Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Politik Palu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Politik Palu. Tampilkan semua postingan

Menanti Sikap Dua Fraksi

Written By Unknown on 5.2.10 | 5.2.10


 
Liputan6.com, Jakarta: Panitia Khusus Hak Angket Kasus Bank Century akan menentukan sikap pada 4 Maret mendatang terkait kebijakan bail out bank tersebut sebesar Rp 6,7 triliun. Seiring dengan hal itu, intrik politik turut menyertai, terutama mengenai keutuhan suara fraksi partai koalisi pemerintah.
Sejauh ini mitra koalisi pendukung kebijakan pemerintah adalah Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, serta Partai Persatuan Pembangunan. Sementara Fraksi Partai Golkar dan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera kerap dinilai tidak loyal terhadap mitra koalisi.
Pada kenyataannya, dua partai tersebut memegang peran penting dalam pengambilan keputusan kasus skandal Bank Century. Jika mereka setuju dengan inisiatif pemerintah menalang dana untuk Century, suara mayoritas di pansus akan naik menjadi 23 suara. Namun bila Partai Golkar dan PKS tidak setuju alias berada di kubu oposisi, suara yang menolak kebijakan bail out menjadi 16 suara. Artinya, arah politik DPR akan berubah.
Masalah lain terkait isu kesetiaan partai pada koalisi adalah desakan agar PPP melepaskan diri dari mitra yang mendukung pemerintah. Pasalnya, mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah ditetapkan sebagai tersangka korupsi. Siapakah lawan dan kawan pemerintah Yang pasti, masalah Century sebaiknya jangan dijadikan ajang politik dagang sapi, melainkan harus berorientasi pada kepentingan rakyat.(OMI/YUS)

Pilkada Palu, KPU Kurangi Jumlah TPS

Written By Unknown on 1.2.10 | 1.2.10

Senin, 01 Pebruari 2010

Palu-  Pelaksana tugas ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu Muhklis Lubis, Kamis belum lama ini mengungkapkan, dalam pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) pihaknya akan melakukan pengurangan tempat pemungutan suara(TPS) dari 672 TPS dikurangi menjadi 550 TPS guna efesiensi.
“Iya TPS rencananya kami akan kurangi dari 672 saat pemilu, menjadi 550 TPS untuk pilkada nanti, tujuannya agar lebih efesien waktu juga dananya,”paparnya saat ditemui diruang kerjanya Kantor KPU Palu, Jalan Balaikota, Kecamatan Palu Selatan.

Lebih lanjut Muhklis juga menjelaskan bahwa dalam pilkada nanti, pihaknya akan menyediakan lima bilik coblos disetiap TPS yang ada.  Sebelumnya pihaknya hanya menggunakan empat bilik coblos, penambahan itupun dimaksudkan untuk efesiensi waktu.
Selain itu, Muhklis juga memaparkan bahwa pada setiap TPS nantinya akan ada 400-440 pemilih, hal itu kata dia tidak melanggar aturan yang ada, sebab dalam anjuran pelaksanaan pemilu ataupun pilkada maksimal jumlah pemilih itu berjumlah 600 pemilih.
“Penyatuan pemilih hingga 400san orang Itu sudah benar dan tidak melanggar,”terangnya.
Dikonfirmasi soal data pemilih, Muhklis lubis menyebutkan bahwa pihaknya saat ini belum dapat melakukan apa-apa soal data pemilih sebab memang belum adanya tahapan yang jalan oleh KPU sebagai penyelenggara pemilu dikota palu


Ia mengatakan bahwa soal data pemilih bisa dikerjakan jika dana pilkada telah disepakati oleh pemerintah kota palu tuturnya.
Soal falidasi data pemilih, ia mengatakan bahwa nantinya data pemilih akan berbasis RT, jadi semua sebanyak 984 RT sekota palu akan diberdayakan untuk mendata penduduk wajib pilih guna didaftar dalam data pemilih. Data pemilih nantinya berbasis RT, karena itu RT akan mendapatkan bagian terdepan dalam suksesnya pilkada palu nanti,”tegasnya. (Syarif)

Sumber :
http://mediaalkhairaat.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5612&Itemid=2
 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. PKS Donggala - Redesigned by PKS Donggala
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger