberadaan partai politik (parpol) di Kabupaten Donggala, hingga Kamis (7/7), tercatat 16 parpol yang menyampaikan laporan keberadaannya kepada Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas). 

Jika bulan lalu hanya tercatat 12 parpol, kini bertambah empat yaitu, PKPB, PKS dan PPRN serta PKPI. Sebelumnya telah mendaftar berturut-turut, Partai Nasdem, PDIP, PDS, PKB, Partai Gerindra, PBB, Partai Buruh, Partai Hanura, Partai Golkar, PPP, PAN dan Partai Demokrat. 

Kepala Bidang Politik Badan Kesbangpolinmas Donggala, HM. Ilyas Wella, menyatakan pihaknya masih menunggu parpol lain jika ada yang ingin melaporkan keberadaannya di Kabupaten Donggala. Selanjutnya dilakukan verifikasi atas kelengkapan dokumen administrasinya. 

Dari 16 parpol yang sudah melapor dan mengikuti proses verifikasi, sebelas diantaranya memiliki kursi di DPRD Kabupaten (Dekab) Donggala, yaitu Partai Golkar dengan lima kursi, Demokrat empat kursi, PPP, Gerindra, dan PKS yang masing-masing memiliki tiga kursi. PDIP, PKB, PAN, dan Hanura yang masing-masing memiliki dua kursi, serta PBB dan PPRN masing-masing satu kursi. 

Sementara delapan parpol lainnya, merupakan parpol yang memiliki kursi legislatif Donggala hasil Pemilu 2009. Delapan parpol yang masuk dalam kelompok non parlemen ini, yakni PKPB, PKPI, Partai Buruh dan PDS. Adapun Partai Nasdem adalah parpol baru yang belum mengikuti Pemilu 2009. 

Menurut Ilyas, untuk 16 parpol tersebut hanya dilakukan verifikasi berkas administrasi, sementara terkait keberadaan sekretariat parpol hanya dilihat berdasarkan surat keterangan dari kelurahan/desa dimana parpol itu berkantor. “Kami tidak lagi turun melihat di mana kantor parpol,” ujarnya. HID 

Logo Kabupaten Donggala

LOGO KABUPATEN DONGGALA

Hasil Pemilu 2009 DPRD Donggala

Written By Unknown on 8.7.11 | 8.7.11

Pengurus DPD Donggala.wmv

Written By Unknown on 7.6.11 | 7.6.11



PRO-KONTRA PEMINDAHAN PASAR INPRES DONGGALA

Written By Unknown on 19.5.11 | 19.5.11

MENANTI JAWABAN
PRO-KONTRA PEMINDAHAN PASAR INPRES DONGGALA
by. Abd. Rasyid, A.Md
Adipura Donggala ???
Riuh pikuk aktivitas jual-beli di pasar Inpres Donggala seolah menggambarkan geliat ekonomi yang menjanjikan, namun jika ditelusuri secara lebih detil maka akan tampak sejumlah problem dan gerut wajah dari para pedagang yang cenderung mengeluhkan lesunya daya beli masyarakat Kota Donggala. Dalam seminggu Pasar Ipnres Kota Donggala tidak jauh berbeda dengan pasar tradisional di desa-desa pelosok, yaitu keramaian jual-beli hanya pada hari senin dan Jum’at saja. Hal ini berarti bahwa geliat ekonomi dan perputaran modal belum menjanjikan dan sangat jauh dari harapan.

Jika melihat kondisi Ril tersebut, maka dengan adanya kebijakan Pemerintah Daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Donggala untuk memindahkan Pasar Inpres Donggala ke Kelurahan Ganti patut dicermati secara serius, setidaknya melalui pertimbangan yaitu :

Pertama asumsi Pemda (yang berarti telah melalui berbagai macam analisis untung-rugi, potensi-hambatan, dsb) bahwa pemindahan pasar adalah solusi praktis dan berjangka panjang bagi kemajuan ekonomi masyarakat. Kedua pemindahan pasar guna meningkatkan keindahan Kota Donggala dan menghindari kesemerawutan akibat letak Pasar yang berada persis di jantung Kota Donggala.

Jika demikian pertimbangan sederhana yang diambil, maka selanjutnya akan muncul pertanyaan lanjutan, yaitu :

Pertama mengapa Pemda tidak lebih dahulu memberikan solusi yang berdampak ekonomi secara langsung, seperti memprioritaskan pembeli-potensial (PNS Donggala yang dominan bermukim dipalu) terlebih dahulu harus bermukim di Donggala, dibandingkan memindahkan pasar?

Kedua, Jika pemindahan pasar adalah untuk kemaslahatan masyarakat umum, maka terlebih dahulu harus diperjelas urgensi pemindahan pasar secara ekonomis terkhusus bagi pelaku pasar (yakni pedagang, pembeli, tukang becak, ojek dll), apakah benar jika pasar dipindahkan maka secara otomatis daya beli akan meningkat? Sudahkan dikaji lebih dalam bahwa sesuatu yang berpindah tempat pasti membutuhkan waktu yang lama untuk kondisi yang stabil, bagaimanakah dengan nasib para pedagang yang mayoritas bermodalkan pinjaman di Bank atau ditempat lain?

Inilah kiranya yang patut untuk segera disikapi dengan bijak dan penuh tanggung jawab, sehingga jangan sampai roda pembangunan yang nampak secara fisik lebih diperioritaskan dibandingkan dengan tingkat kesejahteraan masyarakat pasar, dan jangan sampai hanya demi sebuah penghargaan Adipura rakyat jelata diajak untuk berpura-pura.

Setidaknya ada beberapa hal yang dapat dilakukan oleh semua pihak yang berkepentingan di dalam aktivitas pasar, yaitu :

Pertama pihak DPRD mendesak agar perencanaan pemindahan harus ditinjau ulang, dan melakukan investigasi baik dalam hal penggunaan anggaran pembangunan maupun kebijakan Pemda yang terkesan “memaksakan” pemindahan tersebut. Karena jangan sampai ada dugaan penyahlgunaan kekuasaan untuk kepentingan tertentu terhadap kebijakan pemindahan pasar yang terkesan tidak siap (baik fisik bangunan maupun fasilitas penunjang keberadaan sebuah pasar).  

Kedua pelaku pasar (terkhusus pedagang) secara pro aktif dengan prinsip kemaslahatan bersama secara sukarela dan bahu membahu melakukan monitoring ketat terhadap semua aspek formal-konstitusional, sehingga mereka memahami posisi dan hak-haknya. Sehingga hal-hal yang dapat memperkeruh suasana dapat terhindari.

Inilah sekelumit pro kontra pemindahan pasar Inpres Donggala, yang senantiasa menjadi irama di sela-sela hiruk pikuk para pedagang pasar, tidak sedikit orang yang banyak berharap terhadap aktivitas pasar yang kondusif, kondisi pasar yang nyaman dan aman. Namun dibalik itu semua selalu ada saja riak-riak yang menjadi batu sandung dari pencapaian itu.     
            
             

Membangun Negeri dengan “1000 satu Issu”

Written By Unknown on 14.5.11 | 14.5.11


Ust.Rasyid, A.Md
Usia NKRI sudah tidak muda lagi, yang berarti telah banyak menempuh perjalanan panjang, jatuh-bangun dan sederetan kisah mewarnai wajah NKRI hingga saat ini. Gerak laju pembangunan bangsa hadir dengan berbagai wajah baik dengan wajah yang penuh harapan, maupun dengan wajah duka dan nestapa. Prestasi yang diraih, pengakuan dunia Internasional dan sejumlah capaian-capaian pembangunan seolah tertutupi dengan fenomena kontemporer seperti kemiskinan yang akut, terorisme berkepanjangan dan kepastian hukum yang tidak berujung.

Jika mencermati semua hal di atas, maka akan terbetik dalam fikiran bahwa sudah menjadi konsekuensi sebuah bangsa dan negara berkembang untuk senantiasa mendapat perlakuan yang nyeleneh, pesimistik, oportunistik dan segudang –isme- lainya, sehingga dengan hal ini banyak yang berpendapat bahwa NKRI akan semakin dewasa dan maju, namun dari spekulasi asumsi tersebut benarkah kedewasaan negara akan dapat terwujud dengan segudang wajah konflik interest ? ataukah kemajuan sebuah bangsa harus selalu melalui jalan panjang dari ketidak-beraturan, kesimpang siuran aturan, dan benturan ideologis yang tidak pernah surut?

Banyak hal yang patut dicermati untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, yaitu :

·         Pertama menemukan sentrum informasi yang menjadi penyebab terjadinya benturan-benturan,
·         Kedua bahwa dalam konteks negara dan bangsa tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba atau tanpa ada akar dan aktor dibalik setiap kejadian, dan yang
·         Ketiga bahwa kondisi global sangat mempengaruhi kondisi internal sebuah bangsa dan negara.

Dari ketiga hal ini akan menjadi langkah awal guna mengurai satu demi satu benang kusut yang melilit wajah NKRI.

Peran Media dalam Pengelolaan Issu

Hampir dapat dipastikan bahwa media sangat memegang peran yang sangat penting di dalam pengelolaan issu baik sebagai sumber issu maupun sebagai penyebar issu, hal ini setidaknya disebabkan oleh dua hal, yaitu : Pertama perkembangan teknologi informasi yang menjadi alat yang sangat produktif, dan yang Kedua terjaminya kebebasan pers/media dalam konstitusi.

Untuk konteks perkembangan teknologi Informasi, maka sudah menjadi hal yang sangat sulit dihindari karena sudah merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi secara umum, namun demikian yang patut diperhatikan adalah bahwa teknologi informasi sebagai “alat” tidak pernah berdiri sendiri atau bebas nilai, melainkan menjadi alat yang sangat ampuh untuk digunakan sebagai lokomotif penggerak Interest-kognitif tertentu. Artinya bahwa siapapun yang sanggup mengelola dan menguasai teknologi Informasi dengan semua cabang-cabangnya maka apapun keinginan dan kehendaknya dapat dicapai. Mengapa demikian?

Dalam analisis media, terkadang yang selalu sulit untuk dihindari (meskipun klaim media berupaya untuk selalu obyektif) adalah perpaduan antara antara fakta, opini dan emosi. Terkadang Fakta dalam pengungkapan tidaklah selalu “bersih” dari pengaruh opini dan emosi. Opini dan emosi tersebut sangat mungkin berkolaborasi dalam menafsirkan sebuah fakta yang terjadi, sehingga akhirnya klaim pemberitaan yang muncul adalah Obyektivikasi fakta (mengobyektifkan sesuatu yang belum tentu obyektif).

Mengapa kecurigaan ini begitu besar? Faktor pertama adalah tekanan persaingan dalam struktur industri media (yang diwujudkan melalui TV rating, dan sebagainya), struktur produksi berita dalam organisasi media (yang antara lain menekankan standar newsworthiness tertentu) dan sebagainya. Artinya dengan kemajuan Industrialisasi media, maka faktor Issu menjadi hal yang sangat laku dan menarik untuk selalu ditampilkan, apalagi yang berhubungan dengan kekuasaan dan politik (contoh : pemberitaan sejumlah media yang bertubi-tubi menyerang elit politik tertentu). Faktor Kedua adalah pemanfaatan tingkat kesadaran (emosi) masyarakat yang sangat peka terhadap simbol-simbol tertentu (terkhusus simbolisasi agama, partai, suku dan bangsa), dimana media menampilkan realitas simbolik tertentu sangat mempengaruhi subyektifitas masyarakat yang menyaksikan, seperti misalnya : pemberitaan terhadap simbol penistaan agama maka serta merta mempengaruhi secara langsung subyektifitas masyarakat, pemberitaan kasus-kasus yang melilit elit politik tertentu akan sangat mempengaruhi elektablitias politik tertentu.

Oleh karena itu, melihat fenomena ini maka selayaknya masyarakat umum menyadari bahwa Obyektivikasi fakta yang ditampilkan oleh Media bukanlah satu-satunya alat pembenar dari fakta yang terjadi, melainkan hanya sebagai salah satu bahan untuk melihat fenomena tersebut sebagai referensi faktual yang perlu dikritisi lebih lanjut. Jangan sampai begitu besar harapan masyarakat untuk membangun negerinya dengan potensi sumber daya yang dimiliki, justru terjebak dalam permainan 1000 satu Issu yang tidak akan berujung. Alangkah rugi dan mahalnya negeri jika dibangun dengan 1000 satu Issu, yang justru memperkaya kaum pemilik modal dan menjauhkan masyarakat dari kesejahteraan. Wallahu ‘alam bhissawab.

Membangun Negeri dengan “1000 satu Issu”


Ust.Rasyid, A.Md
Usia NKRI sudah tidak muda lagi, yang berarti telah banyak menempuh perjalanan panjang, jatuh-bangun dan sederetan kisah mewarnai wajah NKRI hingga saat ini. Gerak laju pembangunan bangsa hadir dengan berbagai wajah baik dengan wajah yang penuh harapan, maupun dengan wajah duka dan nestapa. Prestasi yang diraih, pengakuan dunia Internasional dan sejumlah capaian-capaian pembangunan seolah tertutupi dengan fenomena kontemporer seperti kemiskinan yang akut, terorisme berkepanjangan dan kepastian hukum yang tidak berujung.

Jika mencermati semua hal di atas, maka akan terbetik dalam fikiran bahwa sudah menjadi konsekuensi sebuah bangsa dan negara berkembang untuk senantiasa mendapat perlakuan yang nyeleneh, pesimistik, oportunistik dan segudang –isme- lainya, sehingga dengan hal ini banyak yang berpendapat bahwa NKRI akan semakin dewasa dan maju, namun dari spekulasi asumsi tersebut benarkah kedewasaan negara akan dapat terwujud dengan segudang wajah konflik interest ? ataukah kemajuan sebuah bangsa harus selalu melalui jalan panjang dari ketidak-beraturan, kesimpang siuran aturan, dan benturan ideologis yang tidak pernah surut?

Banyak hal yang patut dicermati untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut, yaitu :

·         Pertama menemukan sentrum informasi yang menjadi penyebab terjadinya benturan-benturan,
·         Kedua bahwa dalam konteks negara dan bangsa tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba atau tanpa ada akar dan aktor dibalik setiap kejadian, dan yang
·         Ketiga bahwa kondisi global sangat mempengaruhi kondisi internal sebuah bangsa dan negara.

Dari ketiga hal ini akan menjadi langkah awal guna mengurai satu demi satu benang kusut yang melilit wajah NKRI.

Peran Media dalam Pengelolaan Issu

Hampir dapat dipastikan bahwa media sangat memegang peran yang sangat penting di dalam pengelolaan issu baik sebagai sumber issu maupun sebagai penyebar issu, hal ini setidaknya disebabkan oleh dua hal, yaitu : Pertama perkembangan teknologi informasi yang menjadi alat yang sangat produktif, dan yang Kedua terjaminya kebebasan pers/media dalam konstitusi.

Untuk konteks perkembangan teknologi Informasi, maka sudah menjadi hal yang sangat sulit dihindari karena sudah merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi secara umum, namun demikian yang patut diperhatikan adalah bahwa teknologi informasi sebagai “alat” tidak pernah berdiri sendiri atau bebas nilai, melainkan menjadi alat yang sangat ampuh untuk digunakan sebagai lokomotif penggerak Interest-kognitif tertentu. Artinya bahwa siapapun yang sanggup mengelola dan menguasai teknologi Informasi dengan semua cabang-cabangnya maka apapun keinginan dan kehendaknya dapat dicapai. Mengapa demikian?

Dalam analisis media, terkadang yang selalu sulit untuk dihindari (meskipun klaim media berupaya untuk selalu obyektif) adalah perpaduan antara antara fakta, opini dan emosi. Terkadang Fakta dalam pengungkapan tidaklah selalu “bersih” dari pengaruh opini dan emosi. Opini dan emosi tersebut sangat mungkin berkolaborasi dalam menafsirkan sebuah fakta yang terjadi, sehingga akhirnya klaim pemberitaan yang muncul adalah Obyektivikasi fakta (mengobyektifkan sesuatu yang belum tentu obyektif).

Mengapa kecurigaan ini begitu besar? Faktor pertama adalah tekanan persaingan dalam struktur industri media (yang diwujudkan melalui TV rating, dan sebagainya), struktur produksi berita dalam organisasi media (yang antara lain menekankan standar newsworthiness tertentu) dan sebagainya. Artinya dengan kemajuan Industrialisasi media, maka faktor Issu menjadi hal yang sangat laku dan menarik untuk selalu ditampilkan, apalagi yang berhubungan dengan kekuasaan dan politik (contoh : pemberitaan sejumlah media yang bertubi-tubi menyerang elit politik tertentu). Faktor Kedua adalah pemanfaatan tingkat kesadaran (emosi) masyarakat yang sangat peka terhadap simbol-simbol tertentu (terkhusus simbolisasi agama, partai, suku dan bangsa), dimana media menampilkan realitas simbolik tertentu sangat mempengaruhi subyektifitas masyarakat yang menyaksikan, seperti misalnya : pemberitaan terhadap simbol penistaan agama maka serta merta mempengaruhi secara langsung subyektifitas masyarakat, pemberitaan kasus-kasus yang melilit elit politik tertentu akan sangat mempengaruhi elektablitias politik tertentu.

Oleh karena itu, melihat fenomena ini maka selayaknya masyarakat umum menyadari bahwa Obyektivikasi fakta yang ditampilkan oleh Media bukanlah satu-satunya alat pembenar dari fakta yang terjadi, melainkan hanya sebagai salah satu bahan untuk melihat fenomena tersebut sebagai referensi faktual yang perlu dikritisi lebih lanjut. Jangan sampai begitu besar harapan masyarakat untuk membangun negerinya dengan potensi sumber daya yang dimiliki, justru terjebak dalam permainan 1000 satu Issu yang tidak akan berujung. Alangkah rugi dan mahalnya negeri jika dibangun dengan 1000 satu Issu, yang justru memperkaya kaum pemilik modal dan menjauhkan masyarakat dari kesejahteraan. Wallahu ‘alam bhissawab.

Kantor Bupati

Written By Unknown on 6.5.11 | 6.5.11





Posted by Picasa

KEUTAMAAN DZIKIR

Written By Unknown on 30.4.11 | 30.4.11

KEUTAMAAN DZIKIR

Cuaca cerah setelah shalat dzuhur, meluncur mobil Panther 343 dengan kecepatan cukup maksimal karena sang Driver masih terinspirasi jaulah sehari sebelumnya yang menempuh jarak +/- 200 KM, sehingga hampir saja sang ustad mengalami mabuk perjalanan. Walaupun kondisi fisik mobilnya sekitar 35 % saja akan tetapi pada pemilu 2009 lalu terbukti telah menghantarkan 5 anggota DPR Tingkat Kabupaten dan 1 Anggota DPR Tingkat Provinsi.


Dengan jarak tempuh +/- 53 KM, Agenda perjalanan kali ini untuk memenuhi salah satu sarana tarbiyah bagi kader yakni Jalasah Ruhiyah yang dilaksanakan di kecamatan Labuan.  Setelah sempat kehilangan kontak untuk mengetahui lokasi acara, ketika mobilnya berhenti sejenak, ternyata kami sudah berada tepat didepan salah satu rumah kader dimana tempat acara tersebut dilaksanakan.


Setelah shalat ashar, materi yang disampaikan oleh ust. Jattman kali ini adalah "Dzikir dan Keutamaannya". Baru mengucapkan salam, tiba-tiba dari jarak yang tidak terlalu jauh terdengar suara "bruuuuuuuuuuuuuk", ternyata terjadi kecelakan lalu lintas. 


Berbagai musibah yang akhir-akhir ini terjadi di Negara kita secara umum dan kecelakaan lalu lintas yang barusan terjadi tadi bisa jadi adalah salah satu contoh yang diperlihatkan kepada kita tentang kurang harmonisnya hubungan manusia dengan Sang Pemilik kehidupan ini yakni Allah SWT. demikian Ustad mengawali taujihnya.


Dalam QS Al Ahzab:41 memberikan kita gambaran bahwa makna dzikir sesungguhnya yakni mengingat Allah SWT dengan "dzikran katsiiran" sebanyak-banyaknya baik secara lisan maupun didalam hati. Dalam ayat yang lain ditegaskan bahwa seluruh makhluk Allah dimuka bumi ini senantiasa berdzikir kepada Allah dengan caranya sendiri-sendiri dan hanya Dialah yang maha mengetahui cara mereka berdzikir.


Pada hakikatnya seluruh aktifitas kita yang apa bila tujuannya dalam rangka mendekatkan diri serta mengharapkan  Ridho dari-Nya, menunjukan bahwa saat itu kita sedang dalam kondisi hati yang berdzikir kepada Allah SWT.

Setelah menguraian materi tentang hakikat Dzikir, keutamaan, adab-adabnya serta berbagai ayat yang menerangkan tentang perintah wajibnya kita senantiasa berdzikir kepada Allah SWT, acara ditutup dengan satu kata kunci bahwa "SEGALA BENTUK BACAAN DZIKIR  YANG AKAN DILAKUKAN, HAL PERTAMA DAN UTAMA YANG HARUS DIPERHATIKAN ADALAH APAKAH ADA AYAT ATAU HADITS YANG MENERANGKAN TENTANG BACAAN TERSEBUT"


Acara berlangsung sampai pukul 17:15 ditutup dengan bacaan Dzikir al ma'tsurat secara berjamaah.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger