Pemimpin Sejati

Written By Jattman Tampese on 13.7.11 | 13.7.11

Pada suatu hari Umar bin Khottob r.a. berkeliling untuk melihat kondisi rakyatnya dan mengetahui berita mereka dengan sembunyi-sembunyi. Kemudian ia melewati sebuah rumah yang dihuni oleh nenek-nenek renta. Beliau memberi salam seraya bertanya ; 

Apa yang dilakukan Umar ? 
Nenek menjawab: Mudah-mudahan Allah membalas keburukannya karena menerlantarkanku. 

Umar berkata: Kenapa demikian? 
Nenek menjawab: demi Allah, Sejak dia diangkat menjadi khalifah atas umat islam sesungguhnya dia tidak pernah memberikan apapun kepada saya baik satu dinar ataupun satu dirham.. 

Umar r.a.: Bagaimana Umar bisa tahu keadaanmu padahal kamu berada jauh dari keramaian kota? 
Nenek : Subhanallah (Maha suci Allah) demi Allah saya tidak menyangka bahwa seorang yang diamanahi memimpin rakyat kemudian tidak tahu rakyat yang ada di bagian barat dan timurnya. 

Umar pun menangis kemudian ia berkata: Aduuh Umar, setiap orang lebih mengerti darimu sampai nenek-nenek renta lebih faham dari kamu wahai Umar! Lantas Umar berkata: Wahai hamba Allah. 
! Berapa dinar kau jual kedzoliman Umar terhadapmu ? Karena aku kasihan kalau dia masuk neraka . 

Nenek : Jangan menghina kami ! 
Umar : Tidak, aku tidak menghina. Umar masih terus meminta sampai berhasil membeli kedzoliman Umar terhadap nenek itu dengan 25 dinar (uang emas). Setelah itu datanglah Ali r.a dan Abdullah bin Mas’ud r.a. seraya memberikan salam : Assalamu ‘alaika Yaa Amiral mukminin ! ( Asalamu ‘alaikum Wahai amirul mukminin.) 

Si nenek lantas merasa malu dan kaget dengan meletakkan kedua tangannya di atas kepalanya seraya berkata: Waduh aku celaka! Saya menghina amirul mukminin di hadapannya. 

Umar berekata: tidak mengapa wahai nenek ! kemudian beliau meminta sepotong kain dari si nenek namun tidak ada maka beliau menyobek kainnya dan menulis dalam sepotong kain itu sbb.: Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Inilah yang dibeli Umar dari nenek Fulanah berupa kedzoliman Umar terhadap si Fulanah sejak dia menjadi kholifah sampai hari ni dengan nilai 25 dinar.maka apa yang di dakwakan kelak pada hari mahsyar di hadapan Allah umar telah lepas dari kedzoliman itu. Dan Ali bin Abi tholib serta Abdullah bin Mas’ud menjadi saksi atas hal ini” 

Kemudian Umar memberikan potongan kain itu kepada seorang anaknya seraya berkata: Bila aku mati letakkanlah kain ini di kafanku untuk bertanggung jawab menjumpai Rabbku” (Achmad Satori) 
Share this article :

Posting Komentar

Masukan komentar di kolom ini. Saran anda sangat bermanfaat.
Hari gini nggak ikut TARBIYAH, Kontak kami segera via email di : pksdonggala@yahoo.co.id atau sms ke (+62852410 71237)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger